Monday, August 16, 2021

Heraclius Pun Bingung Kenapa Romawi Bisa Kalah

Saat itu tahun 636 Masehi, Heraclius - Kaisar Romawi - merasa terheran-heran setelah mendapat kabar 250 ribu pasukannya dikalahkan 36 ribu tentara muslimin di Pertempuran Yarmuk. Ketika panglima-panglimanya sampai, Heraclius bertanya...


Heraclius: Celaka Kalian! Katakan padaku, bukankah mereka manusia seperti kalian?

Panglima Perang: Betul wahai Kaisar.

Heraclius: Siapa yang lebih banyak jumlahnya, kalian atau mereka?

Panglima Perang: Kami, wahai Kaisar.

Heraclius: Kalau begitu, kenapa bisa-bisanya kalian kalah?

Panglima Perang: "mereka bisa menang karena menyembang Tuhan dimalam hari, berpuasa di siangnya, menepati janjinya, mengerjakan yang ma'ruf dan meninggalkan yang mungkar"


sumber: ditulis ulang dari Instagram gen.saladin 15-08-21 

Thursday, April 16, 2020

Virus corona

Wabah ini tiap hari semakin mendekat dan belum bisa untuk dihentikan. Korban berjatuhan. Ritual beribadah pun berubah oleh Majelis Ulama Indonesia demi kemaslahatan orang banyak. Salah satunya: jumatan ditiadakan, durasi ceramah dan sholat diperpendek, jarak antar jama'ah dibuat jarang kurang lebih 1 m.
Dibilang takut dan yaaa...takut, ya bagaimana lagi. Waktu dan kejadian ini mesti dilewati. Ada Allah. Tp ada anjuran dari agama dan pemerintah yang sama, yaitu bertahan didalam rumah.

semoga kita semua dapat melewati peristiwa ini dengan baik dan semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat

Monday, January 6, 2020

Allah Sangat Sayang kepada Hamba-Nya Melebihi Kasih Sayang Ibu

Seorang hamba harus mengenal Rabb-nya, harus mengenal Allah, agar ia cinta kepada Allah dan Allah cinta kepadanya. Perlu diketahui dari salah satu sifat Allah bahwa Allah sangat sayang kepada hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya. Kita sangat tahu bagaimana kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang mungkin tidak ada tandingannya di dunia ini, akan tetapi kita sangat perlu tahu bahwa kasih sayang Allah melebihi itu semua.

Perhatikan hadits berikut, Dari Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu , beliau menuturkan:

ﻗﺪﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺳﺒﻲ، ﻓﺈﺫﺍ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺒﻲ ﻗﺪ ﺗﺤﻠﺐ ﺛﺪﻳﻬﺎ ﺗﺴﻘﻲ، ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪﺕ ﺻﺒﻴﺎً ﻓﻲ
ﺍﻟﺴﺒﻲ ﺃﺧﺬﺗﻪ، ﻓﺄﻟﺼﻘﺘﻪ ﺑﺒﻄﻨﻬﺎ ﻭﺃﺭﺿﻌﺘﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻨﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : (ﺃﺗﺮﻭﻥ ﻫﺬﻩ ﻃﺎﺭﺣﺔ ﻭﻟﺪﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ ). ﻗﻠﻨﺎ: ﻻ، ﻭﻫﻲ ﺗﻘﺪﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻻ ﺗﻄﺮﺣﻪ، ﻓﻘﺎﻝ: (ﻟﻠﻪ ﺃﺭﺣﻢ ﺑﻌﺒﺎﺩﻩ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺑﻮﻟﺪﻫﺎ


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kedatangan rombongan tawanan perang. Di tengah-tengah rombongan itu ada seorang ibu yang sedang mencari-cari bayinya.

Tatkala dia berhasil menemukan bayinya di antara tawanan itu, maka dia pun memeluknya erat-erat ke tubuhnya dan menyusuinya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada kami,
“Apakah menurut kalian ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?”

Kami menjawab, “Tidak mungkin, demi Allah. Sementara dia sanggup untuk mencegah bayinya terlempar ke dalamnya.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/41309-allah-sangat-sayang-kepada-hamba-nya-melebihi-kasih-sayang-ibu.html

Tuesday, July 30, 2019

Tafsir QS At Takatsur

Manusia banyak yang lalai karena kesibukannya saling berlomba meraih dunia. Ada yang rakus akan kedudukan atau kekuasaan. Ada juga yang saling menyombongkan diri dengan harta dan anaknya. Mereka barulah berhenti ketika sampai di liang lahat. Padahal semua nikmat kelak akan ditanya.
Allah Ta’ala berfirman,
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2) كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3) ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4) كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (5) لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (6) ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (7) ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (8)
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS. At Takatsur: 1-8).
Surat ini menjelaskan tentang orang-orang yang lalai dari beribadah kepada Allah. Padahal ibadah itulah tujuan diciptakannya manusia. Yang dimaksud di sini adalah beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada selain Allah, mengenal-Nya dan mendahulukan cinta Allah dari lainnya.
Manusia Menjadi Lalai
Manusia menjadi lalai karena waktunya hanya dihabiskan untuk membanggakan diri dengan harta. Berbangga di sini bisa jadi pada anak, harta, dan kedudukan. Sedangkan berlomba-lomba atau saling mengejar untuk meraih ridho Allah tidak termasuk di sini.
Terus Berbangga Hingga Ke Liang Lahat
Manusia akan terus berbangga satu dan lainnya hingga mereka masuk ke dalam kubur. Artinya, ketika mereka merasakan kematian, barulah mereka berhenti dari berbangga-bangga dengan harta.
Namun perlu diketahui bahwa alam kubur hanyalah tempat mampir sebelum sampai ke alam berikutnya. Alam kubur bukanlah tempat mukim selamanya. Dalam ayat ini pun dikatakan demikian, yaitu disebut alam kubur sebagai tempat ziarah, artinya berkunjung dan itu sifatnya sementara. Negeri yang kekal abadi adalah di akhirat kelak.
Ayat ini sekaligus menunjukkan bahwa amalan itu akan dibalas di negeri yang kekal abadi (bukan negeri yang akan fana).
Jika Mereka Tahu …
Seandainya mereka tahu apa yang terjadi di depan mereka yaitu mengetahui dengan ilmu yang sampai ke hati, tentu mereka tidak lalai sehingga terus-terusan berbangga-bangga dengan harta. Jika mereka tahu, tentu mereka akan segera beramal sholeh.
Namun sayangnya, mereka benar-benar tidak tahu sehingga mereka pun akan melihat neraka Jahim yang dijanjikan pada orang-orang kafir.
Mereka akan Melihat dengan ‘Ainul Yakin
Yang dimaksud dengan ayat,
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ
“dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin”. Maksudnya mereka benar-benar akan melihat dengan penglihatan mereka. Sebagaimana Allah menyebutkan dalam ayat yang lain,
وَرَأَى الْمُجْرِمُونَ النَّارَ فَظَنُّوا أَنَّهُمْ مُوَاقِعُوهَا وَلَمْ يَجِدُوا عَنْهَا مَصْرِفًا
“Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling dari padanya. ” (QS. Al Kahfi: 53).
‘Ilmu Yakin, ‘Ainul Yakin dan Haqqul Yakin
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya mengenai ‘ainul yakin dan ilmu yakin. ‘Ilmu yakin adalah sesuatu yang diketahui dengan mendengar, kabar berita, pengqiyasan (permisalan) dan berpikir tanpa melihat secara langsung. Sedangkan ‘ainul yakin adalah menyaksikan langsung dengan penglihatan. Ada juga haqqul yakin, yaitu dengan merasakan secara langsung.
Ibnu Taimiyah mencontohkan ketiga hal di atas dengan memberi permisalan madu. Jika madu tersebut hanya diketahui lewat berita, maka disebut ‘ilmu yakin. Jika diketahui lewat melihat langsung, maka disebut ‘ainul yakin. Jika dirasakan manisnya madu tersebut, maka disebut dengan haqqul yakin.
Akan Ditanya Berbagai Macam Nikmat
Setiap orang akan ditanya berbagai macam nikmat yang mereka rasakan di dunia. Apakah mereka benar-benar telah bersyukur atas nikmat tersebut? Apakah benar mereka telah menunaikan hak Allah? Apakah mereka benar tidak menggunakan nikmat tersebut untuk maksiat? Jika benar, maka mereka akan diberi nikmat yang lebih lagi dari yang sebelumnya.
Ataukah mereka jadi orang yang terperdaya dengan nikmat? Atau mungkin mereka gunakan dalam maksiat? Jika demikian, tentu kelak mereka akan dibalas dengan siksa yang pedih. Allah Ta’ala berfirman,
وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُونَ
“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri d muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik.” (QS. Al Ahqaf: 20).
Banyak Ziarah Kubur
Tentang ayat,
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2)
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” Yang dimaksud ayat ini, kata Ibnu Taimiyah adalah ‘yatakatsaruna biquburil mawtaa‘, yaitu mereka memperbanyak ziarah kubur pada orang yang mati. Hal ini disebutkan oleh Ibnu ‘Athiyyah dalam tafsirnya. Beliau berkata bahwa ayat ini dimaksudkan untuk orang-orang yang banyak ziarah kubur sehingga mereka lalai dari ibadah dan belajar agama. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih membolehkan ziarah kubur setelah itu, namun dengan maksud mengingat mati. Bukan untuk maksud untuk berbangga diri dan membangun kubur. Demikian perkataan Ibnu ‘Athiyyah secara ringkas yang dinukil dari perkataan Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Al Fatawa, 2: 375-376.
Hanya Allah yang memberi hidayah.

