Thursday, June 20, 2019

Doa untuk anakku

Bismillahirrahmanirrahim

Wahai anakku sayang..
Jika kau kelak besar nanti, jadilah pribadi yang kuat ilmu agama dan tipe pribadi yang haus belajar dan haus ilmu. Ilmu agama akan menjadi benteng mu dari cobaan, ujian serta goncangan yang akan menghampirimu. Tp ingatlah, kau jangan takut. Ada zat yang Maha Kuat, yang Maha Kuasa, yang Maha Pengasih dan yang Maha Penyayang yang selalu ada bersama mu. Siapakah itu? Bukan ibu dan bukan pula bapakmu. Dialah yang menciptakan kamu dari yang tidak ada menjadi ada saat sekarang ini. Dialah yang bernama Allah. Pencipta mu dan pencipta kami berdua.

Wahai anakku sayang..
Jika kau sudah tumbuh dewasa kelak.. Jadilah pribadi yang damai dengan dirimu ya sayang. Menjadi pribadi yang terbuka kepada bapak, kepada ibuk dan kepada keluarga kecil kita nanti ya sayang, apapun itu..

Barokallohfiikum..

Monday, May 27, 2019

:Ilmu HRD dari Linkedin 25 Mei 2109:

*Akun Linkedin Nani Savitri, 25 Mei 2019* Jika ditanya, kenapa kamu keluar dari pekerjaanmu yang sekarang? saya lihat kamu sudah berpengalaman disana? pasti posisi kamu juga sudah "Up" kenapa kamu keluar? ini pertanyaan yang paling buat bimbang jika dijawab dengan jujur kesannya menjatuhkan atau kurang bersyukur jika dijawab biasa-biasa saja kesannya tidak berambisi. bantu sharing bagaimana menyikapi pertanyaan serupa, padahal sudah menjadi diri sendiri. Bantu pencerahan ya rekan-rekan linked terima kasih mohon pencerahan bapak dan ibu *Respon oleh Akun Linkedin Wisudho Harsanto* Saya kok meragukan sudah jadi diri sendiri, mbak Nani Savitri. Ketika sudah jadi diri sendiri, sikapnya sepatutnya jujur dan sudah jelas . Ayo dipilih: 1. Keluar, karena habis tantangan, sudah "lulus" naik kelas dan tak tersedia kelas yg lebih tinggi, apapun penyebabnya. Jadi boring 2. Keluar, karena mau kontribusi terhalang: tak cukup dukungan sumberdaya, apapun bentuknya. Garing. 3. Keluar, karena alasan non-job, semisal situasi dikeluarga yang memicu cari solusi baru. 4. Keluar, karena memang ingin istirahat, recharge battery, dan cari horison sama sekali baru. Mau jadi full time mother, misalnya. 5. Keluar, model anak zaman now : pengen aja! Gimana ntar. Selebihnya, mengemas dengan cara2 berkomunikasi yang pas untuk audiencenya. Berambisi itu, jika dicecar sana sini, ditelisik kanan kiri, tetap tegar: Saya mau ambil keputusan ini. Enggak kayak layangan putus diterpa angin ngikut aja. Tabik, demikian komentar saya.

Monday, March 19, 2018

Ayah & Ibu, Ajarkan Kami TAUHID

📒✒

              

#IndonesiaBertauhid

Ayah dan Ibu ...
Perhatikan orang shalih yaitu Lukman dalam Al-Quran mengajarkan TAUHID pada anak-anaknya.

