Buku: Ke Manakah Kulabuhkan Hati Ini?
Bab: Menikahlah! Karena Allah Selalu Punya Rencana yang Jauh Lebih Baik
Hal. 104-106
Hati-hati! Nasihat Iblis itu Kelihatan Baik
"Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam sorga)". Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah Termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua" (Q.S. Al A'raf 20-21).
Kelihatannya iblis seperti ingin menolong Adam dan Hawa. Kelihatannya ia baik sekali. Yang terjadi sesungguhnya justeru ia menjebak Adam dan Hawa dengan kekekalan materi. Jebakan yang akan sama miripnya dengan apa yang akan dibisikkan kepada anak cucu Adam. Jebakan yang seolah-olah perintah Allah itu salah. Sebuah jebakan yang menyentuh fitrah kebutuhan manusia. Keabadian, takut tua, tidak ingin sebuah kenangan berakhir, ingin terus merasakan kesenangan dan keindahan. Dia menutup dengan pengakuan bahwa dirinya adalah seorang penasehat.
Jebakan-jebakan Nasehat "Gajimu Ga Akan Cukup, Anak Istrimu Mau Dikasih Makan Apa?
Hmmm bener juga. Gaji cuma 2 juta. Sendiri saja rasanya masih sering terasa kurang. Bagaimana kalau berdua? Itu artinya 2 juta dibagi dua kepala! Belum lagi nanti buat ke perlu dan keperluan lain kalau sudah punya anak. Apa tidak menzalimi namanya? Bukankah Allah tidak suka dengan hamba-hamba yang berperilaku zalim?
Dari dulu sejak Adam dan Hawa ketika iblis menjebak mereka berdua selalu saja esensi jebakan itu sama. Ia akan masuk dari unsur materi dan selanjutnya nasihat dengan pembenaran logika. Yang semuanya akan kelihatan benar dan baik. Tapi yang terjadi sebenarnya adalah menghindar dari perintah Allah dan melanggar laranganNya.
Nasihat Finansial dari Langit untuk yang Akan Menikah
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu uang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurniaNya. Dan Allah Maha luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui". (Q.S.AN-NUR: 32).
Berkaitan ayat tersebut, Umat bin Khattab r.a berkomentar, "Aku heran dengan orang yang tidak mau mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman: Jika mereka miskin, maka Allah akan membuat mereka kaya dengan KeutamaanNya"
"Tiga golongan yang wajib yang Aku (Allah) menolongnya, salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya". (HR. Tarmidzi)
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi Rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar". (Q.S Al-Israa: 31)
Lihatlah janji Allah tersebut, jangan kamu khawatir dengan anak-anakmu apalagi sampai berpikir untuk membunuhya karena kesulitan secara ekonomi.
Karena Allah yang akan memberikan rezki kepada mereka juga kepadamu. Ini adakah jaminan langsung dari Allah SWT untuk rezki anak dan kedua orang tuanya.
No comments:
Post a Comment