Referensi:
Taisir Al Karimir Rahman fii Tafsir Kalamil Mannan, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1423 H, hal. 933-934.
Tafsir Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Iyad bin ‘Abdul Lathif bin Ibrahim Al Qomisi, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1432 H, 7: 174-176.
—
Diselesaikan sebelum shalat ‘Isya’ @ Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 5 Ramadhan 1434 H
Artikel Rumaysho.Com


Sumber https://rumaysho.com/3484-tafsir-surat-at-takatsur-berbangga-dengan-harta-sampai-ke-kuburan.html

Merencanakan Suatu Rumah Huni


source image: cermati dot com

Kebutuhan akan papan tidak bisa dihindari akan kebutuhannya. Apalagi seseorang dalam posisi sudah berkeluarga. Semua kebutuhan dan penyimpanan barang terus bertambah. Memerlukan tempat dan dan tempat huni yang nyaman

Ada banyak pilihan dalam menentukan tempat tinggal idaman tergantung kondisi dialami oleh seseorang.

Jika anda dalam suatu kondisi bingung akan memilih membeli rumah atau mengembangkan lahan kosong. Mari simak kupasan dibawah ini.

Dalam suatu membangun rumah huni sederhana dibutuhkan 4 (empat) faktor. Namun faktor dibawah dapat menjadi prioritas acak. Bisa jadi no urut 2 menjadi prioritas dalam membangun, atau bisa jadi poin nomor urut yang lain yang menjadi prioritas awal. 

Berikut faktor-faktor yang menjadi faktor dalam menentukan pembangunan rumah hunian, diantaranya:
1. Jenis tipe bangunan

source image: sumbercenel dot com

Jenis tipe bangunan berkaitan dengan selera masing-masing calon pemilik rumah. Tipe bangunan klasik/lama atau tipe bangunan milineal/baru.

2.  Volume (M', M2, M3) bangunan

source image: kita sipil dot com

Setelah jenis tipe bangunan ditentukan, secara otomatis jenis dan kebutuhan/volume bahan/material dapat diketahui dari gambar kerja.

3. Metode pengerjaan

source image: perusahaan arsitektur dot com

Metode pengerjaan disepakati diawal karena berhubungan dengan peralatan, bahan dan material serta jumlah personil yang dipakai dan terlibat.

4.  Modal yang dimiliki
source image: biur bor dot blogspot dot com

dalam membangun apapun, faktor dominan sebagai penentu adalah modal yang dimiliki setiap perencana

sekian artikel dari saya. semoga bermanfaat.

Friday, July 19, 2019

"Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana.."

Dari Amr Bin ‘Auf al-Anshari radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Abu Ubaidah Bin Jarrah radhiyallahu ‘anhu ke Bahrain untuk mengambil jizyah* dari penduduknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerima permintaan damai dari penduduk Bahrain dan beliau mengangkat al-Ala’ Bin al-Hadhrami untuk menjadi ‘amir (pemimpin) di sana.

Ketika Abu Ubaidah datang dari Bahrain dengan membawa harta jizyah itu, para sahabat kaum Anshar mendengar kedatangan Abu Ubaidah ini. Maka merekapun berkumpul untuk menghadiri shalat shubuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika telah selesai shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung keluar. Namun mereka berusaha merintangi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika melihat mereka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum kemudian berkata, “Saya mengira kalian telah mendengar kedatangan Abu Ubaidah membawa sesuatu dari Bahrain?”

Mereka berkata, “Benar wahai Rasulullah.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau begitu, bergembiralah dan berharaplah memperoleh sesuatu yang melapangkan diri kalian. Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425), dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab tentang Zuhud hal. 73)

*) Jizyah: Pembayaran yang harus diserahkan kaum kafir yang berada di bawah kekuasaan dan jaminan keamanan oleh kaum muslimin.

***

Dikutip dari buku Bercanda Bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (edisi terjemahan Dhahikun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wa Tabassumuhu wa Muzahuhu oleh Ridhwanullah ar-Riyadhi) 1426/2005, Penerbit Darul Haq, Jakarta. Dengan perubahan seperlunya oleh www.muslimah.or.id

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/205-demi-allah-bukan-kemiskinan-yang-aku-khawatirkan-menimpa-kalian.html

Saturday, June 29, 2019

Nasehat Urwah bin Zubair kepada keluarga nya

Sumber: Ceramah YouTube ustadz Khalid Basalamah "sahabat nabi Urwah bin Zubair"

"Wahai anak-anakku
Belajarlah ilmu agama yang benar dan lowongankanlah waktu untuk itu (kasih haknya). Kalau seandainya hari ini kalian menjadi orang yang kecil, maka suatu waktu Allah pasti akan menjadikan kalian orang yang besar karena ilmu itu. Dan sungguh buruk sekali dan tidak ada yang lebih buruk dari orang tua yang bodoh tidak mengerti agamanya. Hati-hati jangan kalian liat amal yang kalian kerjakan atau sodaqoh yang kalian keluarkan adalah sodaqoh yang kalian anggap remeh, tapi jadikanlah sodaqoh itu hadiah untuk Allah subhanallahuwataala. Dan jangan lah kalian berikan hadiah sesuatu untuk Allah yang dia malu untuk memberikan kepada terhormat nya kepada suatu kaum, karena Allah itu dzat yang pantas untuk dimuliakan dan Dia adalah dzat yang lebih pantas untuk memberikan balasan yang lebih mulia dan yang hadiah yang paling pantas yang kalian berikan.

Wahai anak-anakku
Kalau kalian melihat sesuatu perbuatan yang baik dari seseorang maka pastikan orang itu baik, berprasangka baiklah kepada orang tersebut walaupun dimata orang kelihatan buruk karena perbuatan baiknya itu dia memiliki saudara yang memiliki kebaikan lain yang ikut dengannya.
Dan kalau kalian melihat sesuatu perbuatan buruk dari seseorang, hati-hatilah dari seseorang tersebut walaupun dimata manusia adalah orang yang baik, karena perbuatan buruk nya itu memiliki saudara yang memiliki keburukan  lain yang ikut dengannya.

Ketahuilah, bahwasanya semua kebaikan akan mendatangkan saudara-saudaranya dan segala dosa-dosa akan memiliki saudara-saudaranya juga"

Link sumber: https://youtu.be/1j6fBdfzXCw

Thursday, June 20, 2019

Doa untuk anakku

Bismillahirrahmanirrahim

Wahai anakku sayang..
Jika kau kelak besar nanti, jadilah pribadi yang kuat ilmu agama dan tipe pribadi yang haus belajar dan haus ilmu. Ilmu agama akan menjadi benteng mu dari cobaan, ujian serta goncangan yang akan menghampirimu. Tp ingatlah, kau jangan takut. Ada zat yang Maha Kuat, yang Maha Kuasa, yang Maha Pengasih dan yang Maha Penyayang yang selalu ada bersama mu. Siapakah itu? Bukan ibu dan bukan pula bapakmu. Dialah yang menciptakan kamu dari yang tidak ada menjadi ada saat sekarang ini. Dialah yang bernama Allah. Pencipta mu dan pencipta kami berdua.

Wahai anakku sayang..
Jika kau sudah tumbuh dewasa kelak.. Jadilah pribadi yang damai dengan dirimu ya sayang. Menjadi pribadi yang terbuka kepada bapak, kepada ibuk dan kepada keluarga kecil kita nanti ya sayang, apapun itu..

Barokallohfiikum..

Monday, May 27, 2019

:Ilmu HRD dari Linkedin 25 Mei 2109:

*Akun Linkedin Nani Savitri, 25 Mei 2019* Jika ditanya, kenapa kamu keluar dari pekerjaanmu yang sekarang? saya lihat kamu sudah berpengalaman disana? pasti posisi kamu juga sudah "Up" kenapa kamu keluar? ini pertanyaan yang paling buat bimbang jika dijawab dengan jujur kesannya menjatuhkan atau kurang bersyukur jika dijawab biasa-biasa saja kesannya tidak berambisi. bantu sharing bagaimana menyikapi pertanyaan serupa, padahal sudah menjadi diri sendiri. Bantu pencerahan ya rekan-rekan linked terima kasih mohon pencerahan bapak dan ibu *Respon oleh Akun Linkedin Wisudho Harsanto* Saya kok meragukan sudah jadi diri sendiri, mbak Nani Savitri. Ketika sudah jadi diri sendiri, sikapnya sepatutnya jujur dan sudah jelas . Ayo dipilih: 1. Keluar, karena habis tantangan, sudah "lulus" naik kelas dan tak tersedia kelas yg lebih tinggi, apapun penyebabnya. Jadi boring 2. Keluar, karena mau kontribusi terhalang: tak cukup dukungan sumberdaya, apapun bentuknya. Garing. 3. Keluar, karena alasan non-job, semisal situasi dikeluarga yang memicu cari solusi baru. 4. Keluar, karena memang ingin istirahat, recharge battery, dan cari horison sama sekali baru. Mau jadi full time mother, misalnya. 5. Keluar, model anak zaman now : pengen aja! Gimana ntar. Selebihnya, mengemas dengan cara2 berkomunikasi yang pas untuk audiencenya. Berambisi itu, jika dicecar sana sini, ditelisik kanan kiri, tetap tegar: Saya mau ambil keputusan ini. Enggak kayak layangan putus diterpa angin ngikut aja. Tabik, demikian komentar saya.

Monday, March 19, 2018

Ayah & Ibu, Ajarkan Kami TAUHID

📒✒

              

#IndonesiaBertauhid

Ayah dan Ibu ...
Perhatikan orang shalih yaitu Lukman dalam Al-Quran mengajarkan TAUHID pada anak-anaknya.

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﻻَ ﺗُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﻟَﻈُﻠْﻢٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ

“Wahai Anakku janganlah kamu menyekutukan Allah, karena menyekutukan Allah itu adalah kezaliman yang besar.” (Luqman: 13)

Ayah dan Ibu ...
Engkau harus belajar TAUHID dahulu
Sebelum mengajarkan kepada kami
Kami dengar kitab TAUHID itu cukup tebal pembahasannya

Ayah dan ibu ...
Kami dengar TAUHID ini
Yang bisa membuat kita
Masuk surga sekeluarga dengan izin Allah
Aku ingin digandeng tanganku ke surga

Ayah dan Ibu ...
Jauhkan kami dari tontonan dan bacaan yang merusak TAUHID
Seperti:
"Pahlawan penguasa api dan air"
"Kekuatan dewa yang merubah dunia"
"Pasukan iblis menyerang alam akhirat"

Ayah dan ibu ...
Jika kami dan jatuh terdantuk tembok
Jangan katakan:
"Temboknya nakal ya"
Ajarkan kami:
"Qadarullah, ini adalah takdir Allah semoga jadi penghapus dosa"

Ayah dan Ibu ...
Ajarkan kami siapa Allah dan apa hak-hak utama Allah
Bacakan kami sirah Nabi shallallahu 'alaihu wa sallam
Kepahlawanan para Sahabat dan sabarnya orang shalih

Ayah dan ibu ...
Beri kami contoh dan teladan
Setiap hari kami melihat kalian berdua
Itulah yang kami contoh

Ayah dan ibu ...
Contohkan kepada kami
Manisnya iman dan Indahnya TAUHID
Sabar, tawakkal dan selalu berprasangka baik
Pada takdir Allah
Karena semua takdir Allah pasti yang terbaik
Bagi hamba-Nya

Ayah dan Ibu ...
Buatlah kenangan indah masa kecil kami
Dengan perhatian, pengajaran adab Islam dan TAUHID
Agar setiap kenangan itu teringat ketika kami dewasa
Lisan dan hati kami otomatis berdoa:

ﺭَﺏِّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲْ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻱَّ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻬُﻤَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺑَّﻴَﺎﻧِﻲْ ﺻَﻐِﻴْﺮًﺍ

“ Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta berilah rahmat kepada keduanya, sebagaimana mereka mendidikku di waktu kecil .”

Dalam Al-Quran,

ﺭَﺏِّ ﺍﺭْﺣَﻤْﻬُﻤَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺑَّﻴَﺎﻧِﻲ ﺻَﻐِﻴﺮًﺍ

“Wahai, Rabb-ku, sayangilah mereka berdua SEPERTI mereka menyayangiku waktu aku kecil”.[Al-Isra/17: 24]

@Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

https://muslimafiyah.com/ayah-ibu-ajarkan-kami-tauhid.html

Wednesday, January 17, 2018

Menunda Penundaan

Didapat dari grup sebelah,

Ada pengalaman menarik saat Mastermind Bali beberapa hari yang lalu...

Salah satu peserta ada yang memiliki masalah terkait produktivitas. 

Ya, dia ngerasa dirinya gak produktif. To do list hariannya banyak banget, tapi alih-alih dikerjain satu per satu, eh malah jadi bikin puyeng dan gak ada yang dikerjain. Pernah ngalamin juga? 😊

Dulu saya ngalamin begitu, sampai akhirnya saya sadar bahwa ini tidak baik untuk nasib saya kedepannya.

Akhirnya Saya mencari tahu cara agar bisa lebih produktif setiap harinya. Beberagai tools produktivitas saya beli. Berbagai macam buku tentang produktivitas saya beli. Tapi, gak ngefek.... 🙈 #tepukjidat

Usut demi usut, masalah terbesarnya bukan di luar, tapi ada di dalam diri sendiri. Ya, saya tidak punya alasan cukup kuat kenapa harus begitu produktif setiap harinya. Efeknya, nunda-nunda terus. Dalam bahasa psikologis, namanya prokrastinasi.

Setelah menyadari hal itu, akhirnya saya mencoba dan berusaha keras untuk berubah. Alhasil, setelah berjuang mati-matian, dibandingkan orang-orang terdekat, produktivitas saya terbilang cukup tinggi. Qodarullah...

Izin Allah, 9 buku behasil saya tulis dalam 6 tahun terakhir. 5 ebook gratis sudah saya tulis sejauh ini. Sertifikasi Hypnosis, Hypnoterapist, NLP, Public Speaking, dll, sudah saya ambil. 30 keilmuan bisnis dan internet marketing sudah saya pelajari. Ribuan buku dalam dan luar negeri sudah saya baca. Ratusan status Facebook beredukasi tinggi sudah saya post. Puluhan ecourse dalam dan luar negeri sudah saya ikuti. dst. Alhamdulillah...

