Thursday, July 21, 2016

Ke Manakah Kulabuhkan Hati Ini?

Buku: Ke Manakah Kulabuhkan Hati Ini?
Bab: Menikahlah! Karena Allah Selalu Punya Rencana yang Jauh Lebih Baik
Hal. 104-106

Hati-hati! Nasihat Iblis itu Kelihatan Baik

"Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam sorga)". Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah Termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua" (Q.S. Al A'raf 20-21).

Kelihatannya iblis seperti ingin menolong Adam dan Hawa. Kelihatannya ia baik sekali. Yang terjadi sesungguhnya justeru ia menjebak Adam dan Hawa dengan kekekalan materi. Jebakan yang akan sama miripnya dengan apa yang akan dibisikkan kepada anak cucu Adam. Jebakan yang seolah-olah perintah Allah itu salah. Sebuah jebakan yang menyentuh fitrah kebutuhan manusia. Keabadian, takut tua, tidak ingin sebuah kenangan berakhir, ingin terus merasakan kesenangan dan keindahan. Dia menutup dengan pengakuan bahwa dirinya adalah seorang penasehat.

Jebakan-jebakan Nasehat "Gajimu Ga Akan Cukup, Anak Istrimu Mau Dikasih Makan Apa?

Hmmm bener juga. Gaji cuma 2 juta. Sendiri saja rasanya masih sering terasa kurang. Bagaimana kalau berdua? Itu artinya 2 juta dibagi dua kepala! Belum lagi nanti buat ke perlu dan keperluan lain kalau sudah punya anak. Apa tidak menzalimi namanya? Bukankah Allah tidak suka dengan hamba-hamba yang berperilaku zalim?

Dari dulu sejak Adam dan Hawa ketika iblis menjebak mereka berdua selalu saja esensi jebakan itu sama. Ia akan masuk dari unsur materi dan selanjutnya nasihat dengan pembenaran logika.  Yang semuanya akan kelihatan benar dan baik. Tapi yang terjadi sebenarnya adalah menghindar dari perintah Allah dan melanggar laranganNya.

Nasihat Finansial dari Langit untuk yang Akan Menikah

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu uang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurniaNya. Dan Allah Maha luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui". (Q.S.AN-NUR: 32).

Berkaitan ayat tersebut, Umat bin Khattab r.a berkomentar, "Aku heran dengan orang yang tidak mau mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman: Jika mereka miskin, maka Allah akan membuat mereka kaya dengan KeutamaanNya"

"Tiga golongan yang wajib yang Aku (Allah) menolongnya,  salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya". (HR. Tarmidzi)

"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi Rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar". (Q.S Al-Israa: 31)

Lihatlah janji Allah tersebut, jangan kamu khawatir dengan anak-anakmu apalagi sampai berpikir untuk membunuhya karena kesulitan secara ekonomi.

Karena Allah yang akan memberikan rezki kepada mereka juga kepadamu. Ini adakah jaminan langsung dari Allah SWT untuk rezki anak dan kedua orang tuanya.

Thursday, May 26, 2016

Wahai Anakku, Bagaimana Kabar Ilmumu..?


“Wahai putraku, tuntutlah ilmu, dan aku siap membiayaimu dari pintalanku.

Wahai putraku, jika engkau telah mencatat sepuluh kalimat, maka perhatikan:

Apakah engkau bertambah takut, sabar, dan sopan? 

Jika engkau tidak demikian, maka ketahuilah bahwa semua kalimat tadi akan membahayakanmu dan tidak bermanfaat bagimu.” (Riwayat Imam Ahmad).

Perhatikanlah nasihat seorang Ibu kepada putranya di atas. Resapi kata demi kata yang menyertainya.

Bahasa yang sangat sederhana, namun sarat makna.

Nasihat yang lahir dari kekhawatiran akan manfaat ilmu yang anaknya pelajari.

Nasihat yang lahir dari rasa peduli dan kasih sayang yang tinggi,

Nasihat yang lahir dari nilai Islam yang melekat dalam diri,

Hingga tak ingin ananda tercintanya melakukan kesia-siaan dalam waktu hidupnya.



Wahai Ibu...

Ibu di manapun di seluruh dunia,

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita ada mengontrol setiap informasi diterimanya?


Tahukah siapa sebenarnya Ibu dengan nasihat luar biasa di atas?
Dialah Ibunda Sofyan  Ats Sauri
Sufyan Ats Tsauri tercatat sebagai adalah salah seorang tokoh ulama teladan dari Kufah,
Imam dalam bidang hadits juga bidang keilmuan lainnya, 
Terkenal sebagai pribadi yang wara' (sangat hati-hati), zuhud, dan seorang ahli fiqih,
‘Ulama yang selalu ingat untuk mengamalkan ilmunya.

Wahai Ibu….
Jangan biarkan kisah ini berlalu begitu saja,

Kini saatnya kita yang bertanya,
Apa kabar ilmumu, anakku?

Manfaatkah dia bagi akhlaqmu?

Karena Nak, Ilmu itu terlihat dari amalmu.



-end-



disadur sebagian dari Parenting Nabawiyah

Tuesday, February 23, 2016

Sejarah Orang Sukses "Menunda Bicara Setahun"

Al Hasan Al Bashri rahimahullah, imam besar Tabi'in didatangi oleh seorang budak. Hari itu sudah memasuki bulan berkah Ramadhan. Budak itu  meminta kepada Al Hasan di masjid untuk ceramah tentang keutamaan membebaskan budak di Bulan Ramadhan.
Al Hasan diam...

Hari kedua, budak itu datang lagi dan meminta hal yg sama kepada Al Hasan.
Al Hasan pun masih diam...

Hari ketiga, budak itu datang lagi dan meminta hal yg sama kepada Al Hasan.
Al Hasan tetap diam...

Dan Ramadhan pun berlalu, tidak sekali pun Al Hasan bicara tentang keutamaan membebaskan budak di Bulan berkah itu.
Setahun berlalu....
Ramadhan datang menyapa kembali.
Malam tarawih pertama, Al Hasan ceramah tentang keutamaan membebaskan budak di Bulan Ramadhan.

Apa hasilnya?
Tak ada satu pun tuan di masjid itu kecuali membebaskan budaknya.
"Imam, mengapa setahun yg lalu aku sudah memintau engkau bicara tetapi baru tahun ini engkau menyampaikannya?"
Imam Al Hasan Al Bashri menjawab: "Tahun lalu aku blm punya uang. Tahun ini aku dikarunia rizki hingga aku bisa membeli budak dan membebaskannya. Baru aku bicara."

Dahsyatnya keteladanan yang mengawali pengajaran...
Menunda setahun lebih baik, daripada hari ini hanya retorika belaka...

sumber: Parenting Nabawiyah, ditulis oleh Ust. Budi Ashari, Lc, sedikit diedit pada judulnya.

Friday, November 20, 2015

penyebab suatu grup tidak aktif

pada era kekinian dan sifat dasar manusia teknologi dan aktifitas berkumpul saling bertukar pendapat serta saling bekerjasama tidaklah bisa dipungkiri. Tidak hanya didunia nyata dibutuhkan forum tersebut, di dunia maya (dunia offline) pun juga.

Semestinyalah suatu perkumpulan lebih banyak diera sebenarnya (baca: alam dunia, bukan alam maya :D). Berikut penyebab-penyebab suatu grup online "mati" dan ini berlaku juga grup yang dibentuk di alam sebenarnya #cieelaah, bahasanyeee.

Cekidoot...

diantaranya:
1. Topik / Tema antar anggota grup tidak saling nyambung.
2. Walaupun topik / tema nya saling nyambung, tema yang dibicarakan tidak ada.
3. Moderator / personal yang aktif tidak ada di dalam grup
4. Tujuan dibuat grup tidak jelas.
5. Topik / Tema dalam grup tidak berkesinambungan dan tidak bervariasi.

demikian beberapa poin-poinnya..
-hatur nuwun-

Wednesday, October 21, 2015

Istighfar

Wahai orang yang Dililit Kefakiran.
Beristighfarlah.

Wahai Orang yang didera rasa sakit,
Beristighfarlah.

Wahai orang dirudung duka.
Beristighfarlah.

Wahai orang yang bertumpah-tumpah kesedihannya.
Beristighfarlah.

Wahai orang yang sempit hatinya.
Beristighfarlah.

Wahai orang yang menangis karena dosa-dosa.
Beristighfarlah.

Kekayaan, pertolongan, kemenangan, kesuskesan, kepahaman, kemuliaan, kelapangan dan kemudahan 
Ada pada Istighfar..

Sunday, September 20, 2015

doa seorang teman

Menyambung bio, ada sedikit catatan yang pernah sy tulis ulang dibuku. 
catatan berikut merupakan satu dari banyak catatan berisi nasihat yang dikirimkan Saudara laki-laki sy melalui s.m.s . kadang dikirimkan berisikan nasihat ataupun motivasi. 

Teman yang menjadi saudara. seakan kami satu pertalian darah.
Semoga keselamatan kerahmatan dan keberkahan tercurah untuk mu dan sekeluarga. aamin,


Robbi,
Aku titipkan rindu untuk Saudaraku tercinta ini. Jadikan ia ahli syurga. Jadikan ia pribadi yang sholih dan kholifah yang amanah.

Ya Allah
Sayangi dan cintailah ia, ampuni dosanya, tinggikan derajatnya dan berkahilah keluarganya.

Ya Rabb
Taburkan kesabaran disepanjang jalan hidupnya & ridhoi persaudaraan kami ini. Aamiin.

Saturday, August 29, 2015

kutipan doa bersyukur dalam Al-Quran

  




Bagi umat muslim, tidak dipungkiri Al-Quran menjadi pedoman dalam hidup. Bersyukur salah satu andalan seorang muslim dalam mendapat nikmat selain sabar. Sabar diandal/menjadi dominan disaat seorang muslim dalam keadaan susah. Mungkin banyak bisa ditemukan doa-doa yang isinya mengenai rasa syukur. Doa rasa syukur antara makhluk kepada Tuhannya. Contoh sederhana ada pada doa/bacaan yang sering kita ulang-ulang pada sholat, yaitu pada saat membaca Alfatihah. Kata syukur terdapat pada ayat ke-2, dengan arti "Segala Puji bagi Allah, Tuhan semesta alam".

Selain dalam Alfatihah, ane nemuin juga nih. Isinya mengenai kisah Nabi Sulaiman AS disaat melewati kerumunan semut dan mendengar komando dari semut untuk beritahu kerekan-rekannya agar masuk kedalam sarang-sarang mereka agar tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentara, Namun seketika itu Nabi Sulaiman berkata,

QS: An-Naml ayat 19
"maka dia tersenyum dengan tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Dan ia berdoa, "Ya Tuhan-ku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri Nikmat-mu yang telah Engkau Anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku  dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau Ridai; dan masukkanlah aku dengan Rahmat-mu ke dalam golongan Hamba-Hamba-Mu yang shaleh"

ps:
agar menjadi referensi rujukan dalam berdoa ya,
jika ada tambahan doa mengenai syukur dalam Al-Quran, sog monggo ditambahin..
Hatur Nuhun

-tambahan-
nh tambahan quote :D