Thursday, March 30, 2017

*Suami Itu Ibarat Ladang Pahala Buat Isteri*

Dari grup sebelah,

*Tazkirah Pagi*
Assalamualaikum wbt..

*Suami Itu Ibarat Ladang Pahala Buat Isteri*

Kalian yang bernama isteri, pernah tak kalian sedar tentang pengorbanan dan kasih sayang seorang suami kepada kita? Kita sebagai isteri selalu rasa kita jelah yang berkorban, kita jelah yang tunjuk rasa cinta dan sayang. Tapi kita tak sedar, sebenarnya suami kita pun berkorban. Suami kita pun tunjuk rasa sayang dan cinta dia. Cuma cara mereka tunjuk berbeza.

Kepada isteri semua, hargai dan kasihi suami kalian. Berapa ramai perempuan single di luar sana yang masih mencari calon pasangan. Andai sahaja kalian tahu mempunyai suami itu juga satu rezeki.  “mempunyai pasangan itu juga satu rezeki. Mencintai dan dicintai juga satu rezeki”. Maha Suci Allah, betapa kita leka dan alpa dengan nikmat yang satu ini.

Suami itu ibarat LADANG PAHALA buat seorang isteri. Maka gunakanlah peluang ini utk kita mendpt rahmat ALLAH.
Wahai isteri, apabila kau bangun tidur dan kalau lihat suami kau sedang lena di sisi maka panjatkan lah kesyukuran setingginya pada Allah. Berapa ramai isteri di luar sana yang tidur bersebelahkan ruang katil yang kosong,  Berapa ramai yang rindukan kehangatan pelukan dan ciuman suami tapi tak mampu merasai semua itu hanya kerana Allah lebih sayangkan suami mereka dan diharapkan isteri sekarang lebih menghargai suami mereka dan tolong lah mengerti bahawa suami itu lah asbab kalian ke syurga atau ke neraka. Perempuan senang masuk syurga, tapi at the same time perempuan juga lah paling banyak dalam neraka juga dalam syorga maka Ambil yang baik dan semoga kita menjadi isteri yang solehah.. inshaa Allah aamin.
Moga jadi iktibar buat semua, terutama mereka yang bergelar isteri.

*TLJ*
*Sunnah Waljamaah*

Sunday, March 26, 2017

*Tak Perlu Khawatir dengan Rezeki*

Dapat dari grup sebelah
Hal ini semata untuk diri sendiri, sewaktu-waktu bisa dibaca kembali.

®

Rezeki kita sudah diatur dan sudah ditentukan. Kita tetap berikhtiar. Namun tetap ketentuan rezeki kita sudah ada yang mengatur. So, tak perlu khawatir akan rezeki.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)

Dalam hadits lainnya disebutkan,

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ اكْتُبْ. فَقَالَ مَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبِ الْقَدَرَ مَا كَانَ وَمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى الأَبَدِ

“Sesungguhnya awal yang Allah ciptakan (setelah ‘arsy, air dan angin) adalah qalam (pena), kemudian Allah berfirman, “Tulislah”. Pena berkata, “Apa yang harus aku tulis”. Allah berfirman, “Tulislah takdir berbagai kejadian dan yang terjadi selamanya.” (HR. Tirmidzi no. 2155. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ibnul Qayyim berkata,

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.

Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah –Ta’ala- membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Allah Ta’ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.” (Al Fawaid, hal. 94, terbitan Maktabah Ar Rusyd, tahqiq: Salim bin ‘Ied Al Hilali)

*Masihkah kita khawatir dengan rezeki?*

Ingatlah, rezeki selain sudah diatur, juga sudah dibagi dengan adil.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Allah memberi rizki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 553)

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Selesai disusun di Panggang, GK, 26 Rabi’ul Akhir 1436 H

Penyusun: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com