Apa rahasianya?

Let me tell you what I do...

Pertama, IMPIAN BESAR.

Apa impian terbesar Anda dalam hidup?

Cobalah buat 1 angka. Angka yang memaksa Anda untuk terus melakukan tindakan yang menantang setiap harinya.

Misal, 1 triliyun per tahun, 10.000 kamar kos-kosan, 1000 properti di 40 kota, 100 bisnis sebelum 40 tahun, atau apapun itu.

Alhasil, harus besar, kudu membuat pikiran Anda berkontraksi setiap hari.

Kita yang senantiasa menunda-nunda pekerjaan, biasanya terlalu nyaman dengan keadaan. Impiannya terlalu kecil.

Salah satu kawan dekat saya, omsetnya sebulan udah miliaran, mobilnya mewah, rumahnya megah, tapi hidupnya gitu-gitu aja, seakan terbuai dengan pencapaian hidup yang menurut saya belum seberapa. Ini bahaya. Zona nyaman itu bahaya. Yang membuat zona nyaman bahaya ya karena kenyamanannya itu.

Growing or Dying!
Kalau gak tumbuh, mati...

Seseorang yang terbuai dalam zona nyaman, dia sebenarnya sedang berada dalam kemunduran...

Karenanya, ayo buat impian besar.

Impian yang menantang Anda untuk mencapainya. Angka yang memaksa Anda untuk bergerak setiap harinya. Tindakan yang menantang Anda untuk makin menggila dalam kebaikan.

Kedua, ALASAN KUAT.

Anthony Robbins pernah bilang, tidak ada orang yang tidak memiliki motivasi, yang ada hanyalah mereka yang tidak punya alasan kuat untuk bergerak.

Jika impian sering diidentikkan dengan angka-angka, maka alasan sering digambarkan dengan sosok tertentu.

Ya, cobalah jawab pertanyaan berikut ini.

Demi siapa Anda sukses?
Demi siapa Anda rela capek-capek kerja setiap hari?
Demi siapa Anda berjuang mati-matian setiap hari?

Demi siapa...

Ya, tentu demi orang-orang tercinta, bukan?

Anak kita...
Pasangan kita...
Orang tua kita...

Ya, mereka adalah sumber energi dan alasan terbesar kita dalam bergerak.

Sayangnya, jika hanya tiga sosok itu saja, tidak cukup. Karena banyak orang di luar sana, mereka sudah mampu memberikan nafkah terbaik untuk anak, pasangan, dan orang tuanya, tapi selesai disitu saja.

Maka, kita harus menambah 1 sosok dalam hidup kita. Siapa itu?

Orang-orang di sekitar kita...
Saudara-saudara kita...
Ummat Islam... Bangsa Indonesia...

Ya, income 100 juta lebih dari cukup untuk menghidupi anak, pasangan, dan orang tua kita, tapi tak akan pernah cukup untuk menghidupi jutaan orang di Indonesia...

Mereka harus menjadi alasan terkuat kita dalam bergerak. Sehingga saat kita berada dalam prokrastinasi, atau merasa tidak produktif, energi mereka jauh lebih besar buat kita dibandingkan penundaannya itu sendiri.

Ayo pikirkan saudara-saudara kita...

Banyak dari mereka yang hidupnya lebih menderita dari kita...

Banyak dari mereka yang kebingungan mau makan apa...

Banyak dari mereka yang kesulitan menjemput rezeki dari-Nya...

Ayo kita bantu. Jadilah manusia terbaik. Mereka yang bermanfaat untuk sesama...

Ketiga, MENGINGAT KEMATIAN.

Bagi saya, ini adalah energi terbesar kenapa kita harus menyegerakan kebaikan dan tidak menunda-nunda lagi.

Seringkali kita berpikir gini:

"Ah, besok aja deh..."
"Masih ada besok, nyantai aja..."
"Kalau bisa dikerjain besok, ngapain sekarang..."

Ah, itu adalah beberapa alasan yang seringkali terucap dan keluar dari mulut orang yang suka nunda-nunda dan kehilangan produktivitas. Padahal, mereka gak sadar, kematian bisa datang kapan saja. Seakan mereka yakin bahwa akan diberi umur panjang, sampai esok hari...

2 hari yang lalu Saya kehilangan ayah mertua saya (abah, ayahnya istri).

Saya benar-benar kaget dan terpukul. Padahal, seminggu sebelumnya, abah & mamah baru saja mengurus paspor untuk keberangkatan umroh bulan depan. Tapi Allah berkata lain, Allah memanggilnya. Koper umroh yang ada di rumah membuat air mata saya terus mengalir setiap kali menatapnya. Innalillahi wa inna ilaihi roojiun... 😭😭😭

Kematian menjadi sinyal dan pengingat terbaik untuk kita agar senantiasa berbuat kebaikan. Setiap harinya. Bekal akhirat kelak.

Yuk jangan nunda-nunda lagi...

Tundalah penundaanmu. Sampai kapan? Sampai ajal tiba...

Semoga Allah memberkati dan melapangkan rezeki, waktu, dan usia kita untuk senantiasa melakukan kebaikan.

By Dewa Eka P.

Monday, January 15, 2018

Bukan sekedar kaya

Bagi saya, "Bukan sekadar kaya. Periksa kembali niat dan caranya."

Begini. Kaya itu bukan soal akumulasi harta, melainkan soal distribusi harta. Hendaknya begitu. Dengan kata lain, yang dipikirkan itu sesama, bukan dirinya dan keluarganya saja. Manfaat, manfaat, manfaat.

Terus, gimana dengan kebahagiaan?

Miskin, bahagia. Kaya, bahagia. Tapi kalau kaya, kita bisa membahagiakan orang banyak. Right? Bikin berbagai program sosial, mulai dari sekolah, klinik, rumah sakit, rumah ibadah, sport centre, dll. Maka, niatkan untuk kaya. Niatkan, ikhtiarkan!

Satu lagi. Sebaik-baik harta berada di tangan orang beriman. Ini pesan Nabi. Kenapa? Agar orang baik-baik yang mengendalikan peradaban. Bukankah ini teramat penting? Nggak perlu nanya lagi!

Kalau kita lemah, maaf, maka kita akan dikendalikan. Ingat, orang beriman yang kuat lebih disukai Allah. Hm, kuat apanya? Kuat fisiknya, finansialnya, ilmunya, imannya, dan amalnya. Bantu share ya tulisan ini.

Kalau kaya, terus sombong, gimana tuh? Segerobak contoh orang miskin yang sombong. Itu mah tergantung orangnya. Insya Allah teman-teman di sini istimewa. Kaya, baik hati, tidak sombong, dan suka menabung. Hehehe.

Pikirkan lagi. Soal kaya. Fasilitas pendidikan seperti apa yang ingin kita berikan buat anak-anak kita? Fasilitas kesehatan seperti apa yang ingin kita berikan buat keluarga kita? Sebisanya beri yang terbaik. Meski itu relatif lebih mahal.

Think.

Thursday, November 9, 2017

Syair: Pemuda Muslim

Hasyim Asyaari

disampaikan ulang oleh: Ustadz Budi Ashari
Youtube: "Ust Budi Ashari: Membangun Karakter Anak Muda Muslim"

Syair Pemuda Islam
Akankah masa lalu yang gemilang itu akan kembali?
SUngguh saya larut kepada masa lalu kebesaran islam itu
Karena kami pernah membangun sekian masa lamanya kebesaran dimuka bumi ini,
Yang ditopang oleh anak-anak muda, miliki cita yang sangat tinggi

Anak-anak muda yang melalui jalur-jalur sulit tapi mereka berhasil menaklukannya,
dan mereka tidak mengenal Islam, hanya ini agama
Kalau siang hari, kalian saksikan mereka adalah para kesatria yang menggedor
benteng-benteng kekafiran dan kemunafikan
tapi kalau dimalam hari, kalian tidak akan jumpai mereka, kecuali sedang bersujud
kepada Allah Subhanahuwataala

Begitulah islam melahirkan generasi ini, para pemuda yang ikhlas
yang merdeka dan penuh amanah

sumber;

Monday, October 30, 2017

20 PRINSIP BISNIS

Oleh : Ust. ABU SYAUQI (pemilik belasan perusahaan)

1. Bisnis itu bisa besar jika niatnya untuk berjihad, niat berjihad inilah yg membuat uang itu datang, bukan karena dagangnya, niat jihad akan menjaga kita dari cara2 yg melanggar syariat, menjaga kita dari mengambil harta haram dan syubhat.

