Monday, March 19, 2018

Ayah & Ibu, Ajarkan Kami TAUHID

📒✒

              

#IndonesiaBertauhid

Ayah dan Ibu ...
Perhatikan orang shalih yaitu Lukman dalam Al-Quran mengajarkan TAUHID pada anak-anaknya.

ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﻻَ ﺗُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﻟَﻈُﻠْﻢٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ

“Wahai Anakku janganlah kamu menyekutukan Allah, karena menyekutukan Allah itu adalah kezaliman yang besar.” (Luqman: 13)

Ayah dan Ibu ...
Engkau harus belajar TAUHID dahulu
Sebelum mengajarkan kepada kami
Kami dengar kitab TAUHID itu cukup tebal pembahasannya

Ayah dan ibu ...
Kami dengar TAUHID ini
Yang bisa membuat kita
Masuk surga sekeluarga dengan izin Allah
Aku ingin digandeng tanganku ke surga

Ayah dan Ibu ...
Jauhkan kami dari tontonan dan bacaan yang merusak TAUHID
Seperti:
"Pahlawan penguasa api dan air"
"Kekuatan dewa yang merubah dunia"
"Pasukan iblis menyerang alam akhirat"

Ayah dan ibu ...
Jika kami dan jatuh terdantuk tembok
Jangan katakan:
"Temboknya nakal ya"
Ajarkan kami:
"Qadarullah, ini adalah takdir Allah semoga jadi penghapus dosa"

Ayah dan Ibu ...
Ajarkan kami siapa Allah dan apa hak-hak utama Allah
Bacakan kami sirah Nabi shallallahu 'alaihu wa sallam
Kepahlawanan para Sahabat dan sabarnya orang shalih

Ayah dan ibu ...
Beri kami contoh dan teladan
Setiap hari kami melihat kalian berdua
Itulah yang kami contoh

Ayah dan ibu ...
Contohkan kepada kami
Manisnya iman dan Indahnya TAUHID
Sabar, tawakkal dan selalu berprasangka baik
Pada takdir Allah
Karena semua takdir Allah pasti yang terbaik
Bagi hamba-Nya

Ayah dan Ibu ...
Buatlah kenangan indah masa kecil kami
Dengan perhatian, pengajaran adab Islam dan TAUHID
Agar setiap kenangan itu teringat ketika kami dewasa
Lisan dan hati kami otomatis berdoa:

ﺭَﺏِّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲْ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻱَّ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻬُﻤَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺑَّﻴَﺎﻧِﻲْ ﺻَﻐِﻴْﺮًﺍ

“ Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta berilah rahmat kepada keduanya, sebagaimana mereka mendidikku di waktu kecil .”

Dalam Al-Quran,

ﺭَﺏِّ ﺍﺭْﺣَﻤْﻬُﻤَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺑَّﻴَﺎﻧِﻲ ﺻَﻐِﻴﺮًﺍ

“Wahai, Rabb-ku, sayangilah mereka berdua SEPERTI mereka menyayangiku waktu aku kecil”.[Al-Isra/17: 24]

@Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

https://muslimafiyah.com/ayah-ibu-ajarkan-kami-tauhid.html

Wednesday, January 17, 2018

Menunda Penundaan

Didapat dari grup sebelah,

Ada pengalaman menarik saat Mastermind Bali beberapa hari yang lalu...

Salah satu peserta ada yang memiliki masalah terkait produktivitas. 

Ya, dia ngerasa dirinya gak produktif. To do list hariannya banyak banget, tapi alih-alih dikerjain satu per satu, eh malah jadi bikin puyeng dan gak ada yang dikerjain. Pernah ngalamin juga? 😊

Dulu saya ngalamin begitu, sampai akhirnya saya sadar bahwa ini tidak baik untuk nasib saya kedepannya.

Akhirnya Saya mencari tahu cara agar bisa lebih produktif setiap harinya. Beberagai tools produktivitas saya beli. Berbagai macam buku tentang produktivitas saya beli. Tapi, gak ngefek.... 🙈 #tepukjidat

Usut demi usut, masalah terbesarnya bukan di luar, tapi ada di dalam diri sendiri. Ya, saya tidak punya alasan cukup kuat kenapa harus begitu produktif setiap harinya. Efeknya, nunda-nunda terus. Dalam bahasa psikologis, namanya prokrastinasi.

Setelah menyadari hal itu, akhirnya saya mencoba dan berusaha keras untuk berubah. Alhasil, setelah berjuang mati-matian, dibandingkan orang-orang terdekat, produktivitas saya terbilang cukup tinggi. Qodarullah...

Izin Allah, 9 buku behasil saya tulis dalam 6 tahun terakhir. 5 ebook gratis sudah saya tulis sejauh ini. Sertifikasi Hypnosis, Hypnoterapist, NLP, Public Speaking, dll, sudah saya ambil. 30 keilmuan bisnis dan internet marketing sudah saya pelajari. Ribuan buku dalam dan luar negeri sudah saya baca. Ratusan status Facebook beredukasi tinggi sudah saya post. Puluhan ecourse dalam dan luar negeri sudah saya ikuti. dst. Alhamdulillah...

Apa rahasianya?

Let me tell you what I do...

Pertama, IMPIAN BESAR.

Apa impian terbesar Anda dalam hidup?

Cobalah buat 1 angka. Angka yang memaksa Anda untuk terus melakukan tindakan yang menantang setiap harinya.

Misal, 1 triliyun per tahun, 10.000 kamar kos-kosan, 1000 properti di 40 kota, 100 bisnis sebelum 40 tahun, atau apapun itu.

Alhasil, harus besar, kudu membuat pikiran Anda berkontraksi setiap hari.

Kita yang senantiasa menunda-nunda pekerjaan, biasanya terlalu nyaman dengan keadaan. Impiannya terlalu kecil.

Salah satu kawan dekat saya, omsetnya sebulan udah miliaran, mobilnya mewah, rumahnya megah, tapi hidupnya gitu-gitu aja, seakan terbuai dengan pencapaian hidup yang menurut saya belum seberapa. Ini bahaya. Zona nyaman itu bahaya. Yang membuat zona nyaman bahaya ya karena kenyamanannya itu.

Growing or Dying!
Kalau gak tumbuh, mati...

Seseorang yang terbuai dalam zona nyaman, dia sebenarnya sedang berada dalam kemunduran...

Karenanya, ayo buat impian besar.

Impian yang menantang Anda untuk mencapainya. Angka yang memaksa Anda untuk bergerak setiap harinya. Tindakan yang menantang Anda untuk makin menggila dalam kebaikan.

Kedua, ALASAN KUAT.

Anthony Robbins pernah bilang, tidak ada orang yang tidak memiliki motivasi, yang ada hanyalah mereka yang tidak punya alasan kuat untuk bergerak.

Jika impian sering diidentikkan dengan angka-angka, maka alasan sering digambarkan dengan sosok tertentu.

Ya, cobalah jawab pertanyaan berikut ini.

Demi siapa Anda sukses?
Demi siapa Anda rela capek-capek kerja setiap hari?
Demi siapa Anda berjuang mati-matian setiap hari?

Demi siapa...

Ya, tentu demi orang-orang tercinta, bukan?

Anak kita...
Pasangan kita...
Orang tua kita...

Ya, mereka adalah sumber energi dan alasan terbesar kita dalam bergerak.

Sayangnya, jika hanya tiga sosok itu saja, tidak cukup. Karena banyak orang di luar sana, mereka sudah mampu memberikan nafkah terbaik untuk anak, pasangan, dan orang tuanya, tapi selesai disitu saja.

Maka, kita harus menambah 1 sosok dalam hidup kita. Siapa itu?

Orang-orang di sekitar kita...
Saudara-saudara kita...
Ummat Islam... Bangsa Indonesia...

Ya, income 100 juta lebih dari cukup untuk menghidupi anak, pasangan, dan orang tua kita, tapi tak akan pernah cukup untuk menghidupi jutaan orang di Indonesia...

Mereka harus menjadi alasan terkuat kita dalam bergerak. Sehingga saat kita berada dalam prokrastinasi, atau merasa tidak produktif, energi mereka jauh lebih besar buat kita dibandingkan penundaannya itu sendiri.

Ayo pikirkan saudara-saudara kita...

Banyak dari mereka yang hidupnya lebih menderita dari kita...

Banyak dari mereka yang kebingungan mau makan apa...

Banyak dari mereka yang kesulitan menjemput rezeki dari-Nya...

Ayo kita bantu. Jadilah manusia terbaik. Mereka yang bermanfaat untuk sesama...

Ketiga, MENGINGAT KEMATIAN.

Bagi saya, ini adalah energi terbesar kenapa kita harus menyegerakan kebaikan dan tidak menunda-nunda lagi.

Seringkali kita berpikir gini:

"Ah, besok aja deh..."
"Masih ada besok, nyantai aja..."
"Kalau bisa dikerjain besok, ngapain sekarang..."

Ah, itu adalah beberapa alasan yang seringkali terucap dan keluar dari mulut orang yang suka nunda-nunda dan kehilangan produktivitas. Padahal, mereka gak sadar, kematian bisa datang kapan saja. Seakan mereka yakin bahwa akan diberi umur panjang, sampai esok hari...

2 hari yang lalu Saya kehilangan ayah mertua saya (abah, ayahnya istri).

Saya benar-benar kaget dan terpukul. Padahal, seminggu sebelumnya, abah & mamah baru saja mengurus paspor untuk keberangkatan umroh bulan depan. Tapi Allah berkata lain, Allah memanggilnya. Koper umroh yang ada di rumah membuat air mata saya terus mengalir setiap kali menatapnya. Innalillahi wa inna ilaihi roojiun... 😭😭😭

Kematian menjadi sinyal dan pengingat terbaik untuk kita agar senantiasa berbuat kebaikan. Setiap harinya. Bekal akhirat kelak.

Yuk jangan nunda-nunda lagi...

Tundalah penundaanmu. Sampai kapan? Sampai ajal tiba...

Semoga Allah memberkati dan melapangkan rezeki, waktu, dan usia kita untuk senantiasa melakukan kebaikan.

By Dewa Eka P.

Monday, January 15, 2018

Bukan sekedar kaya

Bagi saya, "Bukan sekadar kaya. Periksa kembali niat dan caranya."

Begini. Kaya itu bukan soal akumulasi harta, melainkan soal distribusi harta. Hendaknya begitu. Dengan kata lain, yang dipikirkan itu sesama, bukan dirinya dan keluarganya saja. Manfaat, manfaat, manfaat.

Terus, gimana dengan kebahagiaan?

Miskin, bahagia. Kaya, bahagia. Tapi kalau kaya, kita bisa membahagiakan orang banyak. Right? Bikin berbagai program sosial, mulai dari sekolah, klinik, rumah sakit, rumah ibadah, sport centre, dll. Maka, niatkan untuk kaya. Niatkan, ikhtiarkan!

Satu lagi. Sebaik-baik harta berada di tangan orang beriman. Ini pesan Nabi. Kenapa? Agar orang baik-baik yang mengendalikan peradaban. Bukankah ini teramat penting? Nggak perlu nanya lagi!

Kalau kita lemah, maaf, maka kita akan dikendalikan. Ingat, orang beriman yang kuat lebih disukai Allah. Hm, kuat apanya? Kuat fisiknya, finansialnya, ilmunya, imannya, dan amalnya. Bantu share ya tulisan ini.

Kalau kaya, terus sombong, gimana tuh? Segerobak contoh orang miskin yang sombong. Itu mah tergantung orangnya. Insya Allah teman-teman di sini istimewa. Kaya, baik hati, tidak sombong, dan suka menabung. Hehehe.

Pikirkan lagi. Soal kaya. Fasilitas pendidikan seperti apa yang ingin kita berikan buat anak-anak kita? Fasilitas kesehatan seperti apa yang ingin kita berikan buat keluarga kita? Sebisanya beri yang terbaik. Meski itu relatif lebih mahal.

Think.

Thursday, November 9, 2017

Syair: Pemuda Muslim

Hasyim Asyaari

disampaikan ulang oleh: Ustadz Budi Ashari
Youtube: "Ust Budi Ashari: Membangun Karakter Anak Muda Muslim"

Syair Pemuda Islam
Akankah masa lalu yang gemilang itu akan kembali?
SUngguh saya larut kepada masa lalu kebesaran islam itu
Karena kami pernah membangun sekian masa lamanya kebesaran dimuka bumi ini,
Yang ditopang oleh anak-anak muda, miliki cita yang sangat tinggi

Anak-anak muda yang melalui jalur-jalur sulit tapi mereka berhasil menaklukannya,
dan mereka tidak mengenal Islam, hanya ini agama
Kalau siang hari, kalian saksikan mereka adalah para kesatria yang menggedor
benteng-benteng kekafiran dan kemunafikan
tapi kalau dimalam hari, kalian tidak akan jumpai mereka, kecuali sedang bersujud
kepada Allah Subhanahuwataala

Begitulah islam melahirkan generasi ini, para pemuda yang ikhlas
yang merdeka dan penuh amanah

sumber;

Monday, October 30, 2017

20 PRINSIP BISNIS

Oleh : Ust. ABU SYAUQI (pemilik belasan perusahaan)

1. Bisnis itu bisa besar jika niatnya untuk berjihad, niat berjihad inilah yg membuat uang itu datang, bukan karena dagangnya, niat jihad akan menjaga kita dari cara2 yg melanggar syariat, menjaga kita dari mengambil harta haram dan syubhat.

2. Semakin kita tidak tertarik dengan uang, uang justru datang berlimpah kepada kita. Semakin kita tertarik kepada uang, uang bersembunyi dari kita.

3. Bisnis yang barokah sejatinya tidak mengganggu ibadah kita, tidak membuat kita semakin jauh dari Allah dan dakwah, tidak merusak ukhuwah kita.

4. Jangan serakah, berilah kesempatan karyawan kita untuk turut serta menjadi pemilik bisnis, berikan saham gratis kepada karyawan yang terbukti loyalitasnya.

5. Jadikan ALLAH sebagai mentor bisnis dan kehidupan kita, dialah MAHA MENTOR.

6. Bergaullah dengan org lain, namun tidak lebur.

7. Ubahlah mindset, masuklah ke mindset orang kaya, 95% sukses bisnis ditentukan oleh mindset 5% berasal dari skill.

8. Banyak dari kita, berbisnis tapi mindsetnya masih karyawan, karyawan melihat uang untuk konsumtif, bisnisman melihat uang untuk investasi. Ini mindset.

9. Tuliskan cita-cita , target hidup kita, tempellah di kamar, bacalah setiap pagi sebelum berangkat dari rumah dan berdoalah semoga Allah ijabah

10. Tidak masalah kepunyaan kita diambil org lain, YANG PENTING KITA TIDAK MENGAMBIL MILIK ORANG LAIN.

11. Kosongkan hati dari keinginan terhadap uang dan dunia, ambil seperlunya saja, jika ada kelebihan, berbagilah kepada yang membutuhkan,  insya Allah dunia dan kekayaan akan menghampiri.

12. Berbisnislah karena memikirkan Dakwah, umat dan agama Allah, bukan hanya bisnis untuk penuhi kebutuhan anak istri, kalo kita memikirkan jamaah dan umat maka anak dan istri juga termasuk di dalamnya.

13. Bisnis itu WOL dan UOL
WOL = Waktu Orang Lain
UOL = Uang Org Lain

14. Sikap terhadap Kegagalan :
Hanya mereka yang berani gagal besar-besaran yang akan bisa sukses besar-besaran. (Robert F. Kennedy)

15. Gagal dan sukses itu berjalan searah, bukan gagal ke utara, sukses ke selatan. kesuksesan yang besar hanya akan datang setelah kita melewati kegagalan yg besar pula.

16. Anda yang lebih berani gagal = Lebih mungkin sukses duluan.

17. Good leader are good reader

18. Uang itu gagasan ... uang itu ide.

19. Menjadi pengusaha dan menjadi kaya itu bukan pekerjaan sulit, karena belum tahu ilmunya.

20. Berilah space pengusaha dalam pikiran kita.

Semoga bermanfaat untuk kita semua yang ingin mengembangkan usaha atau bisnisnya.                    *PYM | NurBuwah*

Friday, October 13, 2017

Kisah keluarga di arab saudi

Dari wag: Alumni 212

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…

Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...
Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti (di perjalanan) utk melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??

          Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin (SELESAI…)

          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
          Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci
          Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…

(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 19-11-1434 H / 25 September 2013 M
www.firanda.com

Wednesday, October 11, 2017

Judul soal rezeki (lagi 😅)

Dulu  saya pikir sholat dhuha dan membaca zikir itu pembuka pintu rezeki, dan dulu juga saya pikir, Rezeki/Rizki itu berwujud uang,Gaji yg besar, banyak order, banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di Bank, *punya banyak asset*
*Seperti : Kendaraan,* *Properti disana-sini, dll*
_*Intinya : Harta...*_

Setelah mencari tau apa makna Rezeki / Rizqi dalam Islam (sesuai yg tertera dalam Alquran dan hadits), ternyata saya salah besar...

Ternyata,
🍁 langkah kaki yg dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rizqi.

🍁 langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid, adalah rizqi.

🍁 hati yg Allah jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah rizqi.

🍁 punya temen2 yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rizqi.

🍁 saat keadaan sulit penuh keterbatasan, itu juga rizqi. Mungkin jika dalam keadaan sebaliknya, justru membuat kita kufur, sombong, angkuh bahkan lupa diri.

🍁 punya orang tua yang sakit2an,ternyata itu adalah rizqi, karena merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila Kita tulus Ikhlas mengurusnya.

🍁 Tubuh yang sehat, adalah rizki. Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rizki karena sakit adalah penggugur dosa.

🍁 dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rizqi yang kita tidak sadari...

Suami Istri dan anak2 Sehat itu Rizki, anak-anak Anda sekolahnya lancar itu Rizki, hidup Rukun sama Tetangga itu Rizki... Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman kajian tausiah keagamaan yg mengajak kebajikan dari Group WhatsApp itu juga Rizki,karena Anda mendapatkan Ilmu darinya...

Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kebahagiaan, padahal begitu *banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan...* 😔

_*Mari sebarkan kebaikan dan nikmati Rizqi + Rizqi yg Allah amanahkan Kepada Kita*_

*ۚ ﻭَﻣَﺎ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻣَﺘَٰﻊُ ٱﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ*

*... Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al-Hadid - 57:20)*

*#Semoga Bermanfaat*
*HS*