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﻻَ ﺗُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﻟَﻈُﻠْﻢٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ

“Wahai Anakku janganlah kamu menyekutukan Allah, karena menyekutukan Allah itu adalah kezaliman yang besar.” (Luqman: 13)

Ayah dan Ibu ...
Engkau harus belajar TAUHID dahulu
Sebelum mengajarkan kepada kami
Kami dengar kitab TAUHID itu cukup tebal pembahasannya

Ayah dan ibu ...
Kami dengar TAUHID ini
Yang bisa membuat kita
Masuk surga sekeluarga dengan izin Allah
Aku ingin digandeng tanganku ke surga

Ayah dan Ibu ...
Jauhkan kami dari tontonan dan bacaan yang merusak TAUHID
Seperti:
"Pahlawan penguasa api dan air"
"Kekuatan dewa yang merubah dunia"
"Pasukan iblis menyerang alam akhirat"

Ayah dan ibu ...
Jika kami dan jatuh terdantuk tembok
Jangan katakan:
"Temboknya nakal ya"
Ajarkan kami:
"Qadarullah, ini adalah takdir Allah semoga jadi penghapus dosa"

Ayah dan Ibu ...
Ajarkan kami siapa Allah dan apa hak-hak utama Allah
Bacakan kami sirah Nabi shallallahu 'alaihu wa sallam
Kepahlawanan para Sahabat dan sabarnya orang shalih

Ayah dan ibu ...
Beri kami contoh dan teladan
Setiap hari kami melihat kalian berdua
Itulah yang kami contoh

Ayah dan ibu ...
Contohkan kepada kami
Manisnya iman dan Indahnya TAUHID
Sabar, tawakkal dan selalu berprasangka baik
Pada takdir Allah
Karena semua takdir Allah pasti yang terbaik
Bagi hamba-Nya

Ayah dan Ibu ...
Buatlah kenangan indah masa kecil kami
Dengan perhatian, pengajaran adab Islam dan TAUHID
Agar setiap kenangan itu teringat ketika kami dewasa
Lisan dan hati kami otomatis berdoa:

ﺭَﺏِّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲْ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻱَّ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻬُﻤَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺑَّﻴَﺎﻧِﻲْ ﺻَﻐِﻴْﺮًﺍ

“ Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta berilah rahmat kepada keduanya, sebagaimana mereka mendidikku di waktu kecil .”

Dalam Al-Quran,

ﺭَﺏِّ ﺍﺭْﺣَﻤْﻬُﻤَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺑَّﻴَﺎﻧِﻲ ﺻَﻐِﻴﺮًﺍ

“Wahai, Rabb-ku, sayangilah mereka berdua SEPERTI mereka menyayangiku waktu aku kecil”.[Al-Isra/17: 24]

@Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

https://muslimafiyah.com/ayah-ibu-ajarkan-kami-tauhid.html

Wednesday, January 17, 2018

Menunda Penundaan

Didapat dari grup sebelah,

Ada pengalaman menarik saat Mastermind Bali beberapa hari yang lalu...

Salah satu peserta ada yang memiliki masalah terkait produktivitas. 

Ya, dia ngerasa dirinya gak produktif. To do list hariannya banyak banget, tapi alih-alih dikerjain satu per satu, eh malah jadi bikin puyeng dan gak ada yang dikerjain. Pernah ngalamin juga? 😊

Dulu saya ngalamin begitu, sampai akhirnya saya sadar bahwa ini tidak baik untuk nasib saya kedepannya.

Akhirnya Saya mencari tahu cara agar bisa lebih produktif setiap harinya. Beberagai tools produktivitas saya beli. Berbagai macam buku tentang produktivitas saya beli. Tapi, gak ngefek.... 🙈 #tepukjidat

Usut demi usut, masalah terbesarnya bukan di luar, tapi ada di dalam diri sendiri. Ya, saya tidak punya alasan cukup kuat kenapa harus begitu produktif setiap harinya. Efeknya, nunda-nunda terus. Dalam bahasa psikologis, namanya prokrastinasi.

Setelah menyadari hal itu, akhirnya saya mencoba dan berusaha keras untuk berubah. Alhasil, setelah berjuang mati-matian, dibandingkan orang-orang terdekat, produktivitas saya terbilang cukup tinggi. Qodarullah...

Izin Allah, 9 buku behasil saya tulis dalam 6 tahun terakhir. 5 ebook gratis sudah saya tulis sejauh ini. Sertifikasi Hypnosis, Hypnoterapist, NLP, Public Speaking, dll, sudah saya ambil. 30 keilmuan bisnis dan internet marketing sudah saya pelajari. Ribuan buku dalam dan luar negeri sudah saya baca. Ratusan status Facebook beredukasi tinggi sudah saya post. Puluhan ecourse dalam dan luar negeri sudah saya ikuti. dst. Alhamdulillah...

Apa rahasianya?

Let me tell you what I do...

Pertama, IMPIAN BESAR.

Apa impian terbesar Anda dalam hidup?

Cobalah buat 1 angka. Angka yang memaksa Anda untuk terus melakukan tindakan yang menantang setiap harinya.

Misal, 1 triliyun per tahun, 10.000 kamar kos-kosan, 1000 properti di 40 kota, 100 bisnis sebelum 40 tahun, atau apapun itu.

Alhasil, harus besar, kudu membuat pikiran Anda berkontraksi setiap hari.

Kita yang senantiasa menunda-nunda pekerjaan, biasanya terlalu nyaman dengan keadaan. Impiannya terlalu kecil.

Salah satu kawan dekat saya, omsetnya sebulan udah miliaran, mobilnya mewah, rumahnya megah, tapi hidupnya gitu-gitu aja, seakan terbuai dengan pencapaian hidup yang menurut saya belum seberapa. Ini bahaya. Zona nyaman itu bahaya. Yang membuat zona nyaman bahaya ya karena kenyamanannya itu.

Growing or Dying!
Kalau gak tumbuh, mati...

Seseorang yang terbuai dalam zona nyaman, dia sebenarnya sedang berada dalam kemunduran...

Karenanya, ayo buat impian besar.

Impian yang menantang Anda untuk mencapainya. Angka yang memaksa Anda untuk bergerak setiap harinya. Tindakan yang menantang Anda untuk makin menggila dalam kebaikan.

Kedua, ALASAN KUAT.

Anthony Robbins pernah bilang, tidak ada orang yang tidak memiliki motivasi, yang ada hanyalah mereka yang tidak punya alasan kuat untuk bergerak.

Jika impian sering diidentikkan dengan angka-angka, maka alasan sering digambarkan dengan sosok tertentu.

Ya, cobalah jawab pertanyaan berikut ini.

Demi siapa Anda sukses?
Demi siapa Anda rela capek-capek kerja setiap hari?
Demi siapa Anda berjuang mati-matian setiap hari?

Demi siapa...

Ya, tentu demi orang-orang tercinta, bukan?

Anak kita...
Pasangan kita...
Orang tua kita...

Ya, mereka adalah sumber energi dan alasan terbesar kita dalam bergerak.

Sayangnya, jika hanya tiga sosok itu saja, tidak cukup. Karena banyak orang di luar sana, mereka sudah mampu memberikan nafkah terbaik untuk anak, pasangan, dan orang tuanya, tapi selesai disitu saja.

Maka, kita harus menambah 1 sosok dalam hidup kita. Siapa itu?

Orang-orang di sekitar kita...
Saudara-saudara kita...
Ummat Islam... Bangsa Indonesia...

Ya, income 100 juta lebih dari cukup untuk menghidupi anak, pasangan, dan orang tua kita, tapi tak akan pernah cukup untuk menghidupi jutaan orang di Indonesia...

Mereka harus menjadi alasan terkuat kita dalam bergerak. Sehingga saat kita berada dalam prokrastinasi, atau merasa tidak produktif, energi mereka jauh lebih besar buat kita dibandingkan penundaannya itu sendiri.

Ayo pikirkan saudara-saudara kita...

Banyak dari mereka yang hidupnya lebih menderita dari kita...

Banyak dari mereka yang kebingungan mau makan apa...

Banyak dari mereka yang kesulitan menjemput rezeki dari-Nya...

Ayo kita bantu. Jadilah manusia terbaik. Mereka yang bermanfaat untuk sesama...