2. Semakin kita tidak tertarik dengan uang, uang justru datang berlimpah kepada kita. Semakin kita tertarik kepada uang, uang bersembunyi dari kita.

3. Bisnis yang barokah sejatinya tidak mengganggu ibadah kita, tidak membuat kita semakin jauh dari Allah dan dakwah, tidak merusak ukhuwah kita.

4. Jangan serakah, berilah kesempatan karyawan kita untuk turut serta menjadi pemilik bisnis, berikan saham gratis kepada karyawan yang terbukti loyalitasnya.

5. Jadikan ALLAH sebagai mentor bisnis dan kehidupan kita, dialah MAHA MENTOR.

6. Bergaullah dengan org lain, namun tidak lebur.

7. Ubahlah mindset, masuklah ke mindset orang kaya, 95% sukses bisnis ditentukan oleh mindset 5% berasal dari skill.

8. Banyak dari kita, berbisnis tapi mindsetnya masih karyawan, karyawan melihat uang untuk konsumtif, bisnisman melihat uang untuk investasi. Ini mindset.

9. Tuliskan cita-cita , target hidup kita, tempellah di kamar, bacalah setiap pagi sebelum berangkat dari rumah dan berdoalah semoga Allah ijabah

10. Tidak masalah kepunyaan kita diambil org lain, YANG PENTING KITA TIDAK MENGAMBIL MILIK ORANG LAIN.

11. Kosongkan hati dari keinginan terhadap uang dan dunia, ambil seperlunya saja, jika ada kelebihan, berbagilah kepada yang membutuhkan,  insya Allah dunia dan kekayaan akan menghampiri.

12. Berbisnislah karena memikirkan Dakwah, umat dan agama Allah, bukan hanya bisnis untuk penuhi kebutuhan anak istri, kalo kita memikirkan jamaah dan umat maka anak dan istri juga termasuk di dalamnya.

13. Bisnis itu WOL dan UOL
WOL = Waktu Orang Lain
UOL = Uang Org Lain

14. Sikap terhadap Kegagalan :
Hanya mereka yang berani gagal besar-besaran yang akan bisa sukses besar-besaran. (Robert F. Kennedy)

15. Gagal dan sukses itu berjalan searah, bukan gagal ke utara, sukses ke selatan. kesuksesan yang besar hanya akan datang setelah kita melewati kegagalan yg besar pula.

16. Anda yang lebih berani gagal = Lebih mungkin sukses duluan.

17. Good leader are good reader

18. Uang itu gagasan ... uang itu ide.

19. Menjadi pengusaha dan menjadi kaya itu bukan pekerjaan sulit, karena belum tahu ilmunya.

20. Berilah space pengusaha dalam pikiran kita.

Semoga bermanfaat untuk kita semua yang ingin mengembangkan usaha atau bisnisnya.                    *PYM | NurBuwah*

Friday, October 13, 2017

Kisah keluarga di arab saudi

Dari wag: Alumni 212

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…

Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...
Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti (di perjalanan) utk melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??

          Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin (SELESAI…)

          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
          Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci
          Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…

(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 19-11-1434 H / 25 September 2013 M
www.firanda.com

Wednesday, October 11, 2017

Judul soal rezeki (lagi 😅)

Dulu  saya pikir sholat dhuha dan membaca zikir itu pembuka pintu rezeki, dan dulu juga saya pikir, Rezeki/Rizki itu berwujud uang,Gaji yg besar, banyak order, banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di Bank, *punya banyak asset*
*Seperti : Kendaraan,* *Properti disana-sini, dll*
_*Intinya : Harta...*_

Setelah mencari tau apa makna Rezeki / Rizqi dalam Islam (sesuai yg tertera dalam Alquran dan hadits), ternyata saya salah besar...

Ternyata,
🍁 langkah kaki yg dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rizqi.

🍁 langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid, adalah rizqi.

🍁 hati yg Allah jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah rizqi.

🍁 punya temen2 yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rizqi.

🍁 saat keadaan sulit penuh keterbatasan, itu juga rizqi. Mungkin jika dalam keadaan sebaliknya, justru membuat kita kufur, sombong, angkuh bahkan lupa diri.

🍁 punya orang tua yang sakit2an,ternyata itu adalah rizqi, karena merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila Kita tulus Ikhlas mengurusnya.

🍁 Tubuh yang sehat, adalah rizki. Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rizki karena sakit adalah penggugur dosa.

🍁 dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rizqi yang kita tidak sadari...

Suami Istri dan anak2 Sehat itu Rizki, anak-anak Anda sekolahnya lancar itu Rizki, hidup Rukun sama Tetangga itu Rizki... Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman kajian tausiah keagamaan yg mengajak kebajikan dari Group WhatsApp itu juga Rizki,karena Anda mendapatkan Ilmu darinya...

Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kebahagiaan, padahal begitu *banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan...* 😔

_*Mari sebarkan kebaikan dan nikmati Rizqi + Rizqi yg Allah amanahkan Kepada Kita*_

*ۚ ﻭَﻣَﺎ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻣَﺘَٰﻊُ ٱﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ*

*... Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al-Hadid - 57:20)*

*#Semoga Bermanfaat*
*HS*

Sunday, September 3, 2017

*_Tak Usah Sedih, Cintaku…_*

*_HomeArtikelSuami_*

*_Tak Usah Sedih, Cintaku…_*

*Senin, 08 April 2013 15:35*

*_Ditulis oleh Budi Ashari_*

*Tak Usah Sedih, Cintaku…*

 

_Karena cinta, terkadang harus bersedih. Cinta pasti membuatnya mampu bertahan. Tetapi kita tetap manusia. Ada batas. Air mata pun tertumpahkan untuk menyejukkan hati. Dan untuk bertahan dalam cinta._

_Inilah kisah dan tumpahan hati ibunda kita ummul mu’minin, istri Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dia termasuk istri terakhir yang dinikahi Rasul sebelum Maimunah._

_Rasul menikahinya pada tahun 7 H, setelah muslimin memenangkan pertarungan melawan Yahudi di benteng-benteng Khaibar. Dia ada di antara tawanan. Dia anak salah satu pembesar Yahudi. Dia satu-satunya istri Nabi yang berasal dari keturunan Yahudi._

*_Shofiyyah binti Huyay radhiallahu anha._*

Yuk, buka telinga kita untuk penuturan ibunda kita Shofiyyah tentang kisahnya. Shofiyyah yang dikenal lembut itu ingin membagi rasa hatinya di tengah para istri Nabi yang lain.

*Berikut kalimat-kalimat beliau,*

_“Aku memilih Allah, rasul dan Islam. Rasul shallallahu alaihi wasallam pun membebaskan aku dari perbudakan dan kemudian menikahiku dengan mahar pembebasanku itu. Ketika beliau ingin kembali ke Madinah, para sahabat berkata:_

Hari ini kita akan tahu apakah ia istri atau budak. Jika ia istri, Rasul akan menghijabinya. Kalau tidak berarti dia budak.

Ketika beliau hendak berangkat, beliau memerintahkan untuk menutupinya dan Shofiyyah pun ditutupi.

Maka diketahuilah bahwa aku adalah istrinya. Kemudian beliau mendekat ke untanya dan menyodorkan pahanya untuk aku naik. Shofiyyah merasa ini sangat istimewa, dia pun meletakkan pahanya di atas paha beliau kemudian naik ke unta.

Aku mendapatkan dari istri-istri beliau (hal-hal yang kurang nyaman).

Mereka membanggakan diri mereka di atas diriku dan berkata: *Wahai putri Yahudi.*

Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berusaha menenangkan diriku dan memuliakan aku.

