Monday, September 5, 2016

Cinta tidak perlu dibangun oleh lamanya perjalanan

Cinta tidak perlu dibangun oleh panjangnya waktu perkenalan, tapi oleh kesesuaian jiwa.

Kalau jiwanya saling mendamaikan dan tak ingin terpisah, tidak perlu lama-lama.

Justru yang lama, semakin meragukan.

Dan kalau memang serius, akan ada ketegasan untuk menyatukan secara resmi.

Sejuta janji tidak ada nilainya, jika dikatakan oleh orang yang tidak jelas tanggung-jawabnya.

Mario Teguh

Thursday, August 18, 2016

Delapan Manfaat Menulis

Pertama,
sebagai media komunikasi lintas generasi (keyword: prasasti)

Kedua,
Salah satu cara mencegah pikun (keyword: syaraf motorik & bahasa verbal)

Ketiga,
Sharing pengetahuan (keyword: hardcopy dan softcopy)

Keempat,
Sarana belajar mengajar yang efektif (keyword: ilmu ibarat hewan buruan; menulis ibarat tali pengikat)

Kelima,
Sarana menuangkan ekspresi

Keenam,
Penilaian (keyword: penilaian pembaca kepada penulis)

Ketujuh,
Berfungsi sebagai rekaman (keyword: penemuan ilmiah dan teknologi)

Kedelapan,
Menulis untuk ke-abadian (keyword: amal jariyah)

Udahh,
Segini aja dulu yg bisa kecatet 😁

Thursday, July 21, 2016

Ke Manakah Kulabuhkan Hati Ini?

Buku: Ke Manakah Kulabuhkan Hati Ini?
Bab: Menikahlah! Karena Allah Selalu Punya Rencana yang Jauh Lebih Baik
Hal. 104-106

Hati-hati! Nasihat Iblis itu Kelihatan Baik

"Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam sorga)". Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah Termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua" (Q.S. Al A'raf 20-21).

Kelihatannya iblis seperti ingin menolong Adam dan Hawa. Kelihatannya ia baik sekali. Yang terjadi sesungguhnya justeru ia menjebak Adam dan Hawa dengan kekekalan materi. Jebakan yang akan sama miripnya dengan apa yang akan dibisikkan kepada anak cucu Adam. Jebakan yang seolah-olah perintah Allah itu salah. Sebuah jebakan yang menyentuh fitrah kebutuhan manusia. Keabadian, takut tua, tidak ingin sebuah kenangan berakhir, ingin terus merasakan kesenangan dan keindahan. Dia menutup dengan pengakuan bahwa dirinya adalah seorang penasehat.

Jebakan-jebakan Nasehat "Gajimu Ga Akan Cukup, Anak Istrimu Mau Dikasih Makan Apa?

Hmmm bener juga. Gaji cuma 2 juta. Sendiri saja rasanya masih sering terasa kurang. Bagaimana kalau berdua? Itu artinya 2 juta dibagi dua kepala! Belum lagi nanti buat ke perlu dan keperluan lain kalau sudah punya anak. Apa tidak menzalimi namanya? Bukankah Allah tidak suka dengan hamba-hamba yang berperilaku zalim?

Dari dulu sejak Adam dan Hawa ketika iblis menjebak mereka berdua selalu saja esensi jebakan itu sama. Ia akan masuk dari unsur materi dan selanjutnya nasihat dengan pembenaran logika.  Yang semuanya akan kelihatan benar dan baik. Tapi yang terjadi sebenarnya adalah menghindar dari perintah Allah dan melanggar laranganNya.

Nasihat Finansial dari Langit untuk yang Akan Menikah

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu uang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurniaNya. Dan Allah Maha luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui". (Q.S.AN-NUR: 32).

Berkaitan ayat tersebut, Umat bin Khattab r.a berkomentar, "Aku heran dengan orang yang tidak mau mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman: Jika mereka miskin, maka Allah akan membuat mereka kaya dengan KeutamaanNya"

"Tiga golongan yang wajib yang Aku (Allah) menolongnya,  salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya". (HR. Tarmidzi)

"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi Rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar". (Q.S Al-Israa: 31)

Lihatlah janji Allah tersebut, jangan kamu khawatir dengan anak-anakmu apalagi sampai berpikir untuk membunuhya karena kesulitan secara ekonomi.

Karena Allah yang akan memberikan rezki kepada mereka juga kepadamu. Ini adakah jaminan langsung dari Allah SWT untuk rezki anak dan kedua orang tuanya.

Thursday, May 26, 2016

Wahai Anakku, Bagaimana Kabar Ilmumu..?


Wahai putraku, tuntutlah ilmu, dan aku siap membiayaimu dari pintalanku.

Wahai putraku, jika engkau telah mencatat sepuluh kalimat, maka perhatikan:

Apakah engkau bertambah takut, sabar, dan sopan? 

Jika engkau tidak demikian, maka ketahuilah bahwa semua kalimat tadi akan membahayakanmu dan tidak bermanfaat bagimu.” (Riwayat Imam Ahmad).

