Thursday, February 13, 2014

Doa Terbaik

Doa Terbaik

Jumat, 14 Februari 2014, 07:40 WIB
Komentar : 0
Republika/Rakhmawaty La'lang
Berdoa kepada Allah.
Berdoa kepada Allah.
Oleh: Mahmud Yunus
Masih segar dalam ingatan kita ada orang-orang yang berani-beraninya menawarkan diri untuk dititipi seabrek permohonan kepada Allah SWT.

Permohonan-permohonan tersebut konon dijanjikan akan disampaikan langsung kepada Allah SWT di rumah-Nya.

Masyarakat yang berminat menitipkan permohonannya dijanjikan akan diterima dengan tangan terbuka. Sepanjang yang bersangkutan melengkapi persyaratan tertentu yakni bersedia membayarkan sejumlah uang.

Alhasil, kurang lebih sama dengan biro jasa pada umumnya. Layaknya biro jasa, layanan baru akan diberikan bila uang sudah dibayarkan.

Fenomena aneh tapi nyata tersebut sempat mengemuka di ruang publik. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun tak ketinggalan ikut-ikutan buka suara. Intinya, menyesalkan hal itu terjadi.

Sayangnya, komentar hanya sebatas pantas atau tidak pantas. Boleh atau tidak boleh. Seingat saya tidak ada yang sempat mencari tahu apa yang pada umumnya mereka mohonkan kepada Allah SWT itu sehingga mereka bersedia mengeluarkan sejumlah uang?

Mungkin juga ada jamaah haji Indonesia yang menceritakan pengalaman pribadinya bahwa saat berada di sekitar Ka’bah dirinya sempat kehabisan stok doa. Padahal, sejak jauh hari sebelum berangkat ke Tanah Suci dirinya sudah mencatat daftar permohonan yang hendak dimohonkan langsung kepada Allah SWT di rumah-Nya.

Mungkin juga ada jamaah haji/umrah Indonesia yang menceritakan pengalaman pribadinya bahwa dirinya dititipi banyak permohonan untuk didoakan di Multazam dan/atau di Raudhah oleh saudara-saudaranya. Dan, tentu saja titipan doa yang banyak tersebut pada praktiknya sungguh “mengganggu” saat dirinya benar-benar berada di Multazam dan/atau di Raudhah.

Setelah ditelusuri alakadarnya, tidak sedikit permohonan yang kualitas permohonannya di bawah standar. Memangnya kenapa? Disebutkan demikian karena tidak sedikit permohonan yang sejatinya tidak berbobot sama sekali.

Umpamanya, merengek-rengek meminta diberikan jodoh atau pasangan hidup. Menyangkut keinginan diberikan jodoh ini tidak sedikit jamaah umrah (Indonesia) yang berupaya menaiki Jabal Rahmah. Kemudian, di Jabal Rahmah itulah mereka melakukan ritual pencarian jodoh.

Sepintas lalu tidak ada yang salah dengan permohonan-permohonan tersebut bukan? Bahkan mungkin ada yang menganggapnya sebagai peluang emas yang boleh jadi hanya diperoleh sekali dalam seumur hidup. Apalagi kalau dikait-kaitkan dengan kesempatan menunaikan kewajiban haji yang semakin “berat”, mengingat semakin panjangnya daftar tunggu (waiting list).

Bagaimana sebaiknya? Diilustrasikan dalam sejumlah hadis Rasulullah SAW bahwa ada beberapa sahabat beliau yang sungguh cerdas dalam memohon. Dikatakan demikian karena mereka benar-benar hanya memohon yang terbaik dari yang baik-baik. Berikut ini beberapa contohnya.

Pertama, sebagaimana dilakukan oleh Abu Bakar RA. Dikisahkan dalam sebuah hadis, suatu ketika Rasulullah bercerita tentang pintu-pintu Surga. Kata beliau pintu-pintu Surga itu jumlahnya ada delapan. Ketika itu Abu Bakar bertanya mungkinkah ada seseorang yang dapat memasukinya dari semua pintu? Dijawab oleh Rasulullah, mungkin saja. “Mudah-mudahan salah satunya adalah engkau.”

Kedua, sebagaimana dilakukan oleh Ukkasyah bin Mihshan al-Asadi. Dikisahkan Rasulullah bercerita tentang orang-orang yang akan memasuki Surga tanpa hisab. Jumlah mereka seluruhnya 70 ribu orang. Wajah mereka bersinar laksana bulan purnama, kata Rasulullah.

Sekonyong-konyong Ukkasyah berdiri, lalu berkata, “Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Dia menjadikanku salah seorang di antara mereka”. Rasulullah pun berkata: “Ya Allah, jadikan dia salah seorang di antara mereka.”

Mendengar respons Rasulullah itu, seorang Anshar berkata, “Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Dia menjadikanku salah seorang dari mereka”. Rasulullah menjawab, “Engkau kalah cepat dari Ukkasyah.”

Ketiga, sebagaimana dilakukan oleh seorang wanita tua Bani Israil. Dikisahkan suatu ketika dia mendapatkan peluang emas. Alkisah, Nabi Musa AS meminta dia menunjukkan makam Nabi Yusuf AS agar dia bisa membawa jasadnya saat dia keluar dari Mesir. Namun, wanita tua itu menolak kecuali dia diperkenankan untuk menemani Nabi Musa di Surga. Maka Allah memperkenankan wanita tua tersebut.

