Tuesday, July 18, 2017

*Do’a Qunut*

أَللَّـهُمَّ اهْدِناَ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعاَفِناَ فِيْمَنْ عاَفَيْتَ وَتَوَلَّناَ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَباَرِكْ لَناَ فِيْماَ أَعْطَيْتَ وَقِناَ بِرَحْمَتِكَ شَرَّ ماَقَضَيْتَ , فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَيُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَيَعِزُّ مَنْ عاَدَيْتَ تَباَرَكْتَ رَبَّناَ وَتَعاَلَيْتَ فَلَكَ الحَمْدُ عَلَى ماَقَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ , وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya :
“Ya Allah, berilah kami petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah kami kesehatan seperti orang-orang yang Engkau beri kesehatan, pimpinlah kami bersama-sama dengan orang-orang yang Engkau pimpin, berilah keberkahan pada segala sesuatu yang Engkau berikan kepada kami, lindungilah kami dari kejahatan yang Engkau tentukan, karena sesungguhnya Engkau yang menentukan dan tidak ada yang melebihi ketentuan Engkau, sesungguhnya tidak akan hina orang-orang yang Engkau beri kemuliaan, tidak akan mulia orang-orang yang Engkau musuhi, maha berkah Engkau, maha luhur Engkau, segala puji bagai Engkau, atas apa yang Engkau tentukan, aku memohon ampunan dan kembali kepada Engkau, semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam kepada Nabi Muhammad berserta keluarga dan sahabatnya semua, amien”.

Catatan PENTING
*Hukum baca qunut sunnah Ab'ad /Sunnah muaqadah.
*Kalimat sanjungan yaitu mulai dari Fainnaka Taqdi sampai dengan Wa Atuubu Ilaek dalam shalat berjama’ah tidak diamini. oleh makmum, akan tetapi dibaca masing-masing saja..
ingat !, setelah qunut tidak dianjurkan mengusap muka...

By. Ustadz Ahmad Daeroby (Penterjemah Kitab Kuning)

================
Haditsnya shohih.
Rasulullah Saw senantiasa melakukan QUNUT pada shalat subuh sampai Beliau meninggalkan dunia”

Rujukan kitab haditsnya

(HR. Ahmad, Musnad Ahmad, vol. III, hal 162; Abdurrazaq, Mushannaf Abdurrazzaq, vol. III, hlm. 110; Daraquthni, Sunan Daruquthni, vol. II, hlm. 39; dan disebutkan oleh Al-Haitsani di dalam Majma’ Al-Zawaid, vol. II, hlm. 139; serta Hakim di dalam Al-arba’in, dan dia berkata, Hadits shahih; para periwatnya seluruhnya adalah orang-orang yang tsiqah. (perawi hadist orang yang kokoh dan terpercaya dalam memegang amanat.)

Allah mengetahui segalanya

No comments:

Post a Comment