Suatu hari beliau menemuiku, sementara aku sedang menangis. Beliau bertanya: Ada apa denganmu?

Aku menjawab: Istri-istrimu membanggakan diri mereka di atas diriku dan berkata: *Wahai putri Yahudi.*

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam marah dan beliau berkata:

Jika mereka berkata kepadamu seperti itu dan membanggakan diri maka katakan:

*_Bagaimana kalian lebih baik dariku; ayahku Harun, pamanku Musa dan suamiku Muhammad!_*

*(Lihat Maghazi Al Waqidi dan Uyunul Atsar Ibnu Sayyidinnas)*

_Jazakumullah Ya Rasulallah._

_Engkau telah mengajari kami tentang cinta. Biarlah orang lain belajar cinta dari para pakar cinta di dunia ini._

Tetapi kami belajar cinta darimu. Dan kami akan terus belajar darimu.

Kali ini, engkau ajari kami tentang cinta yang mengharuskan kita bertahan. Tentang cinta yang harus menghibur.

Jelas ibunda kami, Shofiyyah bersedih.

Ia seperti terasingkan dalam rangkaian keluarga muliamu. 

Ia hadir belakangan. Setelah semuanya padu.

Dia hanya orang baru. Seperti tersingkirkan.

Bagaimana tidak, ia hanyalah tawanan perang yang seharusnya menjadi budak.

Tetapi karena memilih untuk masuk Islam, maka engkau membebaskannya dan menikahinya dengan mahar pembebasan itu.

Dan dia berasal dari keturunan Yahudi, masyarakat hina yang memusuhimu.

Tapi kami telah belajar banyak darimu Ya Rasulullah –jazakumullah athyabal jaza’-.

Bagaimana menghibur hati cintamu agar tak larut dalam sedih.

Engkau mengajari kami bagaimana mendinginkan luka hatinya.

Engkau menunjuki kami cara menghapus air mata kepedihannya.

Agar ia tak tersiksa dalam cinta. Agar ia tahu bahwa ia mencintai orang paling istimewa dalam hidupnya.

Engkau tunjukkan di hadapan semua sahabatmu betapa mulianya cintamu yang satu ini. Pahamu yang mulia, engkau sodorkan untuk diinjak oleh kakinya. Betapa mulia dan lembut hatimu. Ia naik ke unta. Dan ia pun naik di mata para sahabatmu.

Tapi bagaimana dengan kalimatyang tak nyaman didengarnya. Masih disebut-sebut: _Hai anak Yahudi._

_Yang membuatnya pedih adalah, ia istrimu. Ia telah dengan setulus hati memilih Allah, dirimu dan Islam ini._

Dan lagi, jazakumullah Ya Rasulallah

Kami sekarang mengerti. Engkau datang hendak menghapus air mata kepedihannya.

Jika mereka berkata kepadamu seperti itu dan membanggakan diri maka katakan:

*_Bagaimana kalian lebih baik dariku; ayahku Harun, pamanku Musa dan suamiku Muhammad!_*

Subhanallah, cukup Ya Rasulullah.

Kami mengerti.

Kami akan segera pulang ke rumah.

*Dan berkata: Tak usah sedih, cintaku...*

*Karena kamu orang yang istimewa dalam hidupku...*

 
*Ustadz Budi Ashari Lc.*

             📚📚📚

Saturday, August 12, 2017

🌸 *HIKMAH ISTRI TAAT KEPADA SUAMI* 🌼

بِســــْمِ اللّهِ الرَّحْمــــٰنِ الرَّحِيْــــم ِ


📝 Rifaqun Ashfiyaa' bin Aunur rofiq bin ghufron bin hamdani. LC

Isteri taat kepada suami sangat penting untuk mewujudkan kerukunan rumah tangga, bukankah diantara sebab terjadi perceraian karena isteri tidak taat kepada suami, atau istri ingin mengatur suami?.

Wahai isteri, insya Allah suamimu adalah pria yang kamu senangi , jika kamu ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat, ketahuilah suamimu adalah pemimpimu, silahkan baca surat An-nisa’ ayat no:34 Taati dia selama tidak memerintah yang haram, sampaikan udzurmu bila kamu tidak mampu, jika kamu bersabar mentaati perintahnya Allah azza wa jalla akan membalasnya dengan surga.

Bukankah Rasulullah shollohu alaihi wasallam bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dari Abdur rahman bin Auf rodliallhu anhu :

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ »

```"Apabila wanita itu shalat lima waktu, berpuasa pada bulan ramadhon, dan taat kepada sauminya, dikatakan kepadanya, silahkan kamu masuk sorga melewati pintu yang kamu sukai [1]"```

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi bersumber dari Abu Hurairah rodliallhu anhu Imam Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairoh rodliallohu anhu Rasulullah shollollaahu alaihi wasallam bersabda :

« لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا »

```"Seandainya aku menyuruh orang agar sujud kepada orang tentu aku menyuruh isteri agar sujud kepada suaminya [2]"````

Syaikh Ibnu Taimiyah rahimahullahberkata: ```Apabila wanita sudah menikah, maka suaminya lebih berhak dari pada ayahnya, isteri lebih wajib mentaati suami dari pada ayahnya [3]```

Imam Bukhari didalam shahihnya meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah rodliallhu anhu   Rasulullah shollollaahu alaihi wasallam bersabda :

« لاَ تَصُومُ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ »

```"tidak boleh berpuasa (sunnah ) sedangkan suaminya dirumah kecuali dengan izinnya [4]"```

Karena sangat mulianya taat kepada suami, isteri yang hendak beribadah puasa sunnah pun harus izin kepada suami bila suami di rumah. Inilah fungsi suami sebagai pemimpin, dia harus ditaati agar isteri tetap mulia

Suami akan merasakan bahagia juga bila isteri memenuhi kebutuhan suaminya, karena memenuhi seruan suami, isteri mendapatkan pahala juga, sebalikanya jika isteri menolak, padahal tidak ada udzur syar’i, malaikat melaknatnya sampai suami padam marahnya. Imam Muslim meriwayatkan hadits bersumber dari Abu Hurairah rodliallhu anhu Rasulullah shollollaahu alaihi wasallam bersabda :

« إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ »

```"Apabila seorang istri bermalam meninggalkan atau menjauhi tempat tidur suaminya maka malaikat akan melaknatinya sampai pagi. [5]"```

Isteri hendaknya betah dirumah, agar dia bahagia, hendaknya tidak keluar kecuali atas izin suaminya. Ibnu Rajjab rahimahullah berkata: ulama’ sunnah bersepakat bahwa wanita tidak boleh keluar pergi ke masjid bila suami tidak mengizininya [6]

Syaikh bin Abdullah Abu Zaid rahimahullah berkata: ```"menurut asal, wanita tempat tinggalnya dirumah, karena Allah azza wa jalla menyifati mereka tinggal dirumah silahkan baca surat al-Ahzab :33. Inilah ketetapan Allah azza wa jalla untuk kebahagiaan wanita, sedangkan mereka boleh keluar apabila dalam keadaan terpaksa , oleh karena itu ketika dibolehkan keluar hendaknya tidak bersolek diri seperti wanita jahiliyah dan hendaknya tidak tercium bau aromanya . [7]"```

Isteri hendaknya pandai menghibur suaminya

Imam Nasai rahimahullah meriwayatkan hadits dari Abu Huroirah rodliallhu anhu dia berkata : Rasulullah shollollaahu alaihi wasallam pernah ditanya: wahai Rasulullah siapakah wanita yang paling baik, lalu beliau menjawab :

الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

```"Wanita yang menyenangkan suaminya bila melihatnya, mentaati perintah suaminya, dan tidak menyelisihinya pada jiwa dan harta dengan sesuatu yang dibenci[8]"```

Isteri hendaknya bersabar ketika suami mengalami kesulitan mencari rizki, hendaknya menjadi isteri yang qonaah , karena apabila wanita menikah tujuannya ingin mencari pahala, insya Allah surga imbalannya.   Allah azza wa jalla berfirman:

وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآَخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