Demikianlah, tiga contoh orang-orang yang dalam hidupnya sukses merengkuh permintaan terbaik mereka. Ambisi-ambisi mereka positif karena mereka hanya menginginkan Surga. Dan, seluruh permintaan mereka terkabul. Wallahua’lam.

source: Republika Online (Jumat, 14 Rabiul Akhir 1435 / 14 Februari 2014).

Tuesday, February 11, 2014

Memanfaatkan Youtube untuk Hal Positif

Memanfaatkan Youtube untuk Hal Positif

Jasa pembuatan website - Situs berbagi video telah YouTube bisa dibilang menjadi situs berbagi video yang paling tenar akhir-akhir ini. Dominasi situs besutan Google ini memang masih belum bisa di saingi oleh situs yang lain. Lebih dari sekedar situs hiburan, rupanya YouTube telah menjadi situs yang turut merubah dunia. Banyak video yang ditayangkan oleh YouTube kemudian berimplikasi pada kehidupan nyata. Ada seorang yang terkenal menjadi milyader karena tampil di YouTube. Banyak juga orang yang bernasib sial karena telah ditayangkan di YouTube.
YouTube juga sering dibahas orang karena pengaruhnya terhadap gaya hidup masyarakat. Hal yang terutama dikritik adalah penyebaran budaya-budaya negatif semacam pornografi dan juga kekerasan. Hal ini memang telah menjadi sesuatu yang meresahkan masyarakat. Terlebih lagi di negara kita sekarang ini sedang giat-giatnya melakukan perbaikan moral terhadap bangsanya. Dengan hadirnya YouTube sesuatu hal negatif yang sebelumnya sulit untuk di akses menjadi sangat mudah untuk di akses. Film-film yang tidak sesuai dengan norma kesusilaan, tayangan-tayangan kekerasan dengan mudah dapat diakses melalui situs ini. Secara tidak langsung tayangan itu akan mempengaruhi perilaku masyarakat, baik dari pola pikir maupun perilaku sehari-hari.
Di samping banyaknya hal negatif, sebenarnya banyak juga hal positif yang dapat kita ambil dari keberasaan situs YouTube ini. Kita bisa memperluas pengetahuan kita dengan mudah dan cepat. Banyak kajian keislaman, ceramah-ceramah motivasi yang dapat dengan mudah kita akses. Kalau kita terbiasa mengakses hal-hal positif ini, maka dengan sendirinya kita akan terhubung dengan berbagai hal positif. YouTube sendiri memiliki mekanisme untuk melihat kecenderungan seseorang dalam mengakses suatu konten vide di YouTube.
Apakah YouTube akan  menjadi sebuah situs yang positif atau negatif itu semua tergantung dari cara kita berkelakuan ketika mengaksesnya. Kalau kita banyak mengakses situs-situs yang buruk secara moral maupun agama, maka kita akan cenderung memanfaatkan YouTube sebagai sebuah situs negatif. Pribadi kita akan banyak terpengaruh oleh hal negatif yang ditayangkan. Sementara itu kalau kita banyak mengakses tayangan-tayangan yang bersifat membangun, maka diri kita juga akan terbangun. Dengan melihat tayangan itu kita dapat meningkatkan kualitas diri dan kehidupan kita.
Salah satu langkah yang baik untuk dapat memanfaatkan YouTube menjadi sesuatu yang positif adalah dengan membuat komunitas. Kita bisa membentuk komunitas tersebut terdiri dari anggota-anggota yang sama-sama menginginkan untuk memperoleh hal positif dari keberadaan YouTube. Dari komunitas itu anggota bisa saling bertukar link-link yang bermanfaat. Dengan demikian, maka akan semakin banyak referensi positif yang akan kita peroleh.
Sebenarnya YouTube sendiri memiliki mekanisme untuk melaporkan situs-situs yang dianggap melanggar norma-norma kemanusiaan dan kesusilaan. Kalau kita memanfaatkannya dengan baik, maka dapat mengurangi efek negatif dari YouTube. Semisal kita menemukan situs yang bersifat negatif, maka kita melaporkannya melalui fasilitasyang diberikan oleh YouTube. Dengan laporanini akan ada perhatian dari YouTube terhadap situs yang bersangkutan.
Kita juga dapat secara aktif berperan mengembangkan YouTube menjadi sesuatu yang bermanfaat. Cara yang dapat kita lakukan di antaranya adalah dengan mengunggah video-video yang baik. Dengan video yang baik itu kita harapkan semakin banyak referensi positif yang dapat ditemukan oleh para pengguna YouTube. Misalkan kita merekam sebuah pengajian dengan handicam misalnya, maka setelah selesai kita dapat mengunggahnya ke YouTube. Tentu saja video ini akan dapat diakses oleh siapa saja pengguna Youtube. Pada akhirnya kegiatan kita mengunggah tersebut akan menambah pilihan positif bagi para pengguna.
 
sumber:  http://mastoroblogs.blogspot.com