Thursday, November 9, 2017
Syair: Pemuda Muslim
disampaikan ulang oleh: Ustadz Budi Ashari
Youtube: "Ust Budi Ashari: Membangun Karakter Anak Muda Muslim"
Syair Pemuda Islam
Akankah masa lalu yang gemilang itu akan kembali?
SUngguh saya larut kepada masa lalu kebesaran islam itu
Karena kami pernah membangun sekian masa lamanya kebesaran dimuka bumi ini,
Yang ditopang oleh anak-anak muda, miliki cita yang sangat tinggi
Anak-anak muda yang melalui jalur-jalur sulit tapi mereka berhasil menaklukannya,
dan mereka tidak mengenal Islam, hanya ini agama
Kalau siang hari, kalian saksikan mereka adalah para kesatria yang menggedor
benteng-benteng kekafiran dan kemunafikan
tapi kalau dimalam hari, kalian tidak akan jumpai mereka, kecuali sedang bersujud
kepada Allah Subhanahuwataala
Begitulah islam melahirkan generasi ini, para pemuda yang ikhlas
yang merdeka dan penuh amanah
sumber;
Monday, October 30, 2017
20 PRINSIP BISNIS
Oleh : Ust. ABU SYAUQI (pemilik belasan perusahaan)
1. Bisnis itu bisa besar jika niatnya untuk berjihad, niat berjihad inilah yg membuat uang itu datang, bukan karena dagangnya, niat jihad akan menjaga kita dari cara2 yg melanggar syariat, menjaga kita dari mengambil harta haram dan syubhat.
2. Semakin kita tidak tertarik dengan uang, uang justru datang berlimpah kepada kita. Semakin kita tertarik kepada uang, uang bersembunyi dari kita.
3. Bisnis yang barokah sejatinya tidak mengganggu ibadah kita, tidak membuat kita semakin jauh dari Allah dan dakwah, tidak merusak ukhuwah kita.
4. Jangan serakah, berilah kesempatan karyawan kita untuk turut serta menjadi pemilik bisnis, berikan saham gratis kepada karyawan yang terbukti loyalitasnya.
5. Jadikan ALLAH sebagai mentor bisnis dan kehidupan kita, dialah MAHA MENTOR.
6. Bergaullah dengan org lain, namun tidak lebur.
7. Ubahlah mindset, masuklah ke mindset orang kaya, 95% sukses bisnis ditentukan oleh mindset 5% berasal dari skill.
8. Banyak dari kita, berbisnis tapi mindsetnya masih karyawan, karyawan melihat uang untuk konsumtif, bisnisman melihat uang untuk investasi. Ini mindset.
9. Tuliskan cita-cita , target hidup kita, tempellah di kamar, bacalah setiap pagi sebelum berangkat dari rumah dan berdoalah semoga Allah ijabah
10. Tidak masalah kepunyaan kita diambil org lain, YANG PENTING KITA TIDAK MENGAMBIL MILIK ORANG LAIN.
11. Kosongkan hati dari keinginan terhadap uang dan dunia, ambil seperlunya saja, jika ada kelebihan, berbagilah kepada yang membutuhkan, insya Allah dunia dan kekayaan akan menghampiri.
12. Berbisnislah karena memikirkan Dakwah, umat dan agama Allah, bukan hanya bisnis untuk penuhi kebutuhan anak istri, kalo kita memikirkan jamaah dan umat maka anak dan istri juga termasuk di dalamnya.
13. Bisnis itu WOL dan UOL
WOL = Waktu Orang Lain
UOL = Uang Org Lain
14. Sikap terhadap Kegagalan :
Hanya mereka yang berani gagal besar-besaran yang akan bisa sukses besar-besaran. (Robert F. Kennedy)
15. Gagal dan sukses itu berjalan searah, bukan gagal ke utara, sukses ke selatan. kesuksesan yang besar hanya akan datang setelah kita melewati kegagalan yg besar pula.
16. Anda yang lebih berani gagal = Lebih mungkin sukses duluan.
17. Good leader are good reader
18. Uang itu gagasan ... uang itu ide.
19. Menjadi pengusaha dan menjadi kaya itu bukan pekerjaan sulit, karena belum tahu ilmunya.
20. Berilah space pengusaha dalam pikiran kita.
Semoga bermanfaat untuk kita semua yang ingin mengembangkan usaha atau bisnisnya. *PYM | NurBuwah*
Friday, October 13, 2017
Kisah keluarga di arab saudi
Dari wag: Alumni 212
Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :
Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.
Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…
Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.
Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.
Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.
Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.
Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...
Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.
Putriku bercerita :
Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.
Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"
Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…
Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…
Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"
Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.
Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…
Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.
Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti (di perjalanan) utk melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??
Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…
Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.
Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…
Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…
Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin (SELESAI…)
Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci
Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…
(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 19-11-1434 H / 25 September 2013 M
www.firanda.com
Wednesday, October 11, 2017
Judul soal rezeki (lagi 😅)
Dulu saya pikir sholat dhuha dan membaca zikir itu pembuka pintu rezeki, dan dulu juga saya pikir, Rezeki/Rizki itu berwujud uang,Gaji yg besar, banyak order, banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di Bank, *punya banyak asset*
*Seperti : Kendaraan,* *Properti disana-sini, dll*
_*Intinya : Harta...*_
Setelah mencari tau apa makna Rezeki / Rizqi dalam Islam (sesuai yg tertera dalam Alquran dan hadits), ternyata saya salah besar...
Ternyata,
🍁 langkah kaki yg dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rizqi.
🍁 langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid, adalah rizqi.
🍁 hati yg Allah jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah rizqi.
🍁 punya temen2 yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rizqi.
🍁 saat keadaan sulit penuh keterbatasan, itu juga rizqi. Mungkin jika dalam keadaan sebaliknya, justru membuat kita kufur, sombong, angkuh bahkan lupa diri.
🍁 punya orang tua yang sakit2an,ternyata itu adalah rizqi, karena merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila Kita tulus Ikhlas mengurusnya.
🍁 Tubuh yang sehat, adalah rizki. Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rizki karena sakit adalah penggugur dosa.
🍁 dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rizqi yang kita tidak sadari...
Suami Istri dan anak2 Sehat itu Rizki, anak-anak Anda sekolahnya lancar itu Rizki, hidup Rukun sama Tetangga itu Rizki... Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman kajian tausiah keagamaan yg mengajak kebajikan dari Group WhatsApp itu juga Rizki,karena Anda mendapatkan Ilmu darinya...
Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kebahagiaan, padahal begitu *banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan...* 😔
_*Mari sebarkan kebaikan dan nikmati Rizqi + Rizqi yg Allah amanahkan Kepada Kita*_
*ۚ ﻭَﻣَﺎ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻣَﺘَٰﻊُ ٱﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ*
*... Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al-Hadid - 57:20)*
*#Semoga Bermanfaat*
*HS*
Sunday, September 3, 2017
*_Tak Usah Sedih, Cintaku…_*
*_HomeArtikelSuami_*
*_Tak Usah Sedih, Cintaku…_*
*Senin, 08 April 2013 15:35*
*_Ditulis oleh Budi Ashari_*
*Tak Usah Sedih, Cintaku…*
_Karena cinta, terkadang harus bersedih. Cinta pasti membuatnya mampu bertahan. Tetapi kita tetap manusia. Ada batas. Air mata pun tertumpahkan untuk menyejukkan hati. Dan untuk bertahan dalam cinta._
_Inilah kisah dan tumpahan hati ibunda kita ummul mu’minin, istri Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dia termasuk istri terakhir yang dinikahi Rasul sebelum Maimunah._
_Rasul menikahinya pada tahun 7 H, setelah muslimin memenangkan pertarungan melawan Yahudi di benteng-benteng Khaibar. Dia ada di antara tawanan. Dia anak salah satu pembesar Yahudi. Dia satu-satunya istri Nabi yang berasal dari keturunan Yahudi._
*_Shofiyyah binti Huyay radhiallahu anha._*
Yuk, buka telinga kita untuk penuturan ibunda kita Shofiyyah tentang kisahnya. Shofiyyah yang dikenal lembut itu ingin membagi rasa hatinya di tengah para istri Nabi yang lain.
*Berikut kalimat-kalimat beliau,*
_“Aku memilih Allah, rasul dan Islam. Rasul shallallahu alaihi wasallam pun membebaskan aku dari perbudakan dan kemudian menikahiku dengan mahar pembebasanku itu. Ketika beliau ingin kembali ke Madinah, para sahabat berkata:_
Hari ini kita akan tahu apakah ia istri atau budak. Jika ia istri, Rasul akan menghijabinya. Kalau tidak berarti dia budak.
Ketika beliau hendak berangkat, beliau memerintahkan untuk menutupinya dan Shofiyyah pun ditutupi.
Maka diketahuilah bahwa aku adalah istrinya. Kemudian beliau mendekat ke untanya dan menyodorkan pahanya untuk aku naik. Shofiyyah merasa ini sangat istimewa, dia pun meletakkan pahanya di atas paha beliau kemudian naik ke unta.
Aku mendapatkan dari istri-istri beliau (hal-hal yang kurang nyaman).
Mereka membanggakan diri mereka di atas diriku dan berkata: *Wahai putri Yahudi.*
Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berusaha menenangkan diriku dan memuliakan aku.
Suatu hari beliau menemuiku, sementara aku sedang menangis. Beliau bertanya: Ada apa denganmu?
Aku menjawab: Istri-istrimu membanggakan diri mereka di atas diriku dan berkata: *Wahai putri Yahudi.*
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam marah dan beliau berkata:
Jika mereka berkata kepadamu seperti itu dan membanggakan diri maka katakan:
*_Bagaimana kalian lebih baik dariku; ayahku Harun, pamanku Musa dan suamiku Muhammad!_*
*(Lihat Maghazi Al Waqidi dan Uyunul Atsar Ibnu Sayyidinnas)*
_Jazakumullah Ya Rasulallah._
_Engkau telah mengajari kami tentang cinta. Biarlah orang lain belajar cinta dari para pakar cinta di dunia ini._
Tetapi kami belajar cinta darimu. Dan kami akan terus belajar darimu.
Kali ini, engkau ajari kami tentang cinta yang mengharuskan kita bertahan. Tentang cinta yang harus menghibur.
Jelas ibunda kami, Shofiyyah bersedih.
Ia seperti terasingkan dalam rangkaian keluarga muliamu.
Ia hadir belakangan. Setelah semuanya padu.
Dia hanya orang baru. Seperti tersingkirkan.
Bagaimana tidak, ia hanyalah tawanan perang yang seharusnya menjadi budak.
Tetapi karena memilih untuk masuk Islam, maka engkau membebaskannya dan menikahinya dengan mahar pembebasan itu.
Dan dia berasal dari keturunan Yahudi, masyarakat hina yang memusuhimu.
Tapi kami telah belajar banyak darimu Ya Rasulullah –jazakumullah athyabal jaza’-.
Bagaimana menghibur hati cintamu agar tak larut dalam sedih.
Engkau mengajari kami bagaimana mendinginkan luka hatinya.
Engkau menunjuki kami cara menghapus air mata kepedihannya.
Agar ia tak tersiksa dalam cinta. Agar ia tahu bahwa ia mencintai orang paling istimewa dalam hidupnya.
Engkau tunjukkan di hadapan semua sahabatmu betapa mulianya cintamu yang satu ini. Pahamu yang mulia, engkau sodorkan untuk diinjak oleh kakinya. Betapa mulia dan lembut hatimu. Ia naik ke unta. Dan ia pun naik di mata para sahabatmu.
Tapi bagaimana dengan kalimatyang tak nyaman didengarnya. Masih disebut-sebut: _Hai anak Yahudi._
_Yang membuatnya pedih adalah, ia istrimu. Ia telah dengan setulus hati memilih Allah, dirimu dan Islam ini._
Dan lagi, jazakumullah Ya Rasulallah
Kami sekarang mengerti. Engkau datang hendak menghapus air mata kepedihannya.
Jika mereka berkata kepadamu seperti itu dan membanggakan diri maka katakan:
*_Bagaimana kalian lebih baik dariku; ayahku Harun, pamanku Musa dan suamiku Muhammad!_*
Subhanallah, cukup Ya Rasulullah.
Kami mengerti.
Kami akan segera pulang ke rumah.
*Dan berkata: Tak usah sedih, cintaku...*
*Karena kamu orang yang istimewa dalam hidupku...*
*Ustadz Budi Ashari Lc.*
📚📚📚
Saturday, August 12, 2017
🌸 *HIKMAH ISTRI TAAT KEPADA SUAMI* 🌼
بِســــْمِ اللّهِ الرَّحْمــــٰنِ الرَّحِيْــــم ِ
📝 Rifaqun Ashfiyaa' bin Aunur rofiq bin ghufron bin hamdani. LC
Isteri taat kepada suami sangat penting untuk mewujudkan kerukunan rumah tangga, bukankah diantara sebab terjadi perceraian karena isteri tidak taat kepada suami, atau istri ingin mengatur suami?.
Wahai isteri, insya Allah suamimu adalah pria yang kamu senangi , jika kamu ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat, ketahuilah suamimu adalah pemimpimu, silahkan baca surat An-nisa’ ayat no:34 Taati dia selama tidak memerintah yang haram, sampaikan udzurmu bila kamu tidak mampu, jika kamu bersabar mentaati perintahnya Allah azza wa jalla akan membalasnya dengan surga.
Bukankah Rasulullah shollohu alaihi wasallam bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dari Abdur rahman bin Auf rodliallhu anhu :
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ »
```"Apabila wanita itu shalat lima waktu, berpuasa pada bulan ramadhon, dan taat kepada sauminya, dikatakan kepadanya, silahkan kamu masuk sorga melewati pintu yang kamu sukai [1]"```
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi bersumber dari Abu Hurairah rodliallhu anhu Imam Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairoh rodliallohu anhu Rasulullah shollollaahu alaihi wasallam bersabda :
« لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا »
```"Seandainya aku menyuruh orang agar sujud kepada orang tentu aku menyuruh isteri agar sujud kepada suaminya [2]"````
Syaikh Ibnu Taimiyah rahimahullahberkata: ```Apabila wanita sudah menikah, maka suaminya lebih berhak dari pada ayahnya, isteri lebih wajib mentaati suami dari pada ayahnya [3]```
Imam Bukhari didalam shahihnya meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah rodliallhu anhu Rasulullah shollollaahu alaihi wasallam bersabda :
« لاَ تَصُومُ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ »
```"tidak boleh berpuasa (sunnah ) sedangkan suaminya dirumah kecuali dengan izinnya [4]"```
Karena sangat mulianya taat kepada suami, isteri yang hendak beribadah puasa sunnah pun harus izin kepada suami bila suami di rumah. Inilah fungsi suami sebagai pemimpin, dia harus ditaati agar isteri tetap mulia
Suami akan merasakan bahagia juga bila isteri memenuhi kebutuhan suaminya, karena memenuhi seruan suami, isteri mendapatkan pahala juga, sebalikanya jika isteri menolak, padahal tidak ada udzur syar’i, malaikat melaknatnya sampai suami padam marahnya. Imam Muslim meriwayatkan hadits bersumber dari Abu Hurairah rodliallhu anhu Rasulullah shollollaahu alaihi wasallam bersabda :
« إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ »
```"Apabila seorang istri bermalam meninggalkan atau menjauhi tempat tidur suaminya maka malaikat akan melaknatinya sampai pagi. [5]"```
Isteri hendaknya betah dirumah, agar dia bahagia, hendaknya tidak keluar kecuali atas izin suaminya. Ibnu Rajjab rahimahullah berkata: ulama’ sunnah bersepakat bahwa wanita tidak boleh keluar pergi ke masjid bila suami tidak mengizininya [6]
Syaikh bin Abdullah Abu Zaid rahimahullah berkata: ```"menurut asal, wanita tempat tinggalnya dirumah, karena Allah azza wa jalla menyifati mereka tinggal dirumah silahkan baca surat al-Ahzab :33. Inilah ketetapan Allah azza wa jalla untuk kebahagiaan wanita, sedangkan mereka boleh keluar apabila dalam keadaan terpaksa , oleh karena itu ketika dibolehkan keluar hendaknya tidak bersolek diri seperti wanita jahiliyah dan hendaknya tidak tercium bau aromanya . [7]"```
Isteri hendaknya pandai menghibur suaminya
Imam Nasai rahimahullah meriwayatkan hadits dari Abu Huroirah rodliallhu anhu dia berkata : Rasulullah shollollaahu alaihi wasallam pernah ditanya: wahai Rasulullah siapakah wanita yang paling baik, lalu beliau menjawab :
الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
```"Wanita yang menyenangkan suaminya bila melihatnya, mentaati perintah suaminya, dan tidak menyelisihinya pada jiwa dan harta dengan sesuatu yang dibenci[8]"```
Isteri hendaknya bersabar ketika suami mengalami kesulitan mencari rizki, hendaknya menjadi isteri yang qonaah , karena apabila wanita menikah tujuannya ingin mencari pahala, insya Allah surga imbalannya. Allah azza wa jalla berfirman:
وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآَخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا
```"dan jika kamu sekalian (isteri ) menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, Maka Sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.[9]"```
Bersabarlah ketika suami marah, dan mencari penyebabnya, mungkin isteri yang salah, karena(^_^) tutur kata yang buruk, kurang sopan atau tidak mengurusi anak. Jauhkan dirimu dari sifat yang kurang adab . Rasulullah shollallaahu alaihi wasallam tatkala ditanya oleh wanita; mengapa wanita banyak masuk neraka? Beliau r menjawab :
تَكْفُرْنَ العشيرَوتكثرن اللعن
```"Karena kamu mengingkari kebaikan suami, dan kamu sering mencaci suami"``` [10]
Jadilah wanita yang dermawan, hilangkan sifat bakhil dan kikir, sifat tamak dan rakus dunia, sehingga dirimu menjadi ahli surga.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhori bersumber dari Aisyah rodliallohu anha Rasulullah shollollaahu alaihi wasallam bersabda :
إِذَا أَنْفَقَتْ الْمَرْأَةُ مِنْ طَعَامِ بَيْتِهَا غَيْرَ مُفْسِدَةٍ فَلَهَا أَجْرُهَا وَلِلزَّوْجِ بِمَا اكْتَسَبَ وَلِلْخَازِنِ مِثْلُ ذَلِكَ
```“Jika seorang wanita (isteri) berinfaq dari makanan rumahnya dan bukan bermaksud menimbulkan kerusakan maka baginya pahala dan bagi suaminya (pahala) dari yang diusahakannya dan juga bagi seorang penjaga harta/bendahara akan mendapatkan pahala seperti itu”.``` [11]
Wahai saudariku! jika ini semua kamu kerjakan dengan baik, kami yakin kebahagianmu bukan hanya di dunia, kamu menjadi wanita mulia, keturuanmu pun insya Allah menjadi anak yang shalih dan shalihah, tempat kembalimu surga insya Allah.