```"dan jika kamu sekalian (isteri ) menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, Maka Sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.[9]"```

Bersabarlah ketika suami marah, dan mencari penyebabnya, mungkin isteri yang salah, karena(^_^) tutur kata yang buruk, kurang sopan atau tidak mengurusi anak. Jauhkan dirimu dari sifat yang kurang adab . Rasulullah shollallaahu alaihi wasallam tatkala ditanya oleh wanita; mengapa wanita banyak masuk neraka? Beliau r menjawab :

تَكْفُرْنَ العشيرَوتكثرن اللعن

```"Karena kamu mengingkari kebaikan suami, dan kamu sering mencaci suami"``` [10]

Jadilah wanita yang dermawan, hilangkan sifat bakhil dan kikir, sifat tamak dan rakus dunia, sehingga dirimu menjadi ahli surga.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori bersumber dari Aisyah rodliallohu anha Rasulullah shollollaahu alaihi wasallam bersabda :

إِذَا أَنْفَقَتْ الْمَرْأَةُ مِنْ طَعَامِ بَيْتِهَا غَيْرَ مُفْسِدَةٍ فَلَهَا أَجْرُهَا وَلِلزَّوْجِ بِمَا اكْتَسَبَ وَلِلْخَازِنِ مِثْلُ ذَلِكَ

```“Jika seorang wanita (isteri) berinfaq dari makanan rumahnya dan bukan bermaksud menimbulkan kerusakan maka baginya pahala dan bagi suaminya (pahala) dari yang diusahakannya dan juga bagi seorang penjaga harta/bendahara akan mendapatkan pahala seperti itu”.``` [11]

Wahai saudariku! jika ini semua kamu kerjakan dengan baik, kami yakin kebahagianmu bukan hanya di dunia, kamu menjadi wanita mulia, keturuanmu pun insya Allah menjadi anak yang shalih dan shalihah, tempat kembalimu surga insya Allah.

[1] (HR. Abu Nuem fil Huliyah . dishohihkan oleh Albany al-Misyakat 2/239 no:3254)
[2]HR Tirmidzi 5/1 Dishahihkan oleh Imam Albani
[3] HR Bukhori Bab shoumil mar’ah .Taudhihul ahkam 3/199
[4] HR Bukhori Bab shoumil mar’ah .Taudhihul ahkam 3/199
[5] Shahih Muslim No.2594
[6] Fathul Bari li ibni Rajjab 6/140 dan ini adalah pendapat Imam Syafii, Ibnul mubarok, Imam Ahmad dan lainnya
[7] Maalimus Tsaqofatil Islamiyah :274
[8] HR Nasai 6/28 , dishohihkan oleh Al-Bany , lihat silsilahshohih no 1838 4/337
[9] QS. Al-Ahzab (33) :29
[10] HR Shahih Ibnu Hibban 8/111
[11] HR Bukhori No. Hadist: 1350

Copas dari fb Amahnya Ubaidah.

#IstriTaatSuami

🔲🔳🔲
Sumber: Lentera Dakwah

📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/Cm7bOEaYArdAo55VDEi5UL
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/L5p0vptxZyZ6UfuHGo814w

Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.

Saturday, August 5, 2017

Menakar makar Aswaja Terhadap Dakwah Salafiyah di Indonesia


 by: Abu Afifah.

Dinamika dakwah Islam di tanah air dalam tiga dekade terakhir diwarnai dengan fenomena pesatnya perkembangan dakwah salafiyah yang bertujuan mengembalikan pemahaman umat Islam kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan manhaj salafus saleh.
Fakta demikian ternyata mengundang pobia luar biasa dari kalangan tradisionalis atau yang menyebut diri sebagai *Aswaja,* di mana praktek-praktek keislaman mereka yang sarat pencampuradukan dengan budaya lokal mendapatkan koreksi total dari kalangan salafi.

*Perlu ditegaskan, makna aswaja dalam term kaum tradisionalis bukanlah satu pengamalan beragama yang meneladani Rasulullah SAW dan para sahabatnya dalam akidah maupun ibadah sebagaimana definisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebenarnya, melainkan satu model baru keislaman yang memadukan berbagai unsur semisal mazhab ilmu kalam Asya’irah, tasawuf, dan ritual-ritual amaliah yang berasal dari warisan kultur Hindu-Budha.* Maka tak heran, berkembangnya dakwah Salafiyah dari Aceh hingga Papua mendatangkan kegelisahan dari kalangan tokoh aswaja NU yang selama ini terlanjur menikmati kedudukan begitu tinggi di tengah-tengah masyarakat ‘santri’.

Sikap pobia akut kalangan NU terhadap dakwah salafiyah yang dilabeli *Wahabi* itu, sejatinya sudah tergambar jelas dalam lembaran sejarah seputar berdirinya ormas tersebut. Sebagaimana diketahui, NU bermula dari satu tim panitia “Komite merembuk Hijaz” yang didirikan guna merespon peperangan kaum Salafi di Saudi Arabia yang berakhir dengan terusirnya Syarif Husein dari Makkah pada 1924. Kemenangan Abdul Aziz Al-Saud yang disebut berhaluan *Salafi* atas Syarif Husein yang berpaham *suffi* merupakan pukulan telak bagi kalangan tradisionalis di manapun termasuk di wilayah Hindia-Belanda. Sebab, dengan jatuhnya Makkah ke tangan Salafi, sama artinya dengan hilangnya kemerdekaan bagi kaum sufi-tradisionalis untuk menjalankan praktek amalan-amalan khas quburiyun di tanah suci.
Pada saat bersamaan, di seantero Nusantara juga tengah berkembang dakwah pembaharuan yang dimotori oleh Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Persis dengan inti dakwahnya memberantas takhayul, bid’ah, dan khurafat (TBC) serta memerangi sikap taklid buta terhadap kyai.

Fakta semakin gencarnya dakwah pembaharuan Islam di tanah air, dan kembali berkuasanya kaum Salafi di tanah suci itulah yang mendorong inisiatif para tokoh Islam tradisionalis untuk mendirikan satu wadah bersama guna melestarikan corak keberagamaan mereka. Tak cukup dengan berserikat, para pendiri ormas NU juga merasa perlu untuk merumuskan *“bagaimana Islam yang benar versi mereka”* hingga lahirlah istilah Aswaja untuk membungkus hakikat keberagamaan warga nahdliyin yang sarat akulturasi dengan budaya pra-Islam. Dan buat melegitimasi sikap pengultusan terhadap kyai yang memang sudah umum berlaku di kalangan nahdliyin, mereka dengan bangga mengemukakan dalil “Ulama adalah ahli waris para Nabi”. *Tentu saja tafsir ulama versi aswaja NU adalah kyai yang sejalan dengan model beragama mereka, seperti demen tahlilan, yasinan, mauludan atau tawashulan dengan perantara arwah para wali.* Adapun ulama di luar golongan mereka, kendati selevel *ahli hadis abad moderen Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani atau Syaikh Ibnu Bazz* pun ditolaknya karena fatwa-fatwanya yang justru mengoreksi cara beragama mereka.