Ketiga, MENGINGAT KEMATIAN.

Bagi saya, ini adalah energi terbesar kenapa kita harus menyegerakan kebaikan dan tidak menunda-nunda lagi.

Seringkali kita berpikir gini:

"Ah, besok aja deh..."
"Masih ada besok, nyantai aja..."
"Kalau bisa dikerjain besok, ngapain sekarang..."

Ah, itu adalah beberapa alasan yang seringkali terucap dan keluar dari mulut orang yang suka nunda-nunda dan kehilangan produktivitas. Padahal, mereka gak sadar, kematian bisa datang kapan saja. Seakan mereka yakin bahwa akan diberi umur panjang, sampai esok hari...

2 hari yang lalu Saya kehilangan ayah mertua saya (abah, ayahnya istri).

Saya benar-benar kaget dan terpukul. Padahal, seminggu sebelumnya, abah & mamah baru saja mengurus paspor untuk keberangkatan umroh bulan depan. Tapi Allah berkata lain, Allah memanggilnya. Koper umroh yang ada di rumah membuat air mata saya terus mengalir setiap kali menatapnya. Innalillahi wa inna ilaihi roojiun... 😭😭😭

Kematian menjadi sinyal dan pengingat terbaik untuk kita agar senantiasa berbuat kebaikan. Setiap harinya. Bekal akhirat kelak.

Yuk jangan nunda-nunda lagi...

Tundalah penundaanmu. Sampai kapan? Sampai ajal tiba...

Semoga Allah memberkati dan melapangkan rezeki, waktu, dan usia kita untuk senantiasa melakukan kebaikan.

By Dewa Eka P.

Monday, January 15, 2018

Bukan sekedar kaya

Bagi saya, "Bukan sekadar kaya. Periksa kembali niat dan caranya."

Begini. Kaya itu bukan soal akumulasi harta, melainkan soal distribusi harta. Hendaknya begitu. Dengan kata lain, yang dipikirkan itu sesama, bukan dirinya dan keluarganya saja. Manfaat, manfaat, manfaat.

Terus, gimana dengan kebahagiaan?

Miskin, bahagia. Kaya, bahagia. Tapi kalau kaya, kita bisa membahagiakan orang banyak. Right? Bikin berbagai program sosial, mulai dari sekolah, klinik, rumah sakit, rumah ibadah, sport centre, dll. Maka, niatkan untuk kaya. Niatkan, ikhtiarkan!

Satu lagi. Sebaik-baik harta berada di tangan orang beriman. Ini pesan Nabi. Kenapa? Agar orang baik-baik yang mengendalikan peradaban. Bukankah ini teramat penting? Nggak perlu nanya lagi!

Kalau kita lemah, maaf, maka kita akan dikendalikan. Ingat, orang beriman yang kuat lebih disukai Allah. Hm, kuat apanya? Kuat fisiknya, finansialnya, ilmunya, imannya, dan amalnya. Bantu share ya tulisan ini.

Kalau kaya, terus sombong, gimana tuh? Segerobak contoh orang miskin yang sombong. Itu mah tergantung orangnya. Insya Allah teman-teman di sini istimewa. Kaya, baik hati, tidak sombong, dan suka menabung. Hehehe.

Pikirkan lagi. Soal kaya. Fasilitas pendidikan seperti apa yang ingin kita berikan buat anak-anak kita? Fasilitas kesehatan seperti apa yang ingin kita berikan buat keluarga kita? Sebisanya beri yang terbaik. Meski itu relatif lebih mahal.

Think.