[1] (HR. Abu Nuem fil Huliyah . dishohihkan oleh Albany al-Misyakat 2/239 no:3254)
[2]HR Tirmidzi 5/1 Dishahihkan oleh Imam Albani
[3] HR Bukhori Bab shoumil mar’ah .Taudhihul ahkam 3/199
[4] HR Bukhori Bab shoumil mar’ah .Taudhihul ahkam 3/199
[5] Shahih Muslim No.2594
[6] Fathul Bari li ibni Rajjab 6/140 dan ini adalah pendapat Imam Syafii, Ibnul mubarok, Imam Ahmad dan lainnya
[7] Maalimus Tsaqofatil Islamiyah :274
[8] HR Nasai 6/28 , dishohihkan oleh Al-Bany , lihat silsilahshohih no 1838 4/337
[9] QS. Al-Ahzab (33) :29
[10] HR Shahih Ibnu Hibban 8/111
[11] HR Bukhori No. Hadist: 1350
Copas dari fb Amahnya Ubaidah.
#IstriTaatSuami
🔲🔳🔲
Sumber: Lentera Dakwah
📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa
🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/Cm7bOEaYArdAo55VDEi5UL
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/L5p0vptxZyZ6UfuHGo814w
Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.
Saturday, August 5, 2017
Menakar makar Aswaja Terhadap Dakwah Salafiyah di Indonesia
by: Abu Afifah.
Dinamika dakwah Islam di tanah air dalam tiga dekade terakhir diwarnai dengan fenomena pesatnya perkembangan dakwah salafiyah yang bertujuan mengembalikan pemahaman umat Islam kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan manhaj salafus saleh.
Fakta demikian ternyata mengundang pobia luar biasa dari kalangan tradisionalis atau yang menyebut diri sebagai *Aswaja,* di mana praktek-praktek keislaman mereka yang sarat pencampuradukan dengan budaya lokal mendapatkan koreksi total dari kalangan salafi.
*Perlu ditegaskan, makna aswaja dalam term kaum tradisionalis bukanlah satu pengamalan beragama yang meneladani Rasulullah SAW dan para sahabatnya dalam akidah maupun ibadah sebagaimana definisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebenarnya, melainkan satu model baru keislaman yang memadukan berbagai unsur semisal mazhab ilmu kalam Asya’irah, tasawuf, dan ritual-ritual amaliah yang berasal dari warisan kultur Hindu-Budha.* Maka tak heran, berkembangnya dakwah Salafiyah dari Aceh hingga Papua mendatangkan kegelisahan dari kalangan tokoh aswaja NU yang selama ini terlanjur menikmati kedudukan begitu tinggi di tengah-tengah masyarakat ‘santri’.
Sikap pobia akut kalangan NU terhadap dakwah salafiyah yang dilabeli *Wahabi* itu, sejatinya sudah tergambar jelas dalam lembaran sejarah seputar berdirinya ormas tersebut. Sebagaimana diketahui, NU bermula dari satu tim panitia “Komite merembuk Hijaz” yang didirikan guna merespon peperangan kaum Salafi di Saudi Arabia yang berakhir dengan terusirnya Syarif Husein dari Makkah pada 1924. Kemenangan Abdul Aziz Al-Saud yang disebut berhaluan *Salafi* atas Syarif Husein yang berpaham *suffi* merupakan pukulan telak bagi kalangan tradisionalis di manapun termasuk di wilayah Hindia-Belanda. Sebab, dengan jatuhnya Makkah ke tangan Salafi, sama artinya dengan hilangnya kemerdekaan bagi kaum sufi-tradisionalis untuk menjalankan praktek amalan-amalan khas quburiyun di tanah suci.
Pada saat bersamaan, di seantero Nusantara juga tengah berkembang dakwah pembaharuan yang dimotori oleh Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Persis dengan inti dakwahnya memberantas takhayul, bid’ah, dan khurafat (TBC) serta memerangi sikap taklid buta terhadap kyai.
Fakta semakin gencarnya dakwah pembaharuan Islam di tanah air, dan kembali berkuasanya kaum Salafi di tanah suci itulah yang mendorong inisiatif para tokoh Islam tradisionalis untuk mendirikan satu wadah bersama guna melestarikan corak keberagamaan mereka. Tak cukup dengan berserikat, para pendiri ormas NU juga merasa perlu untuk merumuskan *“bagaimana Islam yang benar versi mereka”* hingga lahirlah istilah Aswaja untuk membungkus hakikat keberagamaan warga nahdliyin yang sarat akulturasi dengan budaya pra-Islam. Dan buat melegitimasi sikap pengultusan terhadap kyai yang memang sudah umum berlaku di kalangan nahdliyin, mereka dengan bangga mengemukakan dalil “Ulama adalah ahli waris para Nabi”. *Tentu saja tafsir ulama versi aswaja NU adalah kyai yang sejalan dengan model beragama mereka, seperti demen tahlilan, yasinan, mauludan atau tawashulan dengan perantara arwah para wali.* Adapun ulama di luar golongan mereka, kendati selevel *ahli hadis abad moderen Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani atau Syaikh Ibnu Bazz* pun ditolaknya karena fatwa-fatwanya yang justru mengoreksi cara beragama mereka.
*NU & Politik*
Jika kaitannya dengan perpolitikan nasional, sikap NU memang berubah-ubah. Dalam Pemilu 1955, NU yang menjelma sebagai sebuah partai politik turut serta memperjuangkan dasar negara Islam bagi republik ini. Selanjutnya, NU justru duduk mesra bersama-sama kaum nasionalis dan komunis dalam mengusung paham Nasakom. Pada Pemilu 1977, NU menyatakan berfusi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sepuluh tahun berselang, NU malah berperan sebagai penggembos PPP dengan keputusannya lewat muktamar Situbondo 1984 yang menyatakan kembali ke khittah 1926, tidak berpolitik. Realitanya, kembali ke khittah 1926 ternyata bukannya tidak berpolitik, tetapi justru berpolitik dengan menggembosi PPP. Pasca tumbangnya rezim Orde Baru, kembali ke khittah 1926 yang mereka dengung-dengungkan pun dibuang lagi. PBNU memfasilitasi lahirnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sejumlah tokoh NU yang tidak sejalan dengan platform PKB, turut pula membidani lahirnya beberapa partai seperti Partai Nahdlatul Umat (PNU), Partai Kebangkitan Umat (PKU), dan Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia (Partai SUNI). Terkait lahirnya sejumlah parpol yang saling mengklaim sebagai partainya warga NU di awal reformasi, Gus Dur pernah berkomentar, *“NU itu ibarat ayam, dari pantatnya keluar telur dan tai ayam. Yang telur itu PKB, yang partai lain itu tai ayam.”* 😀
Nah, bila untuk soal politik NU bersikap pagi kedele sore tempe alias mencla-mencle, lain halnya dengan sikap mereka terhadap dakwah tauhid dan sunnah. Semenjak awal berdirinya hingga hari ini, NU selalu berada di garda terdepan dalam menentang setiap gerakan pemurnian Islam. *Stigma Wahabi* seakan menjadi jurus pamungkas membangun opini publik buat membangkitkan kesan horor dan radikal terhadap dakwah tauhid dan sunnah. Hari ini NU mengklaim sebagai ormas Islam yang paling toleran, sampai-sampai rela mengerahkan ribuan anak mudanya yang tergabung dalam banser untuk mengamankan perayaan malam Natal. Demi mendapatkan sebutan pluralis, tokoh-tokoh NU pun lantang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang intinya membela eksistensi sekte-sekte menyimpang di tanah air. Demi mendapatkan predikat nasionalis dan pancasilais, sejumlah kyai NU rela blusukan keluar masuk kelenteng atau gereja. Namun semangat ‘toleran, pluralis, nasionalis, dan pancasilais’ yang selalu mereka bangga-banggakan, tiba-tiba berubah 180 derajat kala mereka berhadapan dengan kalangan salafi.