Perhatikanlah nasihat seorang Ibu kepada putranya di atas. Resapi kata demi kata yang menyertainya.

Bahasa yang sangat sederhana, namun sarat makna.

Nasihat yang lahir dari kekhawatiran akan manfaat ilmu yang anaknya pelajari.

Nasihat yang lahir dari rasa peduli dan kasih sayang yang tinggi,

Nasihat yang lahir dari nilai Islam yang melekat dalam diri,

Hingga tak ingin ananda tercintanya melakukan kesia-siaan dalam waktu hidupnya.



Wahai Ibu...

Ibu di manapun di seluruh dunia,

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita ada mengontrol setiap informasi diterimanya?


Tahukah siapa sebenarnya Ibu dengan nasihat luar biasa di atas?
Dialah Ibunda Sofyan  Ats Sauri
Sufyan Ats Tsauri tercatat sebagai adalah salah seorang tokoh ulama teladan dari Kufah,
Imam dalam bidang hadits juga bidang keilmuan lainnya, 
Terkenal sebagai pribadi yang wara' (sangat hati-hati), zuhud, dan seorang ahli fiqih,
‘Ulama yang selalu ingat untuk mengamalkan ilmunya.

Wahai Ibu….
Jangan biarkan kisah ini berlalu begitu saja,

Kini saatnya kita yang bertanya,
Apa kabar ilmumu, anakku?

Manfaatkah dia bagi akhlaqmu?

Karena Nak, Ilmu itu terlihat dari amalmu.



-end-



disadur sebagian dari Parenting Nabawiyah

Tuesday, February 23, 2016

Sejarah Orang Sukses "Menunda Bicara Setahun"

Al Hasan Al Bashri rahimahullah, imam besar Tabi'in didatangi oleh seorang budak. Hari itu sudah memasuki bulan berkah Ramadhan. Budak itu  meminta kepada Al Hasan di masjid untuk ceramah tentang keutamaan membebaskan budak di Bulan Ramadhan.
Al Hasan diam...

Hari kedua, budak itu datang lagi dan meminta hal yg sama kepada Al Hasan.
Al Hasan pun masih diam...

Hari ketiga, budak itu datang lagi dan meminta hal yg sama kepada Al Hasan.
Al Hasan tetap diam...

Dan Ramadhan pun berlalu, tidak sekali pun Al Hasan bicara tentang keutamaan membebaskan budak di Bulan berkah itu.
Setahun berlalu....
Ramadhan datang menyapa kembali.
Malam tarawih pertama, Al Hasan ceramah tentang keutamaan membebaskan budak di Bulan Ramadhan.

Apa hasilnya?
Tak ada satu pun tuan di masjid itu kecuali membebaskan budaknya.
"Imam, mengapa setahun yg lalu aku sudah memintau engkau bicara tetapi baru tahun ini engkau menyampaikannya?"
Imam Al Hasan Al Bashri menjawab: "Tahun lalu aku blm punya uang. Tahun ini aku dikarunia rizki hingga aku bisa membeli budak dan membebaskannya. Baru aku bicara."

Dahsyatnya keteladanan yang mengawali pengajaran...
Menunda setahun lebih baik, daripada hari ini hanya retorika belaka...

sumber: Parenting Nabawiyah, ditulis oleh Ust. Budi Ashari, Lc, sedikit diedit pada judulnya.

Friday, November 20, 2015

penyebab suatu grup tidak aktif

pada era kekinian dan sifat dasar manusia teknologi dan aktifitas berkumpul saling bertukar pendapat serta saling bekerjasama tidaklah bisa dipungkiri. Tidak hanya didunia nyata dibutuhkan forum tersebut, di dunia maya (dunia offline) pun juga.

Semestinyalah suatu perkumpulan lebih banyak diera sebenarnya (baca: alam dunia, bukan alam maya :D). Berikut penyebab-penyebab suatu grup online "mati" dan ini berlaku juga grup yang dibentuk di alam sebenarnya #cieelaah, bahasanyeee.

Cekidoot...

diantaranya:
1. Topik / Tema antar anggota grup tidak saling nyambung.
2. Walaupun topik / tema nya saling nyambung, tema yang dibicarakan tidak ada.
3. Moderator / personal yang aktif tidak ada di dalam grup
4. Tujuan dibuat grup tidak jelas.
5. Topik / Tema dalam grup tidak berkesinambungan dan tidak bervariasi.

demikian beberapa poin-poinnya..
-hatur nuwun-

Wednesday, October 21, 2015

Istighfar

Wahai orang yang Dililit Kefakiran.
Beristighfarlah.

Wahai Orang yang didera rasa sakit,
Beristighfarlah.

Wahai orang dirudung duka.
Beristighfarlah.

Wahai orang yang bertumpah-tumpah kesedihannya.
Beristighfarlah.

Wahai orang yang sempit hatinya.
Beristighfarlah.

Wahai orang yang menangis karena dosa-dosa.
Beristighfarlah.

Kekayaan, pertolongan, kemenangan, kesuskesan, kepahaman, kemuliaan, kelapangan dan kemudahan 
Ada pada Istighfar..