Thursday, November 9, 2017

Syair: Pemuda Muslim

Hasyim Asyaari

disampaikan ulang oleh: Ustadz Budi Ashari
Youtube: "Ust Budi Ashari: Membangun Karakter Anak Muda Muslim"

Syair Pemuda Islam
Akankah masa lalu yang gemilang itu akan kembali?
SUngguh saya larut kepada masa lalu kebesaran islam itu
Karena kami pernah membangun sekian masa lamanya kebesaran dimuka bumi ini,
Yang ditopang oleh anak-anak muda, miliki cita yang sangat tinggi

Anak-anak muda yang melalui jalur-jalur sulit tapi mereka berhasil menaklukannya,
dan mereka tidak mengenal Islam, hanya ini agama
Kalau siang hari, kalian saksikan mereka adalah para kesatria yang menggedor
benteng-benteng kekafiran dan kemunafikan
tapi kalau dimalam hari, kalian tidak akan jumpai mereka, kecuali sedang bersujud
kepada Allah Subhanahuwataala

Begitulah islam melahirkan generasi ini, para pemuda yang ikhlas
yang merdeka dan penuh amanah

sumber;

Monday, October 30, 2017

20 PRINSIP BISNIS

Oleh : Ust. ABU SYAUQI (pemilik belasan perusahaan)

1. Bisnis itu bisa besar jika niatnya untuk berjihad, niat berjihad inilah yg membuat uang itu datang, bukan karena dagangnya, niat jihad akan menjaga kita dari cara2 yg melanggar syariat, menjaga kita dari mengambil harta haram dan syubhat.

2. Semakin kita tidak tertarik dengan uang, uang justru datang berlimpah kepada kita. Semakin kita tertarik kepada uang, uang bersembunyi dari kita.

3. Bisnis yang barokah sejatinya tidak mengganggu ibadah kita, tidak membuat kita semakin jauh dari Allah dan dakwah, tidak merusak ukhuwah kita.

4. Jangan serakah, berilah kesempatan karyawan kita untuk turut serta menjadi pemilik bisnis, berikan saham gratis kepada karyawan yang terbukti loyalitasnya.

5. Jadikan ALLAH sebagai mentor bisnis dan kehidupan kita, dialah MAHA MENTOR.

6. Bergaullah dengan org lain, namun tidak lebur.

7. Ubahlah mindset, masuklah ke mindset orang kaya, 95% sukses bisnis ditentukan oleh mindset 5% berasal dari skill.

8. Banyak dari kita, berbisnis tapi mindsetnya masih karyawan, karyawan melihat uang untuk konsumtif, bisnisman melihat uang untuk investasi. Ini mindset.

9. Tuliskan cita-cita , target hidup kita, tempellah di kamar, bacalah setiap pagi sebelum berangkat dari rumah dan berdoalah semoga Allah ijabah

10. Tidak masalah kepunyaan kita diambil org lain, YANG PENTING KITA TIDAK MENGAMBIL MILIK ORANG LAIN.

11. Kosongkan hati dari keinginan terhadap uang dan dunia, ambil seperlunya saja, jika ada kelebihan, berbagilah kepada yang membutuhkan,  insya Allah dunia dan kekayaan akan menghampiri.

12. Berbisnislah karena memikirkan Dakwah, umat dan agama Allah, bukan hanya bisnis untuk penuhi kebutuhan anak istri, kalo kita memikirkan jamaah dan umat maka anak dan istri juga termasuk di dalamnya.

13. Bisnis itu WOL dan UOL
WOL = Waktu Orang Lain
UOL = Uang Org Lain

14. Sikap terhadap Kegagalan :
Hanya mereka yang berani gagal besar-besaran yang akan bisa sukses besar-besaran. (Robert F. Kennedy)

15. Gagal dan sukses itu berjalan searah, bukan gagal ke utara, sukses ke selatan. kesuksesan yang besar hanya akan datang setelah kita melewati kegagalan yg besar pula.

16. Anda yang lebih berani gagal = Lebih mungkin sukses duluan.

17. Good leader are good reader

18. Uang itu gagasan ... uang itu ide.

19. Menjadi pengusaha dan menjadi kaya itu bukan pekerjaan sulit, karena belum tahu ilmunya.

20. Berilah space pengusaha dalam pikiran kita.

Semoga bermanfaat untuk kita semua yang ingin mengembangkan usaha atau bisnisnya.                    *PYM | NurBuwah*