*NU & Politik*
Jika kaitannya dengan perpolitikan nasional, sikap NU memang berubah-ubah. Dalam Pemilu 1955, NU yang menjelma sebagai sebuah partai politik turut serta memperjuangkan dasar negara Islam bagi republik ini. Selanjutnya, NU justru duduk mesra bersama-sama kaum nasionalis dan komunis dalam mengusung paham Nasakom. Pada Pemilu 1977, NU menyatakan berfusi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sepuluh tahun berselang, NU malah berperan sebagai penggembos PPP dengan keputusannya lewat muktamar Situbondo 1984 yang menyatakan kembali ke khittah 1926, tidak berpolitik. Realitanya, kembali ke khittah 1926 ternyata bukannya tidak berpolitik, tetapi justru berpolitik dengan menggembosi PPP. Pasca tumbangnya rezim Orde Baru, kembali ke khittah 1926 yang mereka dengung-dengungkan pun dibuang lagi. PBNU memfasilitasi lahirnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sejumlah tokoh NU yang tidak sejalan dengan platform PKB, turut pula membidani lahirnya beberapa partai seperti Partai Nahdlatul Umat (PNU), Partai Kebangkitan Umat (PKU), dan Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia (Partai SUNI). Terkait lahirnya sejumlah parpol yang saling mengklaim sebagai partainya warga NU di awal reformasi, Gus Dur pernah berkomentar, *“NU itu ibarat ayam, dari pantatnya keluar telur dan tai ayam. Yang telur itu PKB, yang partai lain itu tai ayam.”* 😀

Nah, bila untuk soal politik NU bersikap pagi kedele sore tempe alias mencla-mencle, lain halnya dengan sikap mereka terhadap dakwah tauhid dan sunnah. Semenjak awal berdirinya hingga hari ini, NU selalu berada di garda terdepan dalam menentang setiap gerakan pemurnian Islam. *Stigma Wahabi* seakan menjadi jurus pamungkas membangun opini publik buat membangkitkan kesan horor dan radikal terhadap dakwah tauhid dan sunnah. Hari ini NU mengklaim sebagai ormas Islam yang paling toleran, sampai-sampai rela mengerahkan ribuan anak mudanya yang tergabung dalam banser untuk mengamankan perayaan malam Natal. Demi mendapatkan sebutan pluralis, tokoh-tokoh NU pun lantang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang intinya membela eksistensi sekte-sekte menyimpang di tanah air. Demi mendapatkan predikat nasionalis dan pancasilais, sejumlah kyai NU rela blusukan keluar masuk kelenteng atau gereja. Namun semangat ‘toleran, pluralis, nasionalis, dan pancasilais’ yang selalu mereka bangga-banggakan, tiba-tiba berubah 180 derajat kala mereka berhadapan dengan kalangan salafi.

Beragam cara mereka gunakan untuk membendung dan mendiskreditkan dakwah Salafiyah. Akan tetapi, semakin dibendung, dakwah Salafiyah justru makin tak terbendung. Semakin difitnah, justru semakin banyak yang tercerahkan dengan dakwah Salafiyah. Pada tahun 2009 misalnya, rumah sejumlah penganut salafi di Gerung, Lombok Barat diserang warga yang masih jahil dengan Sunnah. Kejadian ini bukan kali pertama terjadi di provinsi NTB. Namun dengan peristiwa tersebut, yang kemudian diliput luas oleh sejumlah media nasional justru menyebabkan masyarakat semakin familiar dengan istilah *“Salafi-Wahabi”* dan ujung-ujungnya mereka penasaran mencari tahu, apa sih sebetulnya *salafi-wahabi* itu.
Munculnya radio Rodja dan Rodja TV sebagai salah satu media dakwah salafi yang memantik reaksi para tokoh sufi-tradisionalis untuk memperingatkan jamaahnya agar tidak mendengarkan dan menonton siaran tersebut, rupanya malah menjadi iklan gratis yang menyebabkan radio Rodja dan Rodja TV kian dikenal luas. Upaya-upaya sejumlah kyai NU yang berusaha menyebarkan opini di tengah masyarakat soal sesatnya ajaran salafi-wahabi justru berujung pada turun tangannya MUI meneliti gerakan tersebut, dan hasilnya MUI Jakarta Utara dengan tegas menyatakan “Salafi bukan aliran menyimpang”. Begitu pula opini public (baca penyesatan public) yang coba dibangun Said Agil Siraj ketum PBNU yang alumni Saudi, bahwa ideology Salafi merupakan akar dari terorisme di tanah air pun mentah di tengah jalan.

Nyatanya, dalam beberapa tahun terakhir dakwah salafiyah justru semakin berkembang di kalangan aparat pemerintahan. Bahkan tak jarang para da’i salafi memberikan tausiyah di masjid Mabes Polri, masjid Polda Metro Jaya, atau masjid PTIK. Teranyar, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) malah mendatangkan Ulama salafi murid Ulama khibar Muhadits abad 20 al Imam Syaikh Muhammad Nasiruddin al Albani, yakni Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi untuk berdakwah kepada para napi terpidana teroris agar kembali kepada pemahaman Islam yang haq. Mungkin masih lekat pula dalam benak kita, tatkala di penghujung 2009 taklim Ustadz Zainal Abidin, da’i salafi mantan santri tambak beras di Masjid Amar Ma’ruf Bekasi yang membedah buku Jihad Melawan Teror diserang sejumlah orang yang ditengerai sebagai simpatisan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT).

Dengan demikian, jelas sudah beda antara salafi dengan takfiri. Kaum salafi menyeru kepada tauhid, sunnah, dan pemahaman sahabat Nabi yang di dalamnya termasuk ketaatan terhadap pemerintah kaum Muslimin. Sedangkan jamaah takfiri meyeru kepada pengkafiran terhadap pemerintah RI serta hasutan untuk membenci atau bahkan memberontak terhadap pemerintah.

● *Latar belakang kebencian*
Lantas, apa yang menyebabkan kyai aswaja NU begitu membenci salafi dan ketakutan dengan pesatnya perkembangan dakwah salafiyah..?
Apabila kita mencermati sejarah dakwah para Rasul, niscaya akan dijumpai bahwa kelompok yang paling keras menentang dakwah tauhid para Rasul tersebut adalah mereka yang selalu menamakan dirinya sebagai “pembela ajaran nenek moyang”. Begitu pula kita dapati hari ini, yang paling keras menentang dakwah salafiyah yang mengajak umat Islam untuk memurnikan peribadatan kepada Allah, adalah kelompok yang menamakan dirinya sebagai “pemelihara tradisi nenek moyang.” Selanjutnya, berkembangnya dakwah salafiyah di tengah masyarakat sama artinya dengan terbongkarnya klaim dusta Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang selama ini mereka gembar-gemborkan.

Nyatanya, yang mereka praktekkan bukanlah akidah dan amaliah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya, *melainkan amalan-amalan Ahli bid’ah wal firqah, entah itu firqah Asy’ariyah, shufiyah, quburiyah, batiniyah, filsafat, hingga kejawen yang saling bercampur aduk. Dan terakhir, tentu saja dengan tersebarnya pemahaman salafiyah di tengah masyarakat akan menyebabkan jatuhnya status social kyai tradisionalis yang selama ini menikmati sikap pengultusan luar biasa dari kaum santri maupun masyarakat awamnya, dan ujung-ujungnya turut pula mematikan income sebagian kyai yang juga merangkap profesi sebagai; "dukun berjubah".*

Sekiranya para kyai aswaja NU mau menanggalkan hawa nafsu dan sikap fanatisme yang membabi buta terhadap tradisi leluhur mereka, niscaya mereka bakal mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para dai salafi yang telah meluruskan makna Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang selama ini mereka pahami secara keliru.##

Sumber:
Kompasiana
===========

Tuesday, August 1, 2017

E KTP

Buat Abang/Kakak, Adik, Sanak-saudara,
dan seluruh handai taulan

Mari kita lihat KTP Elektronik (KTP-El) masing-masing.
Perhatikan kolom BERLAKU HINGGA. Jika terdapat ANGKA tanggal berlaku, tidak perlu takut/khawatir, sekalipun tanggalnya sudah KADALUWARSA, MASIH TETAP BERLAKU, bahkan SEUMUR HIDUP.

Oleh karena sejak diundangkannya Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 23 Thn 2006 tentang Administrasi Kependudukan, bahwa :
Pasal 64, Ayat (7) a. KTP elektronik untuk WNI masa berlakunya SEUMUR HIDUP.

Pasal 64 ayat (8) dalam hal terjadi PERUBAHAN elemen data (nama, tanggal lahir, status kawin, agama, pekerjaan, alamat dan/atau wilayah), RUSAK, atau HILANG, Penduduk pemilik KTP-el wajib melaporkan kepada Instansi Pelaksana (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) untuk dilakukan PERUBAHAN atau PENGGANTIAN.

Pasal 101 huruf b. KTP-el yang sudah diterbitkan sebelum Undang-Undang ini ditetapkan BERLAKU SEUMUR HIDUP.

Semoga bermanfaat.