Bagi saya, "Bukan sekadar kaya. Periksa kembali niat dan caranya."
Begini. Kaya itu bukan soal akumulasi harta, melainkan soal distribusi harta. Hendaknya begitu. Dengan kata lain, yang dipikirkan itu sesama, bukan dirinya dan keluarganya saja. Manfaat, manfaat, manfaat.
Terus, gimana dengan kebahagiaan?
Miskin, bahagia. Kaya, bahagia. Tapi kalau kaya, kita bisa membahagiakan orang banyak. Right? Bikin berbagai program sosial, mulai dari sekolah, klinik, rumah sakit, rumah ibadah, sport centre, dll. Maka, niatkan untuk kaya. Niatkan, ikhtiarkan!
Satu lagi. Sebaik-baik harta berada di tangan orang beriman. Ini pesan Nabi. Kenapa? Agar orang baik-baik yang mengendalikan peradaban. Bukankah ini teramat penting? Nggak perlu nanya lagi!
Kalau kita lemah, maaf, maka kita akan dikendalikan. Ingat, orang beriman yang kuat lebih disukai Allah. Hm, kuat apanya? Kuat fisiknya, finansialnya, ilmunya, imannya, dan amalnya. Bantu share ya tulisan ini.
Kalau kaya, terus sombong, gimana tuh? Segerobak contoh orang miskin yang sombong. Itu mah tergantung orangnya. Insya Allah teman-teman di sini istimewa. Kaya, baik hati, tidak sombong, dan suka menabung. Hehehe.
Pikirkan lagi. Soal kaya. Fasilitas pendidikan seperti apa yang ingin kita berikan buat anak-anak kita? Fasilitas kesehatan seperti apa yang ingin kita berikan buat keluarga kita? Sebisanya beri yang terbaik. Meski itu relatif lebih mahal.
Think.
No comments:
Post a Comment