Friday, June 30, 2017

*_Sholat Sunah Malam Pertama_*

*Pertanyaan:*

_Assalamu’alaikum_
_Apakah ada salat sunah dua rakaat setelah proses akad nikah? Jika ada minta dalilnya_
_Terima kasih Ustadz_

_Faisal (ivXXXXXX@gmail.com)_

*Jawaban:*

Wa’alaikumussalam

Dianjurkan bagi penganti baru, untuk memulai malam pertama-nya dengan salat dua rakaat berjamaah. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah:

▶ *Dalil pertama*

Dari Abu Said beliau mengatakan,

Saya menikahi seorang wanita, ketika saya masih sebagai budak. Kemudian saya mengundang beberapa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara mereka ada Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzifah radhiallahu’anhum. Lalu tibalah waktu salat, Abu Dzar bergegas untuk mengimami salat. Tetapi mereka mengatakan ‘Kamulah (Abu Sa’id) yang berhak!’ Ia (Abu Dzar) berkata, ‘Apakah benar demikian?’ ‘Benar!’ jawab mereka. Aku pun maju mengimami mereka salat. Ketika itu aku masih seorang budak. Selanjutnya mereka mengajariku

‎إذا دخل عليك أهلك فصل ركعتين ثم سل الله من خير ما دخل عليك وتعوذ به من شره ثم شأنك وشأن أهلك

_“Jika isterimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua salat dua rakaat. Lalu mintalah kepada Allah kebaikan isterimu itu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya terserah kalian berdua.”_ (HR. Ibnu Abi Syaibah Al-Mushannaf no. 29733 dan dishahihkan Al-Albani)

▶ *Dalil kedua,*

Dari Syaqiq, beliau mengatakan:

Ada seseorang yang bernama Abu Hariz mengatakan, “Saya menikahi seorang perawan yang masih muda, dan saya khawatir dia akan membenciku. Kemudian Ibnu Mas’ud memberi nasihat,

‎إن الإلف من الله والفرك من الشيطان يريد أن يكره إليكم ما أحل الله لكم فإذا أتتك فأمرها أن تصلي وراءك ركعتين

_“Sesungguhnya kasih sayang itu dari Allah dan kebencian itu dari setan untuk membenci sesuatu yang dihalalkan Allah kepadamu. Jika isterimu datang kepadamu, perintahkanlah istrimu untuk melaksanakan salat dua rakaat di belakangmu. Lalu ucapkanlah,_

‎اللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِي وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ بِخَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ

_“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rezeki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.”_ (Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf no. 17156 dan dishahihkan Al-Albani).

*Tata caranya shalat sebelum malam pertama:*

1⃣ Tata cara salat dua rakaat ketika malam pertama sama dengan tata cara salat biasa.

2⃣ Suami menjadi imam bagi istrinya.

3⃣ Bacaan salat boleh dikeraskan.

4⃣ Tidak ada anjuran untuk membaca surat atau ayat tertentu.

5⃣ Tidak ada doa khusus, selain doa di atas dan dibaca setelah salat.

👤 Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/26d04EvZswV2ekJw8N8RXI
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/2Xk8kM4A5xiBVWvAfbB8rV

Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.

*Doa Malam Pertama*

*Pertanyaan:*

_Assalamu’alaikum. Sebentar lagi saya ingin menikah, tapi saya belum tau ucapan niat shalat sunah sebelum melakukan malam pertama? Mohon bantuan supaya pernikahan saya diridhai oleh Allah. Terimakasih._

_Dari: Agung S_

*Jawaban:*

Wa’alaikumussalam

*Doa Malam Pertama*

Ketika bertemu pertama kali setelah akad nikah, dianjurkan bagi suami untuk mendoakan istrinya. *Caranya:* suami meletakkan tangan kanannya di ubun-ubun istrinya –pastikan tidak ada orang ketiga– kemudian membaca tiga hal:

A. Basmalah

B. Mendoakan keberkahan, misalnya:

‎اللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْها، وَبَارِكْ لَهَا فِيَّ

Allahumma barikly fiyha wa barik laha fiy

_“Ya Allah berkahilah dia untukku, dan berkahilah aku untuknya.”_

C. membaca doa:

‎اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Allahumma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi wa a-‘udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaihi

_Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa._

Keterangan di atas berdasarkan hadis dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎إذا تزوج أحدكم امرأة أو اشترى خادما فليأخذ بناصيتها وليسم الله عز وجل وليدع بالبركة وليقل: اللهم إني أسألك من خيرها

_“Apabila kalian menikahi seorang wanita, maka peganglah ubun-ubunnya, sebutlah nama Allah, dan doakanlah memohon keberkahan, serta ucapkan: Allahumma inni as-aluka…. dst.”_ (HR. Bukhari dalam Af’al al-Ibad Hal. 77, Abu Daud 1:336, Ibn Majah 1:592, Hakim 1:185, dan dihasankan Al-Albani)

👤 Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/26d04EvZswV2ekJw8N8RXI
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/2Xk8kM4A5xiBVWvAfbB8rV

Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.