Beragam cara mereka gunakan untuk membendung dan mendiskreditkan dakwah Salafiyah. Akan tetapi, semakin dibendung, dakwah Salafiyah justru makin tak terbendung. Semakin difitnah, justru semakin banyak yang tercerahkan dengan dakwah Salafiyah. Pada tahun 2009 misalnya, rumah sejumlah penganut salafi di Gerung, Lombok Barat diserang warga yang masih jahil dengan Sunnah. Kejadian ini bukan kali pertama terjadi di provinsi NTB. Namun dengan peristiwa tersebut, yang kemudian diliput luas oleh sejumlah media nasional justru menyebabkan masyarakat semakin familiar dengan istilah *“Salafi-Wahabi”* dan ujung-ujungnya mereka penasaran mencari tahu, apa sih sebetulnya *salafi-wahabi* itu.
Munculnya radio Rodja dan Rodja TV sebagai salah satu media dakwah salafi yang memantik reaksi para tokoh sufi-tradisionalis untuk memperingatkan jamaahnya agar tidak mendengarkan dan menonton siaran tersebut, rupanya malah menjadi iklan gratis yang menyebabkan radio Rodja dan Rodja TV kian dikenal luas. Upaya-upaya sejumlah kyai NU yang berusaha menyebarkan opini di tengah masyarakat soal sesatnya ajaran salafi-wahabi justru berujung pada turun tangannya MUI meneliti gerakan tersebut, dan hasilnya MUI Jakarta Utara dengan tegas menyatakan “Salafi bukan aliran menyimpang”. Begitu pula opini public (baca penyesatan public) yang coba dibangun Said Agil Siraj ketum PBNU yang alumni Saudi, bahwa ideology Salafi merupakan akar dari terorisme di tanah air pun mentah di tengah jalan.
Nyatanya, dalam beberapa tahun terakhir dakwah salafiyah justru semakin berkembang di kalangan aparat pemerintahan. Bahkan tak jarang para da’i salafi memberikan tausiyah di masjid Mabes Polri, masjid Polda Metro Jaya, atau masjid PTIK. Teranyar, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) malah mendatangkan Ulama salafi murid Ulama khibar Muhadits abad 20 al Imam Syaikh Muhammad Nasiruddin al Albani, yakni Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi untuk berdakwah kepada para napi terpidana teroris agar kembali kepada pemahaman Islam yang haq. Mungkin masih lekat pula dalam benak kita, tatkala di penghujung 2009 taklim Ustadz Zainal Abidin, da’i salafi mantan santri tambak beras di Masjid Amar Ma’ruf Bekasi yang membedah buku Jihad Melawan Teror diserang sejumlah orang yang ditengerai sebagai simpatisan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT).
Dengan demikian, jelas sudah beda antara salafi dengan takfiri. Kaum salafi menyeru kepada tauhid, sunnah, dan pemahaman sahabat Nabi yang di dalamnya termasuk ketaatan terhadap pemerintah kaum Muslimin. Sedangkan jamaah takfiri meyeru kepada pengkafiran terhadap pemerintah RI serta hasutan untuk membenci atau bahkan memberontak terhadap pemerintah.
● *Latar belakang kebencian*
Lantas, apa yang menyebabkan kyai aswaja NU begitu membenci salafi dan ketakutan dengan pesatnya perkembangan dakwah salafiyah..?
Apabila kita mencermati sejarah dakwah para Rasul, niscaya akan dijumpai bahwa kelompok yang paling keras menentang dakwah tauhid para Rasul tersebut adalah mereka yang selalu menamakan dirinya sebagai “pembela ajaran nenek moyang”. Begitu pula kita dapati hari ini, yang paling keras menentang dakwah salafiyah yang mengajak umat Islam untuk memurnikan peribadatan kepada Allah, adalah kelompok yang menamakan dirinya sebagai “pemelihara tradisi nenek moyang.” Selanjutnya, berkembangnya dakwah salafiyah di tengah masyarakat sama artinya dengan terbongkarnya klaim dusta Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang selama ini mereka gembar-gemborkan.
Nyatanya, yang mereka praktekkan bukanlah akidah dan amaliah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya, *melainkan amalan-amalan Ahli bid’ah wal firqah, entah itu firqah Asy’ariyah, shufiyah, quburiyah, batiniyah, filsafat, hingga kejawen yang saling bercampur aduk. Dan terakhir, tentu saja dengan tersebarnya pemahaman salafiyah di tengah masyarakat akan menyebabkan jatuhnya status social kyai tradisionalis yang selama ini menikmati sikap pengultusan luar biasa dari kaum santri maupun masyarakat awamnya, dan ujung-ujungnya turut pula mematikan income sebagian kyai yang juga merangkap profesi sebagai; "dukun berjubah".*
Sekiranya para kyai aswaja NU mau menanggalkan hawa nafsu dan sikap fanatisme yang membabi buta terhadap tradisi leluhur mereka, niscaya mereka bakal mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para dai salafi yang telah meluruskan makna Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang selama ini mereka pahami secara keliru.##
Sumber:
Kompasiana
===========
Tuesday, August 1, 2017
E KTP
Buat Abang/Kakak, Adik, Sanak-saudara,
dan seluruh handai taulan
Mari kita lihat KTP Elektronik (KTP-El) masing-masing.
Perhatikan kolom BERLAKU HINGGA. Jika terdapat ANGKA tanggal berlaku, tidak perlu takut/khawatir, sekalipun tanggalnya sudah KADALUWARSA, MASIH TETAP BERLAKU, bahkan SEUMUR HIDUP.
Oleh karena sejak diundangkannya Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 23 Thn 2006 tentang Administrasi Kependudukan, bahwa :
Pasal 64, Ayat (7) a. KTP elektronik untuk WNI masa berlakunya SEUMUR HIDUP.
Pasal 64 ayat (8) dalam hal terjadi PERUBAHAN elemen data (nama, tanggal lahir, status kawin, agama, pekerjaan, alamat dan/atau wilayah), RUSAK, atau HILANG, Penduduk pemilik KTP-el wajib melaporkan kepada Instansi Pelaksana (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) untuk dilakukan PERUBAHAN atau PENGGANTIAN.
Pasal 101 huruf b. KTP-el yang sudah diterbitkan sebelum Undang-Undang ini ditetapkan BERLAKU SEUMUR HIDUP.
Semoga bermanfaat.
Tuesday, July 18, 2017
*Do’a Qunut*
أَللَّـهُمَّ اهْدِناَ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعاَفِناَ فِيْمَنْ عاَفَيْتَ وَتَوَلَّناَ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَباَرِكْ لَناَ فِيْماَ أَعْطَيْتَ وَقِناَ بِرَحْمَتِكَ شَرَّ ماَقَضَيْتَ , فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَيُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَيَعِزُّ مَنْ عاَدَيْتَ تَباَرَكْتَ رَبَّناَ وَتَعاَلَيْتَ فَلَكَ الحَمْدُ عَلَى ماَقَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ , وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Artinya :
“Ya Allah, berilah kami petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah kami kesehatan seperti orang-orang yang Engkau beri kesehatan, pimpinlah kami bersama-sama dengan orang-orang yang Engkau pimpin, berilah keberkahan pada segala sesuatu yang Engkau berikan kepada kami, lindungilah kami dari kejahatan yang Engkau tentukan, karena sesungguhnya Engkau yang menentukan dan tidak ada yang melebihi ketentuan Engkau, sesungguhnya tidak akan hina orang-orang yang Engkau beri kemuliaan, tidak akan mulia orang-orang yang Engkau musuhi, maha berkah Engkau, maha luhur Engkau, segala puji bagai Engkau, atas apa yang Engkau tentukan, aku memohon ampunan dan kembali kepada Engkau, semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam kepada Nabi Muhammad berserta keluarga dan sahabatnya semua, amien”.
Catatan PENTING
*Hukum baca qunut sunnah Ab'ad /Sunnah muaqadah.
*Kalimat sanjungan yaitu mulai dari Fainnaka Taqdi sampai dengan Wa Atuubu Ilaek dalam shalat berjama’ah tidak diamini. oleh makmum, akan tetapi dibaca masing-masing saja..
ingat !, setelah qunut tidak dianjurkan mengusap muka...
By. Ustadz Ahmad Daeroby (Penterjemah Kitab Kuning)
================
Haditsnya shohih.
Rasulullah Saw senantiasa melakukan QUNUT pada shalat subuh sampai Beliau meninggalkan dunia”
Rujukan kitab haditsnya
(HR. Ahmad, Musnad Ahmad, vol. III, hal 162; Abdurrazaq, Mushannaf Abdurrazzaq, vol. III, hlm. 110; Daraquthni, Sunan Daruquthni, vol. II, hlm. 39; dan disebutkan oleh Al-Haitsani di dalam Majma’ Al-Zawaid, vol. II, hlm. 139; serta Hakim di dalam Al-arba’in, dan dia berkata, Hadits shahih; para periwatnya seluruhnya adalah orang-orang yang tsiqah. (perawi hadist orang yang kokoh dan terpercaya dalam memegang amanat.)
Allah mengetahui segalanya
Tuesday, July 4, 2017
*_Yang Harus Disiapkan ketika Hendak Menikah_*
_Assalamualaikum._
_Ustadz, ana mau tanya…Insha Allah sebulan lagi ana akan menikah..kira2 sebagai seorang calon pengantin apa yg harus ana persiapkan Ustadz….syukron kaatsiiron buat jawabanx…_
_Betaf Frianto_ _<anf***f@gmail.com>_
*Jawaban:*
Wa alaikumus salam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Inilah yang membedakan muslim sejati dengan umat lainnya. Seorang muslim sejati, dia akan mendasari seluruh aktivitasnya dengan ilmu. Sehingga dia paham aturan yang benar, agar bisa menempatkan diri pada sikap yang benar.
Di surat al-Fatihah, Allah menyebutkan 3 golongan manusia.
▶ *Pertama,* golongan yahudi, itulah golongan manusia yang dimurkai (al-Maghdhub ‘alahim). Mengapa dimurkai? Karena mereka paham aturan, namun sengaja melanggarnya.
▶ *Kedua,* golongan nasrani, itulah golongan yang sesat (ad-Dhaallin). Mengapa mereka dianggap sesat? Karena mereka beramal tanpa panduan ilmu dan aturan.
▶ *Ketiga,* golongan mukmin yang selamat. Merekalah kelompok yang mendapatkan kenikmatan dari Allah (al-Ladzina an’amta ‘alaihim). Karena mereka menggabungkan ilmu dan amal.
Dan kita berdoa kepada Allah, agar dimasukkan dalam golongan yang ketiga.
Untuk itu, kami memberikan apresiasi yang baik bagi penanya. Bertanya tentang ilmu yang hendak dijadikan bekal dalam membangun keluarga sejahtera.
Setiap manusia ingin bahagia. Termasuk mereka yang hendak menikah. Bahkan menikah menjadi salah satu puncak kebahagiaan manusia. Di saat yang sama, banyak orang yang takut kehilangan kebahagiaan itu ketika telah menikah. Takut dikhianati, takut dikecewakan, takut tidak sabar, takut tidak bisa membahagiakan pasangannya, takut tidak bisa mencintai, atau takut tidak dicintai, dst. Terlebih para wanita. Kekhawatiran itu umumnya lebih tinggi dari pada yang dirasakan lelaki. Kandas di tengah jalan, dia harus kehilangan gelar ‘gadis’ yang menjadi kebanggaannya. Namun ini bagi mereka yang komitmen dengan aturan syariah, bayang-bayang ini akan sedikit berkurang.
Ada beberapa nasehat yang bisa dilakukan, agar kebahagiaan anda semakin berkah dan anda tidak dihantui dengan perasaan takut kehilangannya,
▶ *Pertama, Tawakkal kepada Allah.*
Allah memberi jaminan bagi siapa saja yang bertawakkal kepada-Nya, maka Dia akan mencukupinya,
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
_“Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Dia akan memberi kecukupan baginya.”_ (QS. at-Thalaq: 3)
Kedepankan perasaan tawakkal, setiap anda menghadapi kenyataan yang tidak pasti. Pasrahkan kepada Allah, dalam setiap upaya untuk kebahagiaan anda.
Dan inilah yang diajarkan oleh para sahabat, terutama bagi orang yang tidak PD ketika menikah.
Abu Said mantan budak Abi Usaid menceritakan,
Aku menikah, sementara aku berstatus seorang budak. Akupun mengundang beberapa orang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantaranya Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzaifah. Ketika datang waktu shalat, mereka mempersilahkan diriku untuk menjadi imam. Seusai shalat, mereka mengajariku,
إذا دخل عليك أهلك فصل ركعتين ثم سل الله من خير ما دخل عليك وتعوذ به من شره ثم شأنك وشأن أهلك
_Apabila kamu bertemu pertama dengan istrimu, lakukanlah shalat 2 rakaat, kemudian mintalah kepada Allah kebaikan dari semua yang datang kepadamu, dan berlindunglah dari keburukannya. Kemudian lanjutkan urusanmu dengan istrimu._ (HR. Ibn Abi Syaibah 30352 dan dishahihkan al-Albani dalam Adab az-Zifaf).
Dalam riwayat lain, Syaqiq menceritakan,
Ada lelaki namanya Abu Hariz. Dia mendatang Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu dan mengadukan kekhawatirannya ketika menikah.
_“Saya menikahi wanita gadis masih sangat muda. Saya khawatir, dia tidak suka padaku.”_
Nasehat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu,
إن الإلف من الله والفرك من الشيطان يريد أن يكره إليكم ما أحل الله لكم فإذا أتتك فأمرها أن تصلي وراءك ركعتين، وقل : اللهم بارك لي في أهلي وبارك لهم في اللهم اجمع بيننا ما جمعت بخير وفرق بيننا إذا فرقت إلى خير
_Sesungguhnya rasa cinta itu dari Allah, dan kebencian itu dari setan. Setan menginginkan untuk menanamkan kebencian terhadap apa yang Allah halalkan._
Jika kamu bersama istrimu, perintahkan dia untuk shalat dua rakaat di belakangmu, dan bacalah,
اَللَّهُمَّ بارِكْ لي في اَهْلى، وَ بَارِكْ لَهُمْ فِيَّ، اللَّهُمَّ اجْـمَعْ بَـيْنَـنَا مَا جَـمَعْتَ بِـخَيْرٍ وَفَرِّقْ بَـيْنَـنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ
_Ya Allah, berkahilah istriku untukku, dan berkahilah diriku untuk istriku. Ya Allah kumpulkanlah kami, selama kumpul itu dalam kebaikan. Dan pisahkanlah kami jika perpisahan itu untuk kebaikan._
(HR. Abdurrazaq dalam Mushannaf 10460 dan dishahihkan al-Albani)
Anda bisa ikuti arahan mereka. Menanamkan rasa tawakkal kepada Allah, ketika memulai berumah tangga.
▶ *Kedua, Hadirkan Semangat Niat untuk Menjaga Kehormatan*
Ketika anda menikah dalam rangka mencari yang halal, maka pernikahan anda bernilai ibadah. Itulah, anda berhak mendapatan pertolongan dari Allah.
Dalam hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ
_Ada tiga orang, Allah berhak membantunya: Orang yang berjihad di jalan Allah, budak yang melakukan transaksi mukatabah (menebus dirinya), dan orang yang menikah karena ingin menjaga kehormatan._ (HR. Nasai 1655, Turmudzi 1756, dan dihasankan al-Albani).
▶ *Ketiga, Pahami hak dan kewajiban*
Bagian inilah yang paling penting. Masing-masing pasangan harus memahami hak dan kewajiban masing-masing. Setiap keluarga berpeluang menjadi keluarga yang baik, ketika masing-masing memenuhi semua yang menjadi tanggung jawabnya.
Demikian, semoga Allah mengabadikan kebahagiaan kita di dunia dan akhirat.
👤 Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa
🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/26d04EvZswV2ekJw8N8RXI
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/2Xk8kM4A5xiBVWvAfbB8rV
Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.
Friday, June 30, 2017
*_Sholat Sunah Malam Pertama_*
*Pertanyaan:*
_Assalamu’alaikum_
_Apakah ada salat sunah dua rakaat setelah proses akad nikah? Jika ada minta dalilnya_
_Terima kasih Ustadz_
_Faisal (ivXXXXXX@gmail.com)_
*Jawaban:*
Wa’alaikumussalam
Dianjurkan bagi penganti baru, untuk memulai malam pertama-nya dengan salat dua rakaat berjamaah. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah:
▶ *Dalil pertama*
Dari Abu Said beliau mengatakan,
Saya menikahi seorang wanita, ketika saya masih sebagai budak. Kemudian saya mengundang beberapa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara mereka ada Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzifah radhiallahu’anhum. Lalu tibalah waktu salat, Abu Dzar bergegas untuk mengimami salat. Tetapi mereka mengatakan ‘Kamulah (Abu Sa’id) yang berhak!’ Ia (Abu Dzar) berkata, ‘Apakah benar demikian?’ ‘Benar!’ jawab mereka. Aku pun maju mengimami mereka salat. Ketika itu aku masih seorang budak. Selanjutnya mereka mengajariku
إذا دخل عليك أهلك فصل ركعتين ثم سل الله من خير ما دخل عليك وتعوذ به من شره ثم شأنك وشأن أهلك
_“Jika isterimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua salat dua rakaat. Lalu mintalah kepada Allah kebaikan isterimu itu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya terserah kalian berdua.”_ (HR. Ibnu Abi Syaibah Al-Mushannaf no. 29733 dan dishahihkan Al-Albani)
▶ *Dalil kedua,*
Dari Syaqiq, beliau mengatakan:
Ada seseorang yang bernama Abu Hariz mengatakan, “Saya menikahi seorang perawan yang masih muda, dan saya khawatir dia akan membenciku. Kemudian Ibnu Mas’ud memberi nasihat,
إن الإلف من الله والفرك من الشيطان يريد أن يكره إليكم ما أحل الله لكم فإذا أتتك فأمرها أن تصلي وراءك ركعتين
_“Sesungguhnya kasih sayang itu dari Allah dan kebencian itu dari setan untuk membenci sesuatu yang dihalalkan Allah kepadamu. Jika isterimu datang kepadamu, perintahkanlah istrimu untuk melaksanakan salat dua rakaat di belakangmu. Lalu ucapkanlah,_
اللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِي وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ بِخَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ
_“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rezeki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.”_ (Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf no. 17156 dan dishahihkan Al-Albani).
*Tata caranya shalat sebelum malam pertama:*
1⃣ Tata cara salat dua rakaat ketika malam pertama sama dengan tata cara salat biasa.
2⃣ Suami menjadi imam bagi istrinya.
3⃣ Bacaan salat boleh dikeraskan.
4⃣ Tidak ada anjuran untuk membaca surat atau ayat tertentu.
5⃣ Tidak ada doa khusus, selain doa di atas dan dibaca setelah salat.
👤 Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa
🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/26d04EvZswV2ekJw8N8RXI
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/2Xk8kM4A5xiBVWvAfbB8rV
Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.
*Doa Malam Pertama*
*Pertanyaan:*
_Assalamu’alaikum. Sebentar lagi saya ingin menikah, tapi saya belum tau ucapan niat shalat sunah sebelum melakukan malam pertama? Mohon bantuan supaya pernikahan saya diridhai oleh Allah. Terimakasih._
_Dari: Agung S_
*Jawaban:*
Wa’alaikumussalam
*Doa Malam Pertama*
Ketika bertemu pertama kali setelah akad nikah, dianjurkan bagi suami untuk mendoakan istrinya. *Caranya:* suami meletakkan tangan kanannya di ubun-ubun istrinya –pastikan tidak ada orang ketiga– kemudian membaca tiga hal:
A. Basmalah
B. Mendoakan keberkahan, misalnya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْها، وَبَارِكْ لَهَا فِيَّ
Allahumma barikly fiyha wa barik laha fiy
_“Ya Allah berkahilah dia untukku, dan berkahilah aku untuknya.”_
C. membaca doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Allahumma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi wa a-‘udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaihi
_Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa._
Keterangan di atas berdasarkan hadis dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا تزوج أحدكم امرأة أو اشترى خادما فليأخذ بناصيتها وليسم الله عز وجل وليدع بالبركة وليقل: اللهم إني أسألك من خيرها
_“Apabila kalian menikahi seorang wanita, maka peganglah ubun-ubunnya, sebutlah nama Allah, dan doakanlah memohon keberkahan, serta ucapkan: Allahumma inni as-aluka…. dst.”_ (HR. Bukhari dalam Af’al al-Ibad Hal. 77, Abu Daud 1:336, Ibn Majah 1:592, Hakim 1:185, dan dihasankan Al-Albani)
👤 Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa
🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/26d04EvZswV2ekJw8N8RXI
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/2Xk8kM4A5xiBVWvAfbB8rV
Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.
*_Amalan Menjelang Pernikahan_*
_Assalamualaikum ustadz .saya akAn menikah pada bulan mei..saya ingin melakukan tirakat dan amalan doa….supaya di beri kemudahan dan kelancaran di pernikahan saya nanti..tolong berikan solusinya kepada saya ustadz..terimakasih.wassalamualaikum wr.wb_
_Dari: Liya Saniyatul Adyan_
*Jawaban:*
Wa ‘alaikumus salam Wa rahmatullah
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Yang kami tahu, tidak ada amalan dalam bentuk ibadah khusus yang disyariatkan menjelang pernikahan. Istilah tirakat, mandi kembang, poso mutih, dst., hanyalah tradisi yang kemungkinan besar merupakan warisan budaya yang tidak jelas asal-usulnya. Terlebih semua ritual ini biasanya tidak lepas dari keyakinan dan mitos. Sudah selayaknya bagi anda seorang muslim yang beriman kepada Allah, agar anda menghindarinya sejauh-jauhnya.
Hanya saja, di sana ada beberapa yang bisa kami sarankan sebagai persiapan bagi anda yang hendak melangkah ke jenjang pernikahan,
▶ *Pertama,* tanamkan niat yang baik ketika menikah
Nilai amal seorang mukmin, salah satunya ditentukan dari kualitas niatnya. Semakin baik niatnya, semakin sempurna nilai amalnya. Dari Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
_Amal itu ada karena niat, dan pahala yang diperoleh seseorang sesuai apa yang dia niatkan._ (HR. Bukhari no. 1, Muslim 5036, dan yang lainnya)
Tanamkan dalam diri anda, anda menikah dalam rangka mengikuti sunah para rasul. Karena Allah berfirman,
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً
_Sungguh Aku telah mengutus para rasul sebelum kamu, dan Aku jadikan untuk mereka istri dan keturunan._ (QS. ar-Ra’du: 38).
Tanamkan pula bahwa anda menikah untuk mengikuti ajakan dan motivasi Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah bersabda,
النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِى فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى وَتَزَوَّجُوا فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ
_“Nikah itu sunahku.. siapa yang tidak mengamalkan sunahku, bukan bagian dariku. Menikahlah, karena saya merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh umat.”_ (HR. Ibnu Majah 1919 dan dihasankan al-Albani).
Juga jangan lupa untuk menanamkan dalam diri anda, bahwa anda menikah dalam rangka memilih yang halal, menjaga kehormatan diri dan pasangan. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi jaminan yang berharga untuknya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ
_Ada 3 orang yang berhak mendapatkan pertolongan dari Allah, (1) Orang yang berjihad di jalan Allah, (2) Budak mukatab yang ingin menebus dirinya untuk merdeka, dan (3) Orang yang menikah, karena ingin menjaga kehormatannya._ (HR. Nasai 3133, Turmudzi 1756, dan dihasankan al-Albani).
▶ *Kedua,* pelajari fiqh nikah
Semua orang butuh ilmu. Karena ini merupakan modal terbesar hamba untuk bisa menjalani hidup dengan selamat dan sukses. Dengan ilmu, orang akan terbimbing, apa saja yang harus dia kerjakan, dan apa yang harus dia tinggalkan.
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan,
العلم خير من المال؛ العلم يحرسك و أنت تحرس المال
_Ilmu lebih baik dari pada harta, ilmu menjagamu dan harta, kamu yang jaga._ (Adab ad-Dunya wad Din hlm. 48 oleh al-Mawardi)
Terutama bagian penting yang harus dikenali masing-masing, diantaranya,
1⃣ Syarat sah dan rukun akad nikah. Sehingga anda yakin bahwa pernikahan anda sah
2⃣ Kenali tanggung jawab masing-masing suami istri. Sehingga keluarga tidak menjadi sumber dosa bagi anda
3⃣ Kenali fiqh perceraian. Bukan untuk diamalkan, namun agar orang tahu batasan kata-kata cerai, apa itu khulu’, dan bagaimana konsekuensi masing-masing. Betapa banyak mereka yang terjerumus pada perpecahan keluarga, sementara mereka tidak menyadarinya.
▶ *Ketiga,* belajar untuk mulai dewasa
Setelah menikah, status anda telah berubah. Berapapun usia anda ketika menikah, anda dituntut untuk lebih cepat dewasa. Mulai pembelajaran diri itu sejak sebelum menikah. Tinggalkan kebiasaan kekanak-kanakan. Mulai belajar bangun subuh, atau bahkan sebelum subuh.
Belajar meninggalkan kebiasaan buruk, seperti begadang bareng temen semalaman
Belajar meninggalkan hal yang tidak manfaat, seperti main PS
Termasuk calon istri, belajar dengan kesibukan rumah tangga
Belajar untuk tidak banyak jajan.
Pahami bahwa setelah anda menikah, orang yang anda hormati bertambah. Disamping orang tua, anda juga harus menghormati mertua. Posisikan masing-masing dengan benar, sehingga anda tidak akan mengecewakan pasangan anda karena gara-gara menyakiti orang tuanya.
Anda juga harus siap dengan benturan kepentingan. Hampir tidak ada rumah tangga yang bebas dari masalah. Menuntut anda untuk mulai belajar mengalah. Mengalah tidak sama dengan kalah. Mengalah berarti memberi kesempatan orang lain untuk mengambil hak anda. Agar anda lebih siap mengalah, yakini bahwa Allah akan membalas setiap kebaikan yang anda lakukan kepada keluarga anda. Sehingga anda tidak merasa itu sia-sia.
▶ *Keempat,* merawat fisik untuk kebahagiaan rumah tangga, dianjurkan
Sekalipun ini bukan hal yang wajib, tapi ini bisa sangat ditekankan jika ini menjadi sebab keluarga makin harmonis. Karena islam menganjurkan terbentuknya keluarga yang harmonis, bahagia.
Karena itulah, masing-masing diajarkan agar bersikap romantis.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ
_Nikahilah wanita yang subur dan romantis_ (HR. Ahmad 12613, Abu Daud 2052 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkan agar lelaki menjadi suami yang penyayang bagi istri dan keluarganya,
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى
_“Manusia terbaik di tengah kalian adalah orang yang sikapnya paling baik kepada keluarganya. Saya orang yang sikapnya paling baik kepada keluargaku.”_ (HR. Turmudzi 4269, Ibnu Majah 2053, dan dishahihkan al-Albani).
Sebagaimana wanita dituntut merawat fisiknya untuk membahagiakan suami, lelaki juga diajurkan merawat dirinya dalam rangka membahagiakan istri.
Sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,
إنِّي أُحِبُّ أَنْ أَتَزَيَّنَ لِلْمَرْأَةِ , كَمَا أُحِبُّ أَنْ تَتَزَيَّنَ لِي الْمَرْأَةُ
_Saya suka berhias di hadapan istri, sebagaimana saya suka istri saya berhias di depan saya._ (HR. Ibnu Abi Syaibah 19608).
▶ *Kelima,* iringi semua dengan doa dan tawakkal
Banyak orang yang merasa sangat resah menjelang pernikahan. Setumpuk kekahwatiran berjubel di hatinya.
Kami hanya menasehatkan, tanamkan rasa tawakkal kepada Allah, agar anda tidak dihantui dengan perasaan takut yang berlebihan. Kedepankan tawakkal ketika anda menghadapi kenyataan yang tidak pasti. Pasrahkan kepada Allah, dalam setiap upaya untuk kebahagiaan anda.
Dan inilah yang diajarkan oleh para sahabat, terutama bagi orang yang tidak PD ketika menikah.
Abu Said mantan budak Abi Usaid menceritakan,
Aku menikah, sementara aku berstatus seorang budak. Aku pun mengundang beberapa orang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantaranya Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzaifah. Ketika datang waktu shalat, mereka mempersilahkan diriku untuk menjadi imam. Seusai shalat, mereka mengajariku,
إذا دخل عليك أهلك فصل ركعتين ثم سل الله من خير ما دخل عليك وتعوذ به من شره ثم شأنك وشأن أهلك
_Apabila kamu bertemu pertama dengan istrimu, lakukanlah shalat 2 rakaat, kemudian mintalah kepada Allah kebaikan dari semua yang datang kepadamu, dan berlindunglah dari keburukannya. Kemudian lanjutkan urusanmu dengan istrimu._ (HR. Ibn Abi Syaibah 30352 dan dishahihkan al-Albani dalam Adab az-Zifaf).
Jangan lupa, perbanyak memohon kepada Allah agar Dia memberikan kebaikan bagi pernikahan anda. Kelancaran ketika akad nikah dan resepsi, dan ini yang paling menyita pikiran banyak orang.
Keberkahan setelah menikah, berkah di waktu senang maupun berkah di waktu susah.
Demikian, semoga bermanfaat.
👤 Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa
🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/26d04EvZswV2ekJw8N8RXI
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/2Xk8kM4A5xiBVWvAfbB8rV
Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.
Sunday, June 11, 2017
Istikharah
Istikharah adalah shalat sunnah untuk memohon petunjuk Allah SWT tatkala dihadapkan pada dua pilihan atau lebih. Saat shalat ini dikerjakan tepat, Insha Allah tak akan ada risau, galau, apalagi kecewa.
Allahumma inni astakhiiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as'aluka min fadhlikal"azhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa Anta 'allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amra khairan lii fii diinii wa ma'aasyii wa'aaqibati amrii-'aajili amrii wa aajilihi-faqdurhu lii, w yassirhu lii, tsumma baarik lii fihi. Wa in kunta taklamu anna haadzal amra syarrun lii fii diini wa ma'aasyi wa'aaqibati amrii-fii'aajili amri wa aajalihi-fashrifhu'annii washrifnii'anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma ardhinii bih
"Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah padaMu dengan ilmuMu; aku memohon kepadaMu kekuatan dengan kekuatanMu; aku meminta kepadaMu dengan kemuliaanMu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Mahatahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui bahwa perkara yang ghaib, Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan dan akhir urusanku) maka takdirkan hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan dan akhir urusanku (atau jelek bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya serta takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadannya dan jadikanlah akuridha dengannya-kemudaian dia menyebut keinginannya."
Ia dianjurkan digunakan untuk semua hal, entah bimbang ataupun yakin. Shalat ini-jika boleh dimaknai lebih- tak ubahnya kita bertanya lansgung kepada Allah, mana langkah yang terbaik yang bisa diambil. Sebagaimana termaktub dalam redaksi doa diatas bahwa Allah Maha Mengetahui, sementara kita tidak
-end-
Disadur dari Buku Sehat dan Sukses Pra Nikah
Hal. 37-39
Karangan dr. Egha Zainur Ramadhani
*UNTUKMU WAHAI ISTRIKU*
Hari ini aku pergi..
Meninggalkan kamu, meninggalkan anak-anak kita, meninggalkan rumah kita yang penuh kenangan.
Hari ini aku pergi...
Karena perintah dari Dzat yang telah menancapkan Getaran di hatiku ketika aku menatapmu disaat malam pertama kita
Hari ini aku pergi..
Untuk menyenangkan hati seseorang yang telah berkorbankan seluruh hidupnya untuk kebahagiaan kita hari ini sehingga kau dan aku berjumpa dalam keadaan islam
Hari ini aku pergi
Untuk menghapuskan luka Sayyidul Ambiya Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam karena lautan maksiat yang telah dibuat oleh orang yang mengaku sebagai umatnya
Jadi...Wahai istriku!
Aku pergi tinggalkan kamu untuk dateng kepada Dzat yang Memiliki hati kamu hingga bersemi cinta diantara kita
Aku pergi tinggalkan kamu...
Bukan karena aku tak menyayangimu tetapi ada mata yang tak pernah mengantuk dan mengawasi cinta kita ada tangan yang akan pukul kita ketika cinta kita melebihi cinta kepada-Nya
Jika Esok Tiba
Dan kau terbangun dari tidurmu lalu kau tak dapati aku disisimu maka cepatlah bertasbih!! Dan ucapkan Alhamdulillah... kenapa?
Bukanlah Ummul Mu'minin Aisyah RA ketika itu merasa senang...
Karena hidup bersama Allah
Maka Rasul shallallahu'alaihiwasallam sabdakan: "Bahwa orang yang paling bahagia adalah orang yang suaminya keluar di jalan Allah karena dia bukan hidup dengan kekasih Allah tapi hidup bersma Allah SWT.!!!
Allah mengetahui segalanya
Saturday, May 27, 2017
Doa utk jenazah laki-laki
Innalillallahi Wa'innailaihi Roji'un
Semoga beliau husnul khotimah , ,,Aamiin
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُوْلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِوَعَذَابِ النَّارِ. اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَأْوَاهُ
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ قَبْرَهُ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الجِنَانِ وَلاَ تَجْعَلْ قَبْرَهُ حُفْرَةً مِنْ حُفَرِ النِيْرانِ.
آمِيْنَ... آمِيْنَ... يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Muhammad Fadil Wiyanto & WDDH
Wednesday, May 17, 2017
*Ketika Muhammadiyah Mengimami Shalat NU*
_Assalamu’alaikum Ustadz_
_Saya hendak bertanya,_
_Saya adalah anggota Ormas Islam Muhammadiyah. Biasanya karena saya adalah golongan minoritas, saya selalu menjadi makmum saja ketika shalat. Namun pada shalat maghrib kebetulan para Imam Mushola NU belum ada yang datang untuk mengimami hingga waktu maghrib dirasa sudah terlalu lama, oleh karena itu jamaah menyuruh saya menjadi Imam. Nah ketika sudah Rakaat ke dua, Imam masjid yang biasanya akhirnya datang (telat) namun dia mendirikan shalat munfarid, padahal masih ada satu rakaat lagi. Bagaimanakah hukumnya Ustadz?_
_Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh_
Dari Ipung Purwo
*Jawaban:*
Wa ‘alaikumus salam Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Ketika Khalifah Utsman Radhiyallahu ‘anhu menjadi Amirul Haj, pemimpin perjalanan haji, beliau berijtihad, shalat dzuhur dan asar di Mina dikerjakan tanpa qashar. Karena banyak jamaah yang mukim di Mekah. Sementara itu, sahabat Ibnu Mas’ud berpendapat, dua shalat itu seharusnya diqashar. Sebagaimana ini yang dipraktekkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Karena terjadi perbedaan pendapat, Ibnu Mas’ud mengkritik keputusan Utsman. Meskipun demikian, Ibnu Mas’ud tetap ikut shalat jamaah dzuhur dan asar di Mina bermakmum dengan Utsman Radhiyallahu ‘anhuma. Secara teori beliau berpendapat berbeda dengan Utsman. Dalam dalam prakteknya, beliau mengikuti Utsman.
Karena sikapnya yang terkesan aneh, Ibnu Mas’ud ditanya orang di sekitarnya. Jawab beliau,
الـخِلَافُ شَرّ
_Perselisihan itu lebih jelek._ (HR. Abu Daud 1962).
Anda bisa lihat, bagaimana kedewasaan para sahabat. Perbeda pendapat karena perbedaan ijtihad adalah hal lumrah di kalangan mereka. Namun mereka tetap menjaga persatuan.
Menjaga persatuan sangat ditekankan dalam islam. Bahkan salah satu manfaat terbesar adanya shalat jamaah adalah dalam rangka menjaga persatuan umat. Hingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar sebisa mungkin kaum muslimin menjaga jamaah, sekalipun dia sudah shalat.
Kita bisa simak tiga hadis berikut, bagaimana semangat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjaga persatuan jamaah.
*Pertama,* hadis dari Mihjan ad-Daili Radhiyallahu ‘anhu, bahwa suatu ketika beliau pernah bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Ketika dikumandangkan iqamah untuk shalat, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit untuk mengerjakannya, namun Mihjan tetap duduk. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya,
ما منعك أن تصلي معنا ؟
_“Apa yang menghalangimu untuk ikut shalat bersama kami?”_
Kata Mihjan, ‘Saya tadi sudah shalat bersama keluargaku.’
Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati,
إذا جئت فصل مع الناس، وإن كنت قد صليت
_Apabila kamu datang (ke masjid), ikutlah shalat berjamaah bersama masyarakat, meskipun kamu sudah shalat._ (HR. Malik dalam al-Muwatha’, 217).
*Kedua,* hadis dari Yazid bin Aswad al-Aamiri. Beliau menceritakan,
Aku pernah melaksanakan haji bersama Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Lalu aku shalat Shubuh bersama beliau di masjid Al-Khaif. Ketika beliau selesai melaksanakan shalat dan menghadap ke arah makmum, ternyata ada ada dua orang laki-laki di belakang jamaah yang tidak ikut shalat.
Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam meminta, “Bawalah dua orang itu kepadaku!”. Mereka berdua datang menghadap Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam sambil gemetaran.
Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مَنَعَكُمَا أَنْ تُصَلِّيَا مَعَنَا ؟
_“Apa yang menghalangi kalian untuk shalat berjama’ah bersama kami?”_
Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, kami telah shalat di tempat kami”.
Lalu Beliau bersabda,
فَلَا تَفْعَلَا إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمَا، ثُمَّ أَتَيْتُمَا مَسْجِدَ جَمَاعَةٍ فَصَلِّيَا مَعَهُمْ، فَإِنَّهَا لَكُمَا نَافِلَةٌ
_“Jangan kalian ulangi lagi. Apabila kalian telah melaksanakannya di tempat kalian, lalu kalian datang ke masjid yang di dalamnya sedang melaksanakan shalat berjama’ah, maka shalatlah bersama mereka, karena shalat tersebut bagi kalian nilainya sunah.”_ (HR. Ahmad 17987, Nasai 866, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
*Ketiga,* hadis dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menasehatiku,
كَيْفَ أَنْتَ إِذَا كَانَتْ عَلَيْكَ أُمَرَاءُ يُؤَخِّرُونَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا أَوْ يُمِيتُونَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا
_“Apa yang akan kalian lakukan jika engkau dipimpin oleh penguasa yang suka mengakhirkan shalat dari waktunya, atau meninggalkan shalat di awal waktu?”._
Tanya Abu Dzar, ‘Lantas apa yang anda perintahkan kepadaku?”
Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ أَدْرَكْتَهَا مَعَهُمْ فَصَلِّ فَإِنَّهَا لَكَ نَافِلَةٌ
_“Lakukanlah shalat tepat pada waktunya. Apabila engkau mendapati shalat jamaah bersama mereka, maka shalatlah (bersamanya). Dan itu dihitung sebagai shalat sunah bagimu.”_ (HR. Muslim 1497).
Anda bisa perhatikan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk mengulangi shalat agar bisa tetap menjaga jamaah. Beliau tidak menilai shalat pertama batal. Namun beliau peritahkan untuk mengulangi shalat itu.
*NU dan Muhammadiyah*
Kami tidak berpanjang lebar untuk menyimpulkan hukum dari kasus yang anda sampaikan. Karena jelas tindakan yang dilakukan Pak Kiyai itu adalah sebuah kesalahan. Menunjukkan sikap yang sangat tidak dewasa terhadap perbedaan pendapat.
Yang sangat kita sesalkan, dia melakukanya di depan umum. Seolah ingin menunjukkan kepada masyarakat, hanya dia yang paling berhak jadi imam dan yang lain tidak layak. Atau anda tidak sah menurut dia untuk jadi imam. Andaikan dia shalat di rumah, mungkin masalahnya akan lebih ringan. Dan kita bisa pastikan, ini sikap oknum.
Nu dan Muhammadiyah, hanyalah ormas dakwah. Baik warga NU maupun muhammadiyah, mereka semua adalah muslim. Sehingga berlaku ketentuan umum, amal ibadah mereka sah selama memenuhi syarat dan rukunnya, serta memungkinkan diterima oleh Allah ta’ala.
Terdapat satu kaidah yang masyhur terkait masalah shalat jamaah. kaidah itu menyatakan:
من صحت صلاته صحت إمامته
_“Orang yang shalatnya sah, maka shalat dengan bermakmum di belakangnya juga sah”_
Oleh karena itu, selama pak imam shalat adalah orang yang aqidahnya lurus, tidak melakukan perbuatan yang menyebabkan syahadatnya batal, alias masih muslim, syarat, rukun, dan wajib shalat dikerjakan maka shalatnya sah. Meskipun ada perbedaan pendapat antara imam dan makmum dalam masalah rincian atau bacaan shalat.
Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk memahami syariatnya.
Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa
Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN:D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/BOHXZjF0YnC5OKov560dnO
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/Cplp2pJiPMs6C9POGojM1X
Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.