“Wahai putraku, tuntutlah ilmu, dan aku siap membiayaimu dari pintalanku.
Wahai putraku, jika engkau telah mencatat sepuluh kalimat, maka perhatikan:
Apakah engkau bertambah takut, sabar, dan sopan?
Jika engkau tidak demikian, maka ketahuilah bahwa semua kalimat tadi akan membahayakanmu dan tidak bermanfaat bagimu.” (Riwayat Imam Ahmad).
Perhatikanlah nasihat seorang Ibu kepada putranya di atas. Resapi kata demi kata yang menyertainya.
Bahasa yang sangat sederhana, namun sarat makna.
Nasihat yang lahir dari kekhawatiran akan manfaat ilmu yang anaknya pelajari.
Nasihat yang lahir dari rasa peduli dan kasih sayang yang tinggi,
Nasihat yang lahir dari nilai Islam yang melekat dalam diri,
Hingga tak ingin ananda tercintanya melakukan kesia-siaan dalam waktu hidupnya.
Wahai Ibu...
Ibu di manapun di seluruh dunia,
Bagaimana dengan kita?
Apakah kita ada mengontrol setiap informasi diterimanya?
Apakah kita ada mengontrol setiap informasi diterimanya?
Tahukah siapa sebenarnya Ibu dengan nasihat luar biasa di atas?
Dialah Ibunda Sofyan Ats Sauri
Sufyan Ats Tsauri tercatat sebagai adalah salah seorang tokoh ulama teladan dari Kufah,
Imam dalam bidang hadits juga bidang keilmuan lainnya,
Terkenal sebagai pribadi yang wara' (sangat hati-hati), zuhud, dan seorang ahli fiqih,
‘Ulama yang selalu ingat untuk mengamalkan ilmunya.
Dialah Ibunda Sofyan Ats Sauri
Sufyan Ats Tsauri tercatat sebagai adalah salah seorang tokoh ulama teladan dari Kufah,
Imam dalam bidang hadits juga bidang keilmuan lainnya,
Terkenal sebagai pribadi yang wara' (sangat hati-hati), zuhud, dan seorang ahli fiqih,
‘Ulama yang selalu ingat untuk mengamalkan ilmunya.
Wahai Ibu….
Jangan biarkan kisah ini berlalu begitu saja,
Kini saatnya kita yang bertanya,
Apa kabar ilmumu, anakku?
Apa kabar ilmumu, anakku?
Manfaatkah dia bagi akhlaqmu?
Karena Nak, Ilmu itu terlihat dari amalmu.
-end-
disadur sebagian dari Parenting Nabawiyah
No comments:
Post a Comment