*_Amalan Menjelang Pernikahan_*

_Assalamualaikum ustadz .saya akAn menikah pada bulan mei..saya ingin melakukan tirakat dan amalan doa….supaya di beri kemudahan dan kelancaran di pernikahan saya nanti..tolong berikan solusinya kepada saya ustadz..terimakasih.wassalamualaikum wr.wb_

_Dari: Liya Saniyatul Adyan_

*Jawaban:*

Wa ‘alaikumus salam Wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Yang kami tahu, tidak ada amalan dalam bentuk ibadah khusus yang disyariatkan menjelang pernikahan. Istilah tirakat, mandi kembang, poso mutih, dst., hanyalah tradisi yang kemungkinan besar merupakan warisan budaya yang tidak jelas asal-usulnya. Terlebih semua ritual ini biasanya tidak lepas dari keyakinan dan mitos. Sudah selayaknya bagi anda seorang muslim yang beriman kepada Allah, agar anda menghindarinya sejauh-jauhnya.

Hanya saja, di sana ada beberapa yang bisa kami sarankan sebagai persiapan bagi anda yang hendak melangkah ke jenjang pernikahan,

▶ *Pertama,* tanamkan niat yang baik ketika menikah

Nilai amal seorang mukmin, salah satunya ditentukan dari kualitas niatnya. Semakin baik niatnya, semakin sempurna nilai amalnya. Dari Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

_Amal itu ada karena niat, dan pahala yang diperoleh seseorang sesuai apa yang dia niatkan._ (HR. Bukhari no. 1, Muslim 5036, dan yang lainnya)

Tanamkan dalam diri anda, anda menikah dalam rangka mengikuti sunah para rasul. Karena Allah berfirman,

‎وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً

_Sungguh Aku telah mengutus para rasul sebelum kamu, dan Aku jadikan untuk mereka istri dan keturunan._ (QS. ar-Ra’du: 38).

Tanamkan pula bahwa anda menikah untuk mengikuti ajakan dan motivasi Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah bersabda,

‎النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِى فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى وَتَزَوَّجُوا فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

_“Nikah itu sunahku.. siapa yang tidak mengamalkan sunahku, bukan bagian dariku. Menikahlah, karena saya merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh umat.”_ (HR. Ibnu Majah 1919 dan dihasankan al-Albani).

Juga jangan lupa untuk menanamkan dalam diri anda, bahwa anda menikah dalam rangka memilih yang halal, menjaga kehormatan diri dan pasangan. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi jaminan yang berharga untuknya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ

_Ada 3 orang yang berhak mendapatkan pertolongan dari Allah, (1) Orang yang berjihad di jalan Allah, (2) Budak mukatab yang ingin menebus dirinya untuk merdeka, dan (3) Orang yang menikah, karena ingin menjaga kehormatannya._ (HR. Nasai 3133, Turmudzi 1756, dan dihasankan al-Albani).

▶ *Kedua,* pelajari fiqh nikah

Semua orang butuh ilmu. Karena ini merupakan modal terbesar hamba untuk bisa menjalani hidup dengan selamat dan sukses. Dengan ilmu, orang akan terbimbing, apa saja yang harus dia kerjakan, dan apa yang harus dia tinggalkan.

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan,

‎العلم خير من المال؛ العلم يحرسك و أنت تحرس المال

_Ilmu lebih baik dari pada harta, ilmu menjagamu dan harta, kamu yang jaga._ (Adab ad-Dunya wad Din hlm. 48 oleh al-Mawardi)

Terutama bagian penting yang harus dikenali masing-masing, diantaranya,

1⃣ Syarat sah dan rukun akad nikah. Sehingga anda yakin bahwa pernikahan anda sah

2⃣ Kenali tanggung jawab masing-masing suami istri. Sehingga keluarga tidak menjadi sumber dosa bagi anda

3⃣ Kenali fiqh perceraian. Bukan untuk diamalkan, namun agar orang tahu batasan kata-kata cerai, apa itu khulu’, dan bagaimana konsekuensi masing-masing. Betapa banyak mereka yang terjerumus pada perpecahan keluarga, sementara mereka tidak menyadarinya.

▶ *Ketiga,* belajar untuk mulai dewasa

Setelah menikah, status anda telah berubah. Berapapun usia anda ketika menikah, anda dituntut untuk lebih cepat dewasa. Mulai pembelajaran diri itu sejak sebelum menikah. Tinggalkan kebiasaan kekanak-kanakan. Mulai belajar bangun subuh, atau bahkan sebelum subuh.

Belajar meninggalkan kebiasaan buruk, seperti begadang bareng temen semalaman

Belajar meninggalkan hal yang tidak manfaat, seperti main PS

Termasuk calon istri, belajar dengan kesibukan rumah tangga

Belajar untuk tidak banyak jajan.

Pahami bahwa setelah anda menikah, orang yang anda hormati bertambah. Disamping orang tua, anda juga harus menghormati mertua. Posisikan masing-masing dengan benar, sehingga anda tidak akan mengecewakan pasangan anda karena gara-gara menyakiti orang tuanya.

Anda juga harus siap dengan benturan kepentingan. Hampir tidak ada rumah tangga yang bebas dari masalah. Menuntut anda untuk mulai belajar mengalah. Mengalah tidak sama dengan kalah. Mengalah berarti memberi kesempatan orang lain untuk mengambil hak anda. Agar anda lebih siap mengalah, yakini bahwa Allah akan membalas setiap kebaikan yang anda lakukan kepada keluarga anda. Sehingga anda tidak merasa itu sia-sia.

▶ *Keempat,* merawat fisik untuk kebahagiaan rumah tangga, dianjurkan

Sekalipun ini bukan hal yang wajib, tapi ini bisa sangat ditekankan jika ini menjadi sebab keluarga makin harmonis. Karena islam menganjurkan terbentuknya keluarga yang harmonis, bahagia.

Karena itulah, masing-masing diajarkan agar bersikap romantis.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ

_Nikahilah wanita yang subur dan romantis_ (HR. Ahmad 12613, Abu Daud 2052 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkan agar lelaki menjadi suami yang penyayang bagi istri dan keluarganya,

‎خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

_“Manusia terbaik di tengah kalian adalah orang yang sikapnya paling baik kepada keluarganya. Saya orang yang sikapnya paling baik kepada keluargaku.”_ (HR. Turmudzi 4269, Ibnu Majah 2053, dan dishahihkan al-Albani).

Sebagaimana wanita dituntut merawat fisiknya untuk membahagiakan suami, lelaki juga diajurkan merawat dirinya dalam rangka membahagiakan istri.

Sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,

‎إنِّي أُحِبُّ أَنْ أَتَزَيَّنَ لِلْمَرْأَةِ , كَمَا أُحِبُّ أَنْ تَتَزَيَّنَ لِي الْمَرْأَةُ

_Saya suka berhias di hadapan istri, sebagaimana saya suka istri saya berhias di depan saya._ (HR. Ibnu Abi Syaibah 19608).

▶ *Kelima,* iringi semua dengan doa dan tawakkal

Banyak orang yang merasa sangat resah menjelang pernikahan. Setumpuk kekahwatiran berjubel di hatinya.

Kami hanya menasehatkan, tanamkan rasa tawakkal kepada Allah, agar anda tidak dihantui dengan perasaan takut yang berlebihan. Kedepankan tawakkal ketika anda menghadapi kenyataan yang tidak pasti. Pasrahkan kepada Allah, dalam setiap upaya untuk kebahagiaan anda.

Dan inilah yang diajarkan oleh para sahabat, terutama bagi orang yang tidak PD ketika menikah.

Abu Said mantan budak Abi Usaid menceritakan,

Aku menikah, sementara aku berstatus seorang budak. Aku pun mengundang beberapa orang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantaranya Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzaifah. Ketika datang waktu shalat, mereka mempersilahkan diriku untuk menjadi imam. Seusai shalat, mereka mengajariku,

‎إذا دخل عليك أهلك فصل ركعتين ثم سل الله من خير ما دخل عليك وتعوذ به من شره ثم شأنك وشأن أهلك

_Apabila kamu bertemu pertama dengan istrimu, lakukanlah shalat 2 rakaat, kemudian mintalah kepada Allah kebaikan dari semua yang datang kepadamu, dan berlindunglah dari keburukannya. Kemudian lanjutkan urusanmu dengan istrimu._ (HR. Ibn Abi Syaibah 30352 dan dishahihkan al-Albani dalam Adab az-Zifaf).

Jangan lupa, perbanyak memohon kepada Allah agar Dia memberikan kebaikan bagi pernikahan anda. Kelancaran ketika akad nikah dan resepsi, dan ini yang paling menyita pikiran banyak orang.

Keberkahan setelah menikah, berkah di waktu senang maupun berkah di waktu susah.

Demikian, semoga bermanfaat.

👤 Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/26d04EvZswV2ekJw8N8RXI
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/2Xk8kM4A5xiBVWvAfbB8rV

Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.

Sunday, June 11, 2017

Istikharah

Shalat memohon petunjuk beberapa pilihan atau lebih.. Istikharah


Istikharah adalah shalat sunnah untuk memohon petunjuk Allah SWT tatkala dihadapkan pada dua pilihan atau lebih. Saat shalat ini dikerjakan tepat, Insha Allah tak akan ada risau, galau, apalagi kecewa.

"Tidak akan kecewa orang yang mau (mengerjakan shalat) istikharah dan tidak akan menyesal orang yang suka bermusyawarah serta tidak akan kekurangan orang yang suka berhemat (sederhana) HR. Thabrani

Selama ini orang acap memaknainya hanya untuk urusan jodoh. Padahal perannya lebih kompleks. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu'anhu, beliau berkata, "Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk sholat Istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajarkan Al-quran. Beliau bersabda, Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemuadian hendaklah berdoa:

Allahumma inni astakhiiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as'aluka min fadhlikal"azhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa Anta 'allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amra khairan lii fii diinii wa ma'aasyii wa'aaqibati amrii-'aajili amrii wa aajilihi-faqdurhu lii, w yassirhu lii, tsumma baarik lii fihi. Wa in kunta taklamu anna haadzal amra syarrun lii fii diini wa ma'aasyi wa'aaqibati amrii-fii'aajili amri wa aajalihi-fashrifhu'annii washrifnii'anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma ardhinii bih

"Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah padaMu dengan ilmuMu; aku memohon kepadaMu kekuatan dengan kekuatanMu; aku meminta kepadaMu dengan kemuliaanMu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Mahatahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui bahwa perkara yang ghaib, Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan dan akhir urusanku) maka takdirkan hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan dan akhir urusanku (atau jelek bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya serta takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadannya dan jadikanlah akuridha dengannya-kemudaian dia menyebut keinginannya."

Ia dianjurkan digunakan untuk semua hal, entah bimbang ataupun yakin. Shalat ini-jika boleh dimaknai lebih- tak ubahnya kita bertanya lansgung kepada Allah, mana langkah yang terbaik yang bisa diambil. Sebagaimana termaktub dalam redaksi doa diatas bahwa Allah Maha Mengetahui, sementara kita tidak

-end-


Disadur dari Buku Sehat dan Sukses Pra Nikah
Hal. 37-39
Karangan dr. Egha Zainur Ramadhani

*UNTUKMU WAHAI ISTRIKU*


Hari ini aku pergi..
Meninggalkan kamu, meninggalkan anak-anak kita, meninggalkan rumah kita yang penuh kenangan.

Hari ini aku pergi...
Karena perintah dari Dzat yang telah menancapkan Getaran di hatiku ketika aku menatapmu disaat malam pertama kita

Hari ini aku pergi..
Untuk menyenangkan hati seseorang yang telah berkorbankan seluruh hidupnya untuk kebahagiaan kita hari ini sehingga kau dan aku berjumpa dalam keadaan islam

Hari ini aku pergi
Untuk menghapuskan luka Sayyidul Ambiya Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam karena lautan maksiat yang telah dibuat oleh orang yang mengaku sebagai umatnya

Jadi...Wahai istriku!
Aku pergi tinggalkan kamu untuk dateng kepada Dzat yang Memiliki hati kamu hingga bersemi cinta diantara kita

Aku pergi tinggalkan kamu...
Bukan karena aku tak menyayangimu tetapi ada mata yang tak pernah mengantuk dan mengawasi cinta kita ada tangan yang akan pukul kita ketika cinta kita melebihi cinta kepada-Nya

Jika Esok Tiba
Dan kau terbangun dari tidurmu lalu kau tak dapati aku disisimu maka cepatlah bertasbih!! Dan ucapkan Alhamdulillah... kenapa?
Bukanlah Ummul Mu'minin Aisyah RA ketika itu merasa senang...
Karena hidup bersama Allah

Maka Rasul shallallahu'alaihiwasallam sabdakan: "Bahwa orang yang paling bahagia adalah orang yang suaminya keluar di jalan Allah karena dia bukan hidup dengan kekasih Allah tapi hidup bersma Allah SWT.!!!

Allah mengetahui segalanya