Monday, May 27, 2019
:Ilmu HRD dari Linkedin 25 Mei 2109:
*Akun Linkedin Nani Savitri, 25 Mei 2019*
Jika ditanya, kenapa kamu keluar dari pekerjaanmu yang sekarang? saya lihat kamu sudah berpengalaman disana? pasti posisi kamu juga sudah "Up" kenapa kamu keluar?
ini pertanyaan yang paling buat bimbang
jika dijawab dengan jujur kesannya menjatuhkan atau kurang bersyukur
jika dijawab biasa-biasa saja kesannya tidak berambisi.
bantu sharing bagaimana menyikapi pertanyaan serupa, padahal sudah menjadi diri sendiri. Bantu pencerahan ya rekan-rekan linked
terima kasih
mohon pencerahan bapak dan ibu
*Respon oleh Akun Linkedin Wisudho Harsanto*
Saya kok meragukan sudah jadi diri sendiri, mbak Nani Savitri. Ketika sudah jadi diri sendiri, sikapnya sepatutnya jujur dan sudah jelas . Ayo dipilih:
1. Keluar, karena habis tantangan, sudah "lulus" naik kelas dan tak tersedia kelas yg lebih tinggi, apapun penyebabnya. Jadi boring
2. Keluar, karena mau kontribusi terhalang: tak cukup dukungan sumberdaya, apapun bentuknya. Garing.
3. Keluar, karena alasan non-job, semisal situasi dikeluarga yang memicu cari solusi baru.
4. Keluar, karena memang ingin istirahat, recharge battery, dan cari horison sama sekali baru. Mau jadi full time mother, misalnya.
5. Keluar, model anak zaman now : pengen aja! Gimana ntar.
Selebihnya, mengemas dengan cara2 berkomunikasi yang pas untuk audiencenya.
Berambisi itu, jika dicecar sana sini, ditelisik kanan kiri, tetap tegar: Saya mau ambil keputusan ini. Enggak kayak layangan putus diterpa angin ngikut aja.
Tabik, demikian komentar saya.
Suka membaca dan menulis baik diatas kertas atau dalam bentuk ketikan dalam PC atau laptop.
Tulisan ini murni untuk diri sendiri. Ketika membuka file lama ini entah kapan, 1, 2, 5, 10, 20 30 atau 50 tahun lagi bahwa tulisan ini semata untuk diri sendiri sewaktu waktu bisa dibaca kembali.
Dan mencoba mempraktekkan kata bijak, pakailah waktu mu yang bisa membuat mu Besar